The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
56. Semakin kaya?



Malam harinya, Dara sudah bersiap dengan memakai Dress Chanel berwarna broken white dengan tas tangan berwarna hitam dan juga Heels yang senada dengan tasnya. Tidak lupa masker berwarna hitam juga melekat di wajahnya tanpa tertinggal.


Rambutnya ia biarkan terurai tanpa hiasan, Dara hanya menggunakan aksesoris jam tangan dari Tiffany & Co. Selebihnya ia biarkan polos saja.


Dara melajukan Lamborghini Veneno miliknya dengan kecepatan normal, dan sampai di convention center 10 menit sebelum pelelangan di mulai.


Carmila menyambutnya dan langsung menuju kursi yang sudah di sediakan untuk mereka berdua.


Ada lebih banyak yang datang ke pameran kali ini, terutama orang dari luar negeri.


Barang pertama milik Dara yang akan di lelang adalah porselen set cangkir. Itu berhasil di jual dengan harga 200 Milyar, oleh orang dari negara K.


Barang kedua milik Dara adalah pil kecantikan Dara. Pembawa acara sudah menjelaskan bagaimana cara pemakaian dan juga efek dari pil itu. Semuanya di jelaskan secara rinci sama persis seperti yang di katakan Dara pada Carmila saat itu.


Mereka juga mengatakan jika pil kecantikan hanya akan di lelang satu tahun sekali. Jadi kesempatan para wanita untuk mendapatkannya hanya setahun sekali.


Pil itu akhirnya di beli oleh wanita paruh baya lokal yang berasal dari kota B. Pil itu di lelang dengan harga 230 Milyar sungguh harga yang fantastis.


"Cepat sekali kamu menghasilkan uang Ra? Lihat, obatmu laku 230 juta. Kalau di jual secara umum, kamu akan menjadi orang paling kaya" ucap Carmila terkekeh


"Mungkin yang di ucapan kamu benar, karena aku memang sudah kaya sekarang" ucap Dara terkekeh


"Kau ini dasar.... Tapi memang bener sih, kamu tinggal tiduran aja uang ngalir sendiri ke kantong" ucap Carmila.


Mereka kemudian menyimak kembali pelelangan lainnya, dan sampai ke barang Dara yang ketiga yang di lelang. Itu adalah kalung Pink Diamond milik Dara, berlian itu adalah berlian murni dengan 85 karat. Dan berhasil di beli oleh orang dari negara E dengan harga 1,6 triliun.


"Wah, Kayaknya mulai hari ini aku akan bergantung padamu. Setiap pelelangan kamu selalu mendapatkan triliunan, ini Gila!" ucap Carmila lagi heboh. Untungnya jarak keduanya duduk dengan yang lain berjauhan jadi tidak ada yang mendengar ucapan mereka.


"Tidak masalah, aku juga tidak akan kekurangan uang" jawab Dara datar saja.


Meskipun terdengar bercanda, Dara serius dengan ucapannya. Ia tidak akan kekurangan uang, terlebih banyak sekali baru permata dan emas berserakan di ruang dimensinya.


Pelelangan pun masuk ke sesi terakhir, yakni lukisan karya Liu Yuanyi. Setelah di lakukan penelitian, lukisan itu berasal lebih dari 1000 tahun yang lalu.


Negara C, K dan J bertekad untuk mendapatkan lukisan itu. Ketiganya bersaing untuk mendapatkannya.


Persaingan itu akhirnya berhasil di menangkan oleh kolektor dari negara J yang merupakan salah satu keluarga terbesar di sana, dengan harga 17,6 Triliun.


Dara mendapatkan uang dari pelelangan dengan total 19,2 triliun setelah di potong biaya pajak pelelangan.


....


"Sepertinya aku tidak akan membayar makanan kali ini. Karena kamu sudah menjadi triliuner, kamu yang harus membayarnya" ucap Carmila sambil memakan makanan yang ada di depannya.


Saat ini keduanya tengah menikmati makanan di restoran bintang lima di dekat convention center.


"Ya makan sepuasmu, biar aku yang membayar" ucap Dara tidak keberatan.


Ia tidak masalah karena bagi Dara, tanpa Carmila ia juga tidak akan mendapatkan uang yang banyak dan juga cepat. Lagian Carmila juga Sahabatnya, jadi ia sama sekali tidak perhitungan dengan uang yang sedikit itu.


"Kapan kamu main ke rumahku. Yudha terus merengek ingin melihatmu" ucap Carmila.


"Hmm Minggu depan saja, kita akan ke taman hiburan. Aku juga akan membawa kedua adikku nanti" ucap Dara


"Woah, Yudha pasti sangat senang mendengar ini, dia sudah lama ingin bermain ke sana" ucap Carmila terkekeh.


"Ngomong-ngomong, apa kau tahu peluang bisnis yang sedang hits belakang ini?" tanya Dara.


"Aku dengar dari suamiku, kalau industri real estate paling banyak di minati belakangan ini" ucap Carmila.


"Real estate?" ucap Dara.


"Ya, perumahan memang paling banyak di minati, terlebih banyak sekali pasangan muda yang menyukai rumah minimalis sekarang" ucap Carmila.


Dara mengangguk dan memikirkan hal itu dengan baik.


"Bisnis kuliner juga tengah naik daun, apalagi jika tempat nya strategis dan Instragramable, pasti banyak yang datang" ucap Carmila


Setelah selesai makan keduanya pun pulang dengan mobil mereka masing-masing.


....


Pagi hatinya, Dara sudah bersiap berangkat kuliah karena ada kelas pagi. Saat sampai di mejanya, ia terkejut saat melihat banyak sekali cotetan berisi ejekan untuknya di sana.


Teman sekelas juga melihat ke arahnya dengan kasihan. Mereka tidak tahu siapa yang melakukan itu, karena saat mereka datang. Meja Dara sudah di penuhi coretan berisi ejekan, hinaan dan kata-kata kotor.


Dara duduk di sana dengan biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa. Itu hanya coretan orang tidak ada kerjaan dan itu tidak menyakitinya sama sekali. Dara tidak peduli dan duduk dengan tenang di sana.


Daffa datang 5 menit setelahnya dan berseri setelah melihat Dara.


"Hai Ra, kamu sudah datang" sapa Daffa dengan senyum semanis gula.


Namun senyumnya memudar saat melihat tulisan di meja Dara itu, ia langsung marah.


"Katakan siapa yang lakuin ini pada Dara???" teriaknya marah.


Seisi kelas hanya diam saja, karena mereka juga tidak tahu itu kerjaan siapa. Daffa kesal karena nya, ia akhirnya berinisiatif untuk menukar Meja Dara dengan meja lain.


Melihat kata-kata kotor, umpatan dan ejekan itu, Daffa menggeram marah. Ia memfoto meja itu dan melaporkannya pada Dosen. Dan Dosen berjanji akan mengurus semuanya setelah ini.


"Jangan takut ya Ra, aku akan membantumu menemukan pelaku yang melakukan perundungan terhadap kamu" ucap Daffa dengan cemas.


Dara hanya diam saja, baginya itu hanya masalah kecil. Ia tidak peduli, selagi tidak ada yang menyentuh tubuhnya. Ia masih bisa menahan diri.


.....


Saat pulang kuliah, ia melihat motor miliknya di preteli, dua bannya di ikat di atas pohon. Dara menghela nafas karena melihat motornya sudah tidak tidak utuh, bahkan body motornya tergeletak di atas tong sampah.


Tidak sengaja ia mendengar suara tertawa dari sekelompok pria tidak jauh dari sana.


"Lihat Rom, sepertinya si tonggos marah melihat motornya kita preteli" ucap salah satu pria di sana.


"Biarkan saja, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Lagian aku nggak takut dengan koneksinya yang mengenal keluarga Rukmana. Aku muak dengan gaya dia yang sok misterius dan pamer motor mahalnya atau mobil mahalnya itu. Sekarang mana bisa ia pamer motor mahalnya itu ha-ha" ucap Pria bernama Romeo.


Romeo adalah cucu dari keluarga cabang Pramana. Keluarga Pramana adalah salah satu dari tiga keluarga besar. Maka dari itu dia tidak takut dengan keluarga Rukmana yang merupakan keluarga kelas satu di ibukota.


Dara menghampiri sekelompok 4 orang itu dengan langkah yang tenang.


"Apa kalian yang membuat motorku seperti itu?" tanya Dara Datar dan dingin


"Ya!" Jawabnya sambil terkekeh


"Kenapa kau melakukan itu, apa aku pernah menyinggungmu?" tanya Dara masih bersabar dan bertanya alasan mereka melakukan itu.


"Tidak ada, aku hanya tidak suka dengan kamu yang sok berlagak di kampus. Kamu bahkan pernah lewat di depanku, biasanya orang menyanjung ku. Tapi kau terlalu bersikap sombong dengan lewat begitu saja tanpa melirik sama sekali" ucap Romeo.


"Hanya karena itu kamu merusak motorku?" tanya Dara lagi


"Ya, hanya karena itu. Kenapa? Tidak terima?" ucap Romeo.


Duak!!!


Tidak ada basa-basi lagi Dara menendang Romeo. Hanya dengan satu tendangan Romeo terbang sejauh 3 meter dan jatuh tersungkur di gerobak sampah samping gerobak yang mana ada motor Dara di sana.


PLAK!!!!


PLAK!!!!


PLAK!!!!


Tiga tamparan keras juga mendarat di pipi ketiga teman Romeo. Ketiganya mengalami cedera yang serius di leher mereka, bahkan empat gigi mereka langsung rontok begitu saja.


...•••••...