
Kai bingung sendiri saat mencoba menenangkan dua orang paling berarti di hidupnya itu. Setelah berbagai cara ia lakukan untuk membujuk istrinya agar berhenti menangis dan merajuk, membuat Dara semakin marah.
Kini Dara beranjak membawa putranya itu ke dalam kamar baby Langit, di sana ia mencoba menenangkan diri dan menenangkan putranya agar tidak menangis.
Baby Langit yang lelah menangis pun akhirnya tertidur setelah Dara memberikan susu dan menemaninya tidur.
datang menemani sang putra tidur pun ikut tertidur di sampingnya. Tak lama kemudian Kai masuk ke kamar tanpa membuat orang di dalamnya terbangun dari tidurnya.
"Kamu sampai ketiduran di sini sayang" ucap Kai membelai pipi Dara.
"Selamat tidur anak ayah sayang, maaf buat kamu ikut menangis" ucap Kai sembari mencium kening lembut Baby Langit yang sudah tidur dengan nyenyak.
Kai lalu menggendong Dara dan membawanya ke kamar mereka. Dara yang di gendong entah mengapa tidak terbangun sama sekali, mungkin karena sudah sangat lelapnya hingga tidurnya tidak terusik.
Setelah merebahkan Dara di tempat tidur mereka, mata kai tidak sengaja melihat kotak hitam di meja nakas dan melihat tulisan di sana 'Untuk Abang Kai'
Kai pun duduk di pinggir tempat tidur dan mengambil kotak itu lalu membukanya. Matanya terbelalak kaget saat mengetahui isi dari kotak di tangannya itu, tangannya dengan gemetar mengambil benda panjang, tipis, ramping dan tertera garis merah dua di sana.
Tes!
Kai meneteskan air matanya, lalu menoleh ke arah istrinya yang masih terlelap tidur dan mencium kening sang istri dengan dalam.
"Sa-sayang" ucap Kai menangis bahagia saat tahu dirinya akan menjadi seorang ayah yang sebenarnya, karena benihnya kini berhasil tumbuh dan berkembang di dalam rahim istrinya.
"Sayang maafkan ayah tidak menyadari akan keberadaan kamu di sini, maaf sudah buat bunda bersedih karena tidak sengaja berteriak pada bunda kamu karena terlalu khawatir" ucap Kai berbicara dan mengecup perut sang istri.
Kai langsung berselancar di internet mencari tahu segalanya tentang ibu hamil, Kai juga mengetahui jika sang istri kemungkinan tengah merasakan yang namanya ngidam. Seperti ibu hamil pada umumnya.
Karena tidak mendapatkan jawaban yang dirinya mau, Kai akhirnya memutuskan untuk menelepon mama Hesti dan bertanya pada mama-nya itu. Lalu kai berjalan menuju balkon agar bisa leluasa bertanya pada mama-nya.
Tuuuttt.... Tuuuttt... Nada tersambung.
"Hallo Kai, ada apa, tumben telepon mama malam-malam?" ucap mama Hesti
"Maaf Kai ganggu mah" ucap Kai merasa tidak enak
"Nggak apa-apa, memangnya ada apa Kai?" tanya mama Hesti.
"Kai mau tanya mah, Kalau orang hamil ngidam makanan pedas pake banget terus minum minuman asem pake banget juga. Apa nggak apa-apa mah?" tanya Kai tanpa basa-basi.
"Lah emang siapa yang hamil?" bukannya jawab, Mama Hesti justru bertanya balik pada putra semata wayangnya itu.
"Iih, jawab dulu mah" ucap Kai gemas mendengar mama-nya justru bertanya balik.
"Haish... Ya nggak masalah lah, karena itu keinginan jabang bayi. Dulu mama hamil kamu juha ngidamnya minumin terus air lada campur perasaan lemon, sama makan buah kedondong muda. Nggak mau makan yang lain, nasi pun mamah jarang makan. Tapi mama sama kamu sehat-sehat aja tuh, itu istimewanya orang hamil. Lagian ngidam parah biasanya pas trisemester pertama aja. Jarang sampe hamil tua masih ngidam, tapi nggak nutup kemungkinan bisa berlanjut juga sih." ucap Mama Hesti.
"Tapi lebih baik periksa dan konsultasikan ke dokter kandungan, tapi tumben kamu nanya begini? Emang ada apa? Ngomong-ngomong siapa yang lagi ngidam? Dara ngidam?" tanya Mama Hesti dengan pertanyaan beruntun karena penasaran.
Kai pun akhirnya menceritakan semuanya, dari kejadian makan malam barusan, Ia marah dan dara menangis. Sampai ia menemukan kotak berisi tespek garis dua di atas meja nakas.
"Fiks, itu Dara hamil. Huaaaaa mama seneng banget punya cucu dari darah daging kamu Kai. Kamu harus jaga mantu dan calon cucu mama, jangan marahin mantu mama kalau dia ngidam sesuatu. Harusnya kamu penuhi apapun keinginan calon cucu mama!" ucap mama Hesti heboh tidak ketulungan.
"Iya mah iya, Tapi mama nggak boleh pilih kasih loh ya nanti sama anak-anak aku, termasuk sama Langit. Dia juga anakku dan dan Dara mah" ucap Kai mengingatkan adanya langit di antara mereka.
"Mama tahu, mama tahu... Baby Langit juga cucu mama jadi sudah pasti mama juga sayang sama dia, tapi saat ini mamah seneng banget bakal punya cucu lagi. Kamu harus jaga Dara baik-baik, cepet kamu periksain ke dokter" ucap mama Hesti.
"Iya mah, Kai paham" ucap Kai
"Udah dulu, mama mau kasih pengumuman sama semuanya kalau mamah bakal punya cucu lagi" ucap Mama Hesti heboh dan langsung memutus telepon nya.
Setelah sambungan terputus Kai hanya menggelengkan kepalanya, ia lalu masuk ke dalam kamar dan ikut merebahkan diri dan membawa Dara ke dalam pelukannya.
"Makasih sayang dan maaf sudah membuat kamu sedih sampai menangis, padahal aku sudah berjanji tidak membuatmu menangis lagi. Aku tidak akan melakukannya lagi, aku janji akan menjagamu dan anak kita dan menuruti apapun yang kamu mau. Aku sangat bahagia mendengar kabar ini, aku mencintaimu" ucap Kai sembari menciumi seluruh wajah Dara, lalu memeluknya dan ikut tidur lelap.
.....
Pagi harinya di penthouse....
"Sayang udah dong marahnya, aku minta maaf ya, aku hanya khawatir. Aku takut perut kamu bermasalah kalau makan makanan pedas dan minum cairan asam itu. Aku minta maaf, kamu boleh makan apapun yang kamu mau setelah ini, aku janji tidak akan melarangnya" ucap Kai.
Dara yang mendengarnya berbalik badan dan menatap Kai.
"Bener?" tanya Dara.
"Sumpah sayang, aku janji. Tapi kita harus periksa dan kontrol kandungan kamu ke dokter. Aku nggak mau kamu dan calon bayi kita kenapa-kenapa. Kamu mau kan?" Tanya Kai memberikan pengertian pada istrinya itu.
"Abang tahu aku hamil?" tanya Dara
"Hm, aku sudah melihat kotak kejutan dari kamu, jadi mau kan pergi ke dokter, sayang?" ucap Kai.
"Aku juga kan dokter kalau Abang lupa, nggak perlu ke dokter aku tahu apa yang baik buat aku dan anak kita" ucap Dara
"Aku tahu jika kamu dokter terbaik di dunia ini sayang, tapi ada kalanya kita lengah dan salah. Di dunia ini, kita butuh bantuan orang lain sayang, kan nggak mungkin kamu melahirkan sendiri. Kita juga butuh orang lain untuk membantu kita, meskipun ada beberapa hal yang bisa kita tangani sendiri. Tapi tidak semua hal bisa kita selesaikan tanpa bantuan orang lain" ucap Kai.
Dara diam sejenak memikirkan ucapan Kai yang ada benarnya, jadi ia mengangguk dan mengikuti keinginan sang suami.
"Nah, itu baru istriku yang cantik, manis, luar biasa dan sempurna" ucap Kai dengan mencium singkat bibir sang istri dan tersenyum manis
...•••••••...