
Setelah pergi karena marah dengan kedua orang tuanya, Meta pergi menemui pacarnya di apartemen. Meskipun pacarnya bukan dari keluarga super kaya, namun Seno masih dari kalangan orang berada dengan total kekayaan 2 Milyar.
Dengan menangis ia menceritakan pada pacarnya itu kalau Keluarganya sekarang bangkrut. Ia meminta tolong pada pacarnya untuk memberikan uang buat tugas kuliahnya. Ia juga ingin tinggal bersama dengan pacarnya di apartemen. Namun Seno menolak setelah tahu Keluarga Meta sudah jatuh miskin.
Sebenarnya alasan Seno memacari Meta bukan karena cinta, melainkan karena Meta adalah perempuan cantik dan juga cucu orang kaya yang sangat naif.
Keluarga Purnomo (Keluarga Maria) merupakan keluarga kelas tiga dengan total kekayaan triliunan. Siapa yang tidak tergiur untuk meningkatkan status sosialnya, begitu juga Seno.
"Meta, maafkan aku, tapi sekarang aku ingin kita putus!" ucap Seno.
"Apa? Kamu bercanda kan sayang?" ucap Meta tertawa canggung.
"Aku tidak bercanda, aku serius ingin kita putus, aku sudah tidak bisa berbohong lagi, aku tidak pernah memiliki perasaan padamu" ucap Seno lagi.
"Apa tidak mungkin! Kamu pasti berbohong" ucap Meta
"Aku serius Meta, mulai saat ini kita putus!!" ucap mutlak Seno.
"Tidak! Kita nggak boleh putus. Aku sudah memberikan segalanya untuk kamu, aku nggak mau kita putus begitu saja! Aku mencintaimu Seno, apa kau tidak mengasihani ku?" ucap Meta.
"Itu bukan berarti kamu hanya berhubungan badan denganku!" kilah Seno
"Apa kau bilang? Kau pikir aku perempuan seperti apa? Aku menyerahkan mahkotaku dan menyerahkannya padamu, aku juga tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain. Selama aku menjadi pacarmu, aku selalu setia" ucap Meta
"Aku tidak peduli, aku ingin kita putus! Pergi kau dari sini!" ucap Seno sudah kehilangan kesabaran.
"Kau bajingan!!! Kalau begitu kembalikan semua yang sudah aku berikan padamu, termasuk apartemen ini. Aku yang membayar apartemen ini!" teriak Meta merasakan sakit yang begitu dalam di hatinya.
"Dasar bodoh, apartemen ini atas namaku, tidak ada bukti ini di beli menggunakan uangmu. Kamunya saja terlalu bego untuk di tipu. Dasar cewe naif menjijikan!!! Pergi kamu!!!" teriak Seno yang menyeret Meta keluar dari apartemennya.
Brak!! Brak!!
"Seno!!! Buka pintunya bajingan!!! kembali kan semua yang sudah aku kasih padamu!" teriak Meta.
Karena ia terus membuat keributan, ia pun di usir secara paksa oleh security apartemen. Ia merasa terhina dan juga hatinya hancur karena sudah kehilangan segalanya.
Keluarganya sudah jatuh miskin, pacar pun memutuskannya karena ia sudah tidak punya apa-apa lagi dan yang lebih menyakitkan, dia sangat bodoh karena menyerahkan harta berharganya untuk pria bajingan seperti Seno. Ia sudah kehilangan segalanya.
.....
Dara turun dari taksi sembari menenteng 5 box pizza itu. Security yang melihat pun membantu Dara membawanya masuk, kebetulan Dimas dan Ryan juga sudah pulang dari les-nya dan berjalan menghampiri kakaknya itu.
"Kakak beli pizza?" tanya Ryan berbinar.
"Woowww, kakak beli pizza" seru Dimas antusias melihat itu.
"Ya, kita makan pizza hari ini. Pak Agam, Tolong panggil semua pekerja. Ayo santap pizza bersama-sama" ucap Dara.
Agam tidak sungkan memanggil semua pekerja, dari ART, security, tukang kebun, supir dan yang lainnya.
Semua orang di star Mansion sudah terbiasa dengan perlakuan majikan kesayangan mereka itu. Semuanya bahagia memakan pizza ukuran besar itu dengan perasaan senang.
TING!!! NONG!!!
Ada tamu yang datang, semuanya menoleh ke arah pintu dan itu adalah Theo, karena semuanya sedang makan, Theo pun ikut bergabung ke sana dan makan bersama mereka.
Setelah Selesai menikmati pizza bersama-sama, Dara mengajak Theo ke ruangan kerjanya.
.....
"Dasar gadis bodoh!" ucap Dara saat melihat data yang di kirimkan oleh Theo.
Theo gaya diam menunggu instruksi dari bosnya itu. Ia menyerahkan hasil pantauan yang di minta Dara dan memberikan data itu setiap seminggu sekali atau saat ada keadaan darurat.
"Hah, memang pria tidak tahu malu" umpat Dara lagi saat melihat Data dari Pria yang sangat ia benci dalam hidupnya.
Ia juga melihat foto pria itu dan juga istrinya, ia menggeram marah. Ingatan Liu Annchi tergambar jelas, Wanita itu adalah Fang Yue yang saat ini menjelma sebagai sosok Maria.
Meskipun Maria terlihat lebih tua karena usianya sudah masuk 40 tahunan, sedang Fang Yue yang merupakan sahabat pengkhianat dulu adalah wanita berusia 23 tahun. Namun garis wajah sama mereka dan itu adalah wajah Fang Yue.
Sedangkan sosok Agung, Dara mengingat sosok putra pedagang terkenal di masa itu. Yang pernah mengejarnya dan berjanji akan menikahinya. Namun ia berakhir menikahi wanita lain, karena lamarannya tidak di terima oleh kaisar bintang saat itu.
"Sepertinya, kehidupan Liu Annchi dulu, di kehidupan ini justru menimpa ibuku dengan jalan cerita yang berbeda" ucap Dara dalam hati.
....
Dara masuk ke kamarnya, ia melihat gulungan yang di berikan oleh Kai sebelum ia pergi bertugas. Sekilas, itu seperti gulungan lukisan, tapi bukan itu..
Dara membukanya, ia terkejut dan terkekeh saat melihat isi gulungan itu. Isinya hanya sebuah gulungan yang berisi tulisan tangan, itu adalah curahan hati Kai tentang perasaannya.
Selama hidupnya, Dara belum pernah mendapatkan surat cinta, namun sekalinya dapat, bukan surat yang di tulis di kertas di dalam amplop. Tapi gulungan besar yang Kai tulis untuk menyatakan perasaannya.
"Astaga, dapat dari mana dia ide seperti ini" ucap Dara terkekeh
"Eh, apa ini... Butuh air untuk melihatnya?" gumam Dara melihat tulisan kecil di ujung tulisan.
Tak lama setelah itu, Dara seperti melihat kain itu Double, meskipun sulit. Dara mencoba melepaskan kedua kain yang merekat jadi satu itu.
Setelah beberapa saat, kertas itu akhirnya berhasil di pisahkan, kain itu kosong. Namun Dara ingat kata-kata terakhir itu, jadi ia mengambil teko berisi air di meja nakasnya dan mencipratkan air itu ke kain kosong di depannya.
Mata Dara terbelalak saat melihat sebuah gambar muncul di kain itu seperti sebuah lukisan.
Mine♥️ Created by. Kaisar R. Narendra
Dara tertegun melihat goresan lukisan yang di buat Kau, termasuk kata-kata di lukisan itu yang menyatakan kepemilikan.
Dia tidak menyangka, Kai bisa melukis. Meskipun Dara tidak melihat pasti siapa yang melukis, namun dengan aura yang kental milik Kai ada di lukisan itu. Jadi Dara percaya jika yang melukis itu tak lain adalah Kai sendiri.
...•••••...