The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
60. Kamu sangat hebat



Bhanu marah besar saat mengetahui jika gadis yang Romeo singgung adalah cucu perempuan dari keluarga Adi Raharjo. Ia segera menelepon Hendarto dan mengatakan semuanya.


Hendarto juga gemetar takut saat Bhanu mengatakan hal itu padanya. Ia segera memarahi anak dan cucunya.


Ucapan kakeknya membuat Romeo ketakutan. Ia tidak menyangka ia telah menyinggung orang besar lainnya.


Ia sangat sombong sebelumnya, karena mengira keluarganya adalah keluarga paling tinggi selain dua keluarga lainnya di ibu kota. Namun sekarang ia menerima akibatnya dari kesombongannya.


Ia di hukum menyalin buku tata Krama sebanyak 10 lembar setelah keluar dari rumah sakit. Ia kehilangan uang bulanannya selama tiga bulan dan juga harus meminta maaf pada Dara. Selain itu ia di skors selama seminggu karena perundungan yang ia lakukan pada Dara.


Romeo tidak berani membantah, ia tahu jika dirinya bisa saja di tendang dari keluarganya jika ia menentang, ia hanya pasrah menerima hukuman itu.


Ia langsung menghubungi orang terpercayanya dan memintanya segera memperbaiki motor Dara dan harus sudah jadi sebelum lusa pagi.


Romeo tidak bisa tidur malam ini, ia gelisah, Ia takut menghadapi Dara di masa depan.


Sedangkan Dara yang tengah di bicarakan saat ini tengah berada di ruang dimensi miliknya dan tengah berkultivasi setelah ia selesai makan malam bersama dengan adiknya.


Kekuatannya sudah masuk ke tingkat tiga level atas. Ia juga sudah mulai belajar menyuling pil dan percobaan pertamanya sudah sangat baik. Ia berhasil membuat pil energi level empat.


.....


Keesokan harinya, Dara berangkat kuliah seperti biasanya. Ia memakainya Lamborghini Urus hari ini.


Banyak orang menatapnya dengan takut dan juga kagum. Mereka bertanya-tanya, mengapa Dara masih bisa masuk kuliah setelah berurusan dengan Romeo.


Meskipun mereka tahu Dara dekat dengan Samuel dan Celine dari keluarga Rukmana. Tapi Romeo adalah anggota keluarga besar Pramana, jadi mereka masih bertanya-tanya siapa identitas Dara sebenarnya.


"Ra...." panggil Celine dari kejauhan.


Dara menghentikan langkahnya, ia menoleh dan mendapati Celine berjalan ke arahnya.


"Hai Line" sapa Dara.


"Ra kamu sangat hebat sekali kemarin. Aku sangat mengagumimu" ucap Celine


"Itu hal yang biasa saja" ucap Dara.


"Itu bukan hal yang biasa, itu luar biasa Ah iya ngomong-ngomong. Kamu tenang saja tentang kejadian kemarin, om Emir bilang akan mengurus masalah kamu. Kau tahu, hebatnya lagi om bisa membuat keluarga Pramana tidak bisa menyentuh kamu. Aku mendengarnya saat om Emir mengatakan itu malam tadi" ucap Celine


"Benarkah? Kalaupun ia berani. Aku tinggal menghabisinya saja" ucap Dara datar.


"Bisa saja kamu bercandanya Ha-ha, bagaimana kalau setelah pulang kuliah kita ke Mall?" tanya Celine


"Boleh, apa kamu ingin membeli sesuatu?" tanya Dara


"Ya, aku ingin ke toko yang sama dengan namaku he-he" ucap Celine


"Kamu memang ada kelas apa saja hari ini?" tanya Dara


"Hanya kelas pagi" ucap Celine


"Kalau begitu sama, kamu bisa tunggu di taman jika keluar kelas lebih dulu" ucap Dara


"Tentu! Boleh aku ajak Abang Sam?" tanya Celine


"Kalau dia mau dan tidak ada kelas, tidak masalah" ucap Dara, tidak masalah dengan itu


"Oke, kalau begitu sampai jumpa nanti" ucap Celine.


Keduanya pun berpisah karena gedung kelas mereka berbeda. Dara di fakultas kedokteran, sedangkan Celine di fakultas Design.


....


Semua teman di kelas memandang Dara, mereka semua tahu apa yang terjadi kemarin. Berita itu sangat cepat beredar, bahkan kini tidak ada yang berani mengganggu Dara.


Mereka tidak berani memprovokasi Dara, Romeo saja di buat tidak berdaya di depan Dara. Bagaimana mereka bisa? Yang ada mereka yang akan kena pukul seperti Romeo dan kawan-kawannya yang saat ini masih berada di rumah sakit karena cedera.


"Ra, kamu tidak apa-apa?" tanya Daffa.


"Kamu santai sekali, apa kamu tidak takut Romeo akan membalas?" tanya Daffa khawatir


"Tidak!" jawab Dara.


Daffa menghela nafas, ia memberikan sekotak susu dan roti pada Dara. Kali ini Dara menerimanya karena ia belum sarapan di rumah.


"Makasih" ucap Dara


"Sama-sama, jangan lupa di minum dan fi makan" ucap Daffa dengan senang, karena Dara tidak menolaknya seperti hari-hari biasanya.


Sugeng masuk ke kelas, ia melihat Dara. Ia memberitahu Dara kalau ia tidak perlu khawatir atas kejadian kemarin, karena pihak universitas sudah mengurusnya.


Semua orang terperanjat mendengarnya namun mereka tidak ada yang berani bicara dan mulai fokus dengan pelajaran saat Sugeng mulai menerangkan pelajaran.


Dara meminum susu kotak yang di berikan Dara, ia hanya menyelipkan sedotan dari bawah masker. Daffa yang melihatnya merasa senang.


.....


Selesai kelas, sesuai janji Dara berangkat ke Holly Mall bersama dengan Celine. mereka berangkat naik mobil masing-masing.


"Mana Samuel?" tanya Dara


"Abang nggak ikut, dia ada jadwal latihan basket, dia bilang ada pertandingan akhir pekan ini dengan universitas Utama" ucap Celine


"Oh ya sudah kita berangkat saja" ucap Dara


"Oke" jawab Celine


Setelah 15 menit, mereka sampai di Holly Mall. Mereka langsung ke lantai dua ke toko bermerek Celine.


"Bagus nggak?" tanya Celine memakai kupluk dengan nama Celine di sana.


"Bagus!" ucap Dara mengangguk.


"Ayo kita ke pakaian sebelah sana!" ucap Celine menarik Dara ke stand pakaian wanita.


"Coba yang ini Ra, kelihatannya cocok dengan mu" ucap Celine menyerahkan sebuah Dress simple.


"Hmm" ucap Dara mengangguk.


keduanya berbelanja dengan riang, mereka juga makan siang bersama. Celine memilih restoran yang sedikit tertutup, sama seperti Carmila. Meskipun tertutup namun masih ada meja di sampingnya. Untungnya tidak ada yang mengisi meja itu, jadi Dara makan dengan tenang.


Dara hanya ikut saja kemana Celine membawanya pergi, kini keduanya masuk ke sebuah salon rambut. Mereka melakukan perawatan rambut seperti creambath.


"Nona, maaf bisa buka maskernya?" ucap Karyawan salon dengan sopan


"Bisakah aku tetap memakainya?" ucap Dara


"Tidak apa-apa, tapi nanti masker anda akan kotor" ucap karyawan itu.


"Ah, tidak apa-apa, nanti aku bisa mengantinya dengan yang baru" ucap Dara


"Baiklah. Permisi nona" ucap Karyawan tidak bersikeras, ia mulai melakukan treatment.


Karyawan salon memuji berapa lebat dan cantiknya rambut Dara yang sangat halus itu. Dara hanya mengatakan jika ia rajin merawatnya di rumah.


Saat selesai, Dara menganti masker itu dengan yang baru. Meskipun hanya beberapa detik saja, karyawan yang melihatnya terkejut melihat wajah Dara.


Dara menepuk pundaknya pelan.


"Terimakasih pelayananmu sangat baik. Ini untukmu" ucap Dara memberikan tips lima lembar ratusan ribu untuk karyawan itu.


Karyawan itu sangat terkejut dan juga mengucapkan terimakasih, ia merasa hari ini ia mendapat rezeki nomplok setelah menerima dan melayani seorang Dewi yang sangat cantik.


Dara dan Celine keluar dari salon, saat mereka berada di lantai tiga. Terdengar suara ribut tak jauh dari sana, sepertinya ada sekelompok orang yang tengah bertengkar di sana.


...••••••...