
Flo dengan segera menyeret pria itu menuju ke lorong mall yang terlihat sepi agar tidak banyak orang yang melihatnya. Dara dan yang lain mengikutinya dari belakang sampai di lorong buntu ujung lorong sepi itu.
BRUGH!!!
Flo dengan keras mendorong orang itu hingga jatuh tersungkur sangat tidak estetik.
"Katakan siapa yang menyuruhmu? Kenapa kau ingin menikam Nyonya Narendra?" ucap Flo dengan nada yang datar dan dinginnya yang juga aura mendominasi miliknya menekan pria itu hingga membuatnya sulit berbicara.
Sarah yang juga merasakan aura mendominasi Flo, justru semakin bersorak bergembira dalam hatinya. Karena ia sangat menyukai wanita kuat dan menginginkan calon menantu yang kuat, baik mental dan fisiknya.
Sebenarnya ia akan menyetujui dengan siapapun Lingga berpasangan. Yang terpenting wanita itu adalah wanita baik-baik, dan mencintai putranya dengan tulus begitupun sebaliknya.
Namun jauh dalam hatinya ia berharap mendapatkan menantu idaman yang bermental baja, mandiri dan juga bisa beladiri.
Sarah berpikir, ia berasal dari keluarga yang sangat mendidik anggota keluarganya kuat, baik fisik maupun mentalnya. Di karenakan musuh keluarganya yang menargetkan ia dan keluarganya sangat banyak.
Begitu juga keluarga Narendra yang berasal dari kemiliteran dan juga bisnis yang sangat besar.
Sudah pasti kehidupan di keluarganya sangat keras, banyak sekali pihak yang bertentangan dengan keluarganya dan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan keluarganya. Jadi ia berharap bisa memiliki menantu yang bisa menjaga dirinya sendiri
Meskipun orang-orang dari keluarganya bisa menjaga menantu dari kejauhan. Namun jika menantunya bisa menjaga dirinya sendiri, itu lebih baik. Karena mereka tidak tahu kapan bahaya datang apalagi di saat kita lengah.
"Apa kau bisu hingga tidak bisa menjawab hah?" ucap Flo lagi setelah melihat pria itu tidak berkeinginan untuk menjawab.
BUGH!!!
"Aaakkhhh!!!" teriak pria itu saat Flo dengan keras menendang kepalanya dengan cukup keras, membuat kepalanya berdengung dan juga hidungnya berdarah.
"Nyonya muda, maaf sepertinya pria ini tidak ingin membuka suaranya. Apa yang ingin anda lakukan padanya?" tanya Flo pada Sarah
Ia menanyakan itu karena Sarah merupakan target di sini. Jadi ia memilih menanyakan terlebih dulu padanya.
"Terserah padamu, tapi aku ingin tahu siapa dalang di balik ini semua. Berani-beraninya dia menodongkan senjata tajam ke anggota keluarga Narendra. Nak Flo, apa kamu bisa membuatnya buka mulut?" tanya Sarah dengan lembut.
Ia penasaran dengan apa yang bisa di lakukan oleh Dara agar membuat pria itu mengatakan yang sebenarnya.
Sarah sebenarnya memiliki beberapa pemikiran tentang identitas pria yang hendak mencelakai dirinya. Karena beberapa waktu lalu keluarganya di negaranya memiliki konflik dengan salah satu kelompok di negara A.
"Kalau begitu biar saya membawanya, saya pastikan dalam 24 jam anda tahu siapa dalangnya. Tapi saya harus meminta izin ke nona Dara dulu" ucap Flo. Ia tetap meminta izin pada Dara, yang mana Dara adalah junjungannya.
"Bagaimana Ra?" tanya Sarah menoleh pada Dara.
"Kau lakukan saja yang menurutmu benar Flo" ucap Dara mengizinkan, ia percaya Flo bisa menanganinya.
"Baik" ucap Flo lalu ia menjentikkan jarinya.
Wusshhhh!!!
Dua orang yang memakai hitam-hitam tiba-tiba datang entah muncul dari mana, hal itu membuat Ajeng dan Sarah terkejut melihatnya.
"Alpha di sini Coach!" ucap salah satu dari dua orang berpakaian hitam yang tak lain adalah dua orang anggota Alpha pasukan GOD.
"Bawa orang ini ke markas Kuning!" perintah Flo pada dua orang itu.
Markas Kuning adalah markas GOD yang mana berada di ibukota, yang tak lain markas lama tempat Dara pertama kali mengetes kekuatan mereka. Selama masa kontrak sewa belum habis rumah itu akan di jadikan markas cabang atau markas sementara di ibukota.
"Baik Coach" ucap mereka.
Wusshhhh....
Tiba-tiba saja ketiganya menghilang dari sana setelah mengatakan itu, membuat Ajeng terkejut dan membolakan matanya.
"Kakak ipar, itu mereka beneran ngilang? Mereka manusia kan?" tanya Ajeng mengucek kedua maganya
"Yang kaya di film jepang dan box office gitu mah?" tanya Ajeng
"Ya, kurang lebih seperti itu" ucap Sarah
"Oooo...." Ajeng mengangguk paham.
Setelah kejadian itu pun mereka semua bubar pulang. Ajeng dan Sarah kembali ke Manor Narendra, sedangkan Dara dan Flo menuju ke markas Kuning.
....
Di Negara K.
Megan baru saja selesai melakukan operasi plastik dan belum sadarkan diri. Beberapa hari ini ia merasa kesal atas apa yang terjadi di Star Resto.
Tidak ada keluarga yang menemaninya saat ini, karena semua keluarganya tidak ada yang tahu jika Megan saat ini ke negara K untuk melakukan operasi plastik kembali untuk memperbaiki kontur wajahnya.
Tentunya ia juga tidak akan menyerah mendapatkan Kai dan akan melakukan apapun demi mendapatkan pria pujaannya itu.
Namun ia harus menahan keinginannya itu karena ia mementingkan memperbaiki wajahnya dan membuatnya kembali cantik lagi. Jadi urusan Dara dan Kai ia pikirkan nanti.
....
Di sebuah desa di kepulauan yang merupakan bagian dari negara. Tim Falcon masih terus melakukan perlawanan bagi organisasi yang memberontak pada negara mereka.
Sudah tiga hari ini mereka terus bersitegang dengan para pemberontak yang tidak ada habisnya meskipun hampir 80 persen pemberontak sudah di tangkap oleh tim falcon, dan saat ini mereka kembali ke barak militer untu beristirahat sejenak.
"Sedang apa bos?" tanya Nathan yang melihat Kai fokus pada ponselnya.
"Nggak usah tanya, pastinya bos mengabari nyonya Kaisar" bukan Kai yang menjawab pertanyaan Natahan tapi Rafael.
"Aduh yang punya tunangan, jadi iri" ucap Nathan
"Makanya cari pacar Nat" ucap Rafael
"Sialan lu, mentang-mentang udah punya Alice" sungut Nathan kesal pada Sahabatnya itu
"Eh bukannya lu sering nanyain sahabatnya Dara. Siapa tuh namanya, Manda ya? Lu naksir dia kan?" tanya Rafael mengingat tentang Manda
"Hmm, kayanya cinta pandangan pertama deh. Tapi gue ragu dia suka juga sama gue nggak, gue juga nggak tahu tuh cewek udah punya pacar belum" ucap Nathan
"Ya pepet dong! Ajak ketemuan, nanyain kabar kek terus cari tahu dikit-dikit" ucap Rafael
"Gimana mau ketemuan lagi, orang nggak lama kita makan di resto kita udah langsung dapet tugas. Terus juga gue nggak punya nomor teleponnya" ucap Nathan.
"Ya tanya sama Nona bos bege" ucap Rafael
"Takut di tolak gue" ucap Nathan
"Yah Cemen, badan doang yang gede. Lawan pemberontak aja berani maju paling depan, giliran masalah cewek mlempem kaya kerupuk kena air. Belum juga usaha udah mau nyerah aja, malu sama adek adek di luar sana yang masih SD tapi udah pacaran bahkan panggil ayah bunda. Lah lu udah tua gini masih takut aja, orang tinggal minta nomor telepon. PDKT dulu lewat HP. Baru deketin orangnya pas udah balik. Gitu aja repot" ucap Rafael.
"Iya juga sih, nanti deh gue minta ke Dara. Kali aja dia mau kasihin nomornya Manda ke gue" ucap Nathan
"Semangat Bro! Gue dukung dan berikan doa agar semuanya lancar" ucap Rafael menepuk pundak Nathan memberikannya semangat.
Sedangkan Kai tidak menyimak obrolan kedua sahabatnya itu. Karena waktu luangnya sangat sedikit, jadi ia sempatkan untuk berbagi kabar dengan tunangannya itu.
Karena mungkin beberapa saat kemudian ia harus siap siaga menghadapi pemberontak lagi, yang datang tiba-tiba.
...••••••••...
Maaf author update satu bab, soalnya author lagi pelatihan sensus pertanian selama beberapa hari sampai akhir bulan. Jadi waktu buat nulis minim, harap maklum ya🙏