
Tentu saja kalau mengikuti seleramu dan James, apartemen yang akan aku tempati termasuk apartemen kecil dan sederhana, bahkan mungkin kalian akan menganggap apartemen itu hanya seperti rumah susun bagi kalian orang-orang super kaya. Tapi bagi orang-orang sekelas aku, itu sudah cukup bagus. Kalau itu Serafina, dengan penghasilannya sebagai seorang model terkenal, tidak akan sulit untuk menyewa bahkan membeli apartemen mewah, termasuk apartemen mahal yang ada di tengah-tengah kota Roma.
Elenora berkata dalam hati sebelum menjawab pertanyaan dari Ornado, dengan membayangkan bagaimana kehidupan glamour dan mewah yang selama ini dijalani oleh Serafina.
Tapi bagiku yang masih memulai karirku, bahkan belum ada dua tahun ini, tentu saja apartemen ini sudah cukup bagus bagiku, karena aku harus menyesuaikan dengan budgetku. Bahkan untuk menyewa apartemen ini selama setahun, aku sudah mengambil sebagian dari tabunganku, karena aku tidak mau menerima bantuan dari kedua orangtuaku.
Elenora melanjutkan kata-katanya dalam hati sambil melempar sebuah senyuman manis ke arah Ornado dan Cladia.
“Bagiku apartemen itu sudah cukup bagus dan cocok dengan yang aku inginkan. Aku akan tinggal di apartemen Y.” Ornado langsung menyipitkan matanya mendengar Elenora menyebutkan apartemen Y yang akan ditempatinya, karena dia tahu tentang apartemen Y yang barusan disebutkan oleh Elenora.
“Apartemen itu memang paling dekat dari gedung kantor kita, tapi…. Apakah apartemen itu tidak terlalu kecil dan sederhana untukmu Elenora? Mengingat keluargamu juga bukan orang yang kehidupannya di bawah rata-rata, apa tidak ada apartemen lain? Apartemen itu pasti tidak ada bedanya dengan rumah susun.” Elenora hampir saja tertawa tergelak mendengar Ornado ternyata benar-benar menyamakan apartemen itu dengan rumah susun, tepat seperti yang sudah diperkirakan dia sebelumnya dalam hati.
(Rumah Susun atau disingkat Rusun, kerap dikonotasikan sebagai apartemen versi sederhana, walupun sebenarnya apartemen bertingkat sendiri bisa dikategorikan sebagai rumah susun. Rusun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama (UUD Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun). Rusun menjadi jawaban atas terbatasnya lahan untuk pemukiman di daerah perkotaan).
Padahal menurut Elenora, apartemen itu walaupun bukan termasuk apartemen mewah, tapi cukup rapi dan lingkungannya terlihat bersih dan menyenangkan baginya.
“Tidak sejelek itulah Ad. Lumayan bersih dan fasilitasnya juga lumayan kok. Bahkan lebih bagus dari hotel kelas melati mungkin.” Elenora berkata sambil tertawa kecil, karena tiba-tiba saja dia mulai membandingkan apartemen itu dengan kamar presidential suit room hotel yang ditempati oleh James, yang sempat dia lihat infonya dari website.
(Hotel Melati adalah other star hotel yaitu suatu usaha akomodasi yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, di mana setiap orang dapat menginap, makan, memperoleh pelayanan dan menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran, dan belum memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang ditentukan Direktorat Jenderal Pariwisata tetapi telah memenuhi kriteria hotel melati yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Diparda). Hotel melati identic dengan hotel yang bertarif murah dengan fasilitas yang dianggap kurang lengkap, dan jauh dari kata mewah).
Jika dibandingkan dengan kamar hotel yang ditempati oleh James sekarang, luasan apartemen yang akan ditempati Elenora, tidak lebih dari seperlima dari luasan kamar hotel tempat James tinggal.
Belum lagi jika membicarakan tentang fasilitas yang ada di apartemen itu dan kamar hotel yang ditempati oleh James, sehingga perbedaannya sungguh jauh, dan tidak bisa dibandingkan.
Apalagi jika dibandingkan dengan rumah Ornado yang luasnya, kemewahan dan indahnya tidak kalah dari istana Gracetian yang dikenal akan kesan eksotik dan keindahan, serta kemewahannya itu.
"Apa kata orangtuamu dan auntie Carina kalau mengetahui bahwa calon menantunya tinggal di rumah susun?" Ornado yang mengatakan hal itu dengan dahi terlihat mengernyit, membuat Elenora tertawa kecil.
"Ad, apartemen, bukan rumah susun." Penegasan yang dilakukan Elenora mau tidak mau membuat Cladia ikut tertawa.
"Sudahlah Al, Elenora pasti sudah memikirkannya dengan baik, kenapa memilih apartemen itu." Cladia berkata lembut kepada Ornado.
"Maaf Ad, aku tidak mau, justru aku tahu jika apartemen yang aku pilih jauh dari kantor akan membuatmu repot dan ikut memikirkan tentang aku. Aku tidak mau itu." Elenora dengan cepat membalas perkataan Ornado.
"Ad, biarkan saja seperti ini untuk sementara waktu. Aku juga ingin mandiri seperti katamu. Aku tidak mau orang lain berpikir aneh tentangku dan mempertanyakan darimana dan dari siapa aku memperoleh semua fasilitas itu. Aku harus memenuhi janjiku kepada James tidak akan membiarkan orang lain tahu tentang hubunganku dengannya, termasuk hubunganku dengan kalian bedua." Mendengar perkataan Elenora cukup membuat Ornado sedikit menarik nafas panjang.
Mau tidak mau Ornado memikirkan bagaimana sikap James selama ini kepada Elenora, membuat Ornado merasa sedikit gemas pada James yang menurutnya tidak bisa menilai dengan baik orang seperti apa Elenora, dan justru sibuk mencari cara untuk menolak perjodohan mereka.
Elenora adalah gadis baik-baik, dengan tipe gadis yang rela melakukan apapun untuk laki-laki yang dicintainya. James benar-benar akan rugi besar jika melepaskan gadis yang tulus seperti ini. Sampai waktunya tiba, jika James tetap mengeraskan hatinya, sepertinya mau tidak mau aku harus mulai campur tangan terhadap hubungan mereka.
Ornado berkata dalam hati sambil mulai memikirkan tentang bagaimana cara menyelesaikan kasus beberapa tahun lalu yang membuat James mulai sakit hati dan marah terhadap Elenora, dan juga penyebab kenapa malam itu tiba-tiba Elenora menghilang tanpa kabar secara tiba-tiba.
Berharap dengan menemukan kebenaran itu, bisa membuat hati kekecewaan James terobati dan mau memaafkan Elenora.
"Oke kalau begitu, sudah hampir gelap, sebaiknya kita bersiap untuk menikmati makan malam kita. Dan untuk malam ini kita harus lebih cepat beristirahat karena pagi-pagi besok kita akan terbang ke Bali. Sepanjang hari besok, akan menjadi hari yang sibuk bagi kita." Ornado berkata sambil bangkit berdiri, lalu membungkukkan tubuhnya di hadapan Cladia, dengan tangan terulur untuk membantu Cladia berdiri.
Begitu Cladia sudah bangkit dari duduknya, Ornado segera mengambil posisi berdiri di samping Cladia, dan langsung meraih pinggang Cladia, melingkarkan lengannya di sana dan mengajak Cladia untuk masuk ke rumah.
Lagi-lagi pemandangan manis dan romantis antara Ad dan Cladia yang sungguh menyejukkan hati.
Elenora berkata dalam hati sambil berjalan menyusul mereka berdua, dengan senyum tersungging di waiahnya melihat bagaimana manisnya Ornado memperlakukan Cladia.
# # # # # # #
"Elenora...." Cladia memanggil nama Elenora sambil mengetuk pintu kamar Elenora dengan punggung telapak tangannya.
Beberapa detik kemudian, dengan sikap ragu, Elenora membuka pintu kamar yang ditempatinya, dan menyembulkan kepalanya dari balik pintu, bersikap seperti anak kecil yang merasa ketakutan setelah ketahuan mengambil permen tanpa ijin orangtuanya.
"Pa... pagi Cladia." Dengan suara serak dan terdengar ragu, Elenora menyapa Cladia yang langsung mengernyitkan dahinya melihat sikap Elenora yang terlihat gugup dan ada kesan takut di wajahnya.