
“Ayolah Ad… beri sedikit bocoran padaku. Jangan membuatku tidak bisa tidur malam ini karena merasa begitu penasaran.” Afro yang merasa begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada kakak kandungnya, langsung mendesak Ornado untuk menceritakan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada James.
Mendengar Afro berkata dengan nada memohonnya, bukannya membuat Ornado bermurah hati memberitahukan apa yang terjadi, tapi justru membuatnya tertawa geli dan emrasa senang sudah berhasil membuat Afro begitu penasaran.
Bagaimana bisa aku menceritakan pada Afro bahwa di sini James sudah memaksa Elenora untuk menikah dengannya tanpa memberitahukan hal itu kepada siapapun. Dan aku bahkan belum memarahi James atas tindakan tidak masuk akalnya itu. Awas saja kalau James melakukan itu hanya untuk mempermainkan Elenora! Bisa-bisanya dia memandang remeh sebuah pernikahan yang sakral!
Ornado mengomel dalam hati karena teringat bagaimana Fred yang akhirnya memberanikan diri untuk memberitahukan padanya tentang apa yang sudah dilakukan James pada Elenora, daripada ke depannya Ornado tahu dari orang lain, yang pasti akan membuat Ornado memarahinya habis-habisan karena tidak terima, atau bahkan memberikan hukuman berat padanya.
Bagi Fred, lebih baik dia menerima kemarahan James, karena masih ada Ornado yang akan bersedia membantunya.
Akan tetapi, jika sampai dia membuat marah Ornado, Fred tahu bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menolongnya, kecuali... tentu saja nyonya besarnya Cladia Sanjaya.
Tapi meminta bantuan seorang wanita untuk menyelamatkannya, rasanya Fred memilih untuk menerima hukumannya daripada melakukan hal seperti itu.
Meskipun Ornado memarahi Fred habis-habisan karena sudah membantu James melakukan hal yang bagi Ornado sungguh tidak berperasaan, tapi memikirkan bagaimana mungkin itu dilakukan James untuk alasan lain yang bisa diterima akalnya, Ornado memutuskan untuk diam sampai dia sendiri berbicara dengan James secara pribadi.
Bagaimana bisa sebagai pria terhormat seperti James, seorang Xanderson sejati, memaksa wanita yang dicintainya menikah dengan cara seperti itu? Sungguh tidak dapat dipercaya! Apa dia tidak memikirkan bagaimana perasaan kedua orangtuanya dan orangtua Elenora? James ini sepertinya banyak bergaul dengan teman-teman wanitanya, tapi tentang bagaimana mendapatkan hati wanita yang dicintainya, kemampuannya sungguh nol besar.
Ornado kembali berkata dalam hati sambil berdecih kecil karena cukup jengkel jika ingat tentang hal itu, apalagi Elenora juga gadis baik-baik dan polos yang juga dikenalnya.
“Tidak. Lebih baik dia sendiri yang memberitahukannya kepada kalian semua. Karena memang begitu seharusnya. Aku sebagai saudara sepupu kalian hanya bisa memberitahukan apa yang terbaik, tapi tidak berhak memutuskan apapun tentang kehidupan pribadi kalian. Oke Afro, masih banyak yang harus aku lakukan. Atur saja pertemuan dengan mereka atas namaku seperti yang aku bilang sebelumnya. Kabari aku jika kamu mengalami kesulitan saat berbicara dengan mereka.” Ornado mengakhiri panggilannya dengan membiarkan Afro dalam rasa penasarannya.
“Selamat siang Pak Ornado.” Setelah mengakhiri panggilannya dengan Afro, Ornado segera melakukan panggilan dengan Alex yang langsung memberikan salamnya dengan nada hirmat begitu melihat siapa yang sudah menelponnya.
“Siang Alex, apa kamu sudah mendapatkan info yang aku minta tadi siang?”
“Sudah Pak Ornado. Laki-laki itu biasa dipanggil dengan nama Dante, sudah hampir 10 tahun dia menjadi orang yang selalu berada di samping pak Dario. Dia seorang yatim piatu. Ayah kandungnya meninggal ketika mengerjakan proyek bangunan di tempatnya bekerja, ibunya meninggal setelah dihajar dan jatuh dari tangga apartemen oleh ayah tirinya yang tukang mabuk, dan suka menyiksa ibu kandung Dante dan Dante sendiri.” Ornado mendengarkan penjelasan Alex dengan wajah serius.
“Dari keterangan beberapa orang, mengatakan bahwa sejak lahir Dante mengalami cacat di wajahnya, karena ketika hamil, ibunya banyak mengkonsumsi obat-obatan dan minum minuman keras. Tapi sepertinya, setelah bergabung dengan pak Dario, dia banyak melakukan operasi plastik yang berhasil mengubah wajahnya menjadi seperti yang sekarang ini. Info lain juga ada yang mengatakan bahwa sebenarnya dia dicurigai sebagai pelaku pembunuhan atas ayah tirinya dengan motif dendam, tapi sampai sekarang tidak ada bukti yang bisa membuatnya terjerat oleh hukum.” Penjelasan selanjutnya dari Alex membuat Ornado menarik nafas dalam-dalam.
Apa kamu suka sekali memelihara binatang liar Dario? Sekedar hobi? Atau kamu ingin menyerang seseorang dengan menggunakan perliharaanmu? Jika kamu benar-benar tidak pakar dalam menjinakkan binatang liar, kamu bisa menjadi korban keganasan binatang peliharaanmu sendiri. Dan saat itu terjadi, pasti akan sangat menyakitkan, dan juga terlambat untuk disesali.
Sebuah beban yang bertahun-tahun lalu selalu saja dipikulnya tanpa berniat melepasnya, karena dia begitu menghargai Alberto, papanya.
Apapun itu aku masih bisa memaafkan dan memberi kesempatan, asal tidak mengusik amore mio, yang merupakan segalanya bagiku.
Ornado kembali berkata dalam hati, dan kembali fokus pada panggilan teleponnya.
"Cari info tentang keberadaan laki-laki bernama Dante itu. Aku ingin agar kamu memastikan bahwa dia tidak mendekati ibu Cladia dalam jarak kurang dari 1 km."
"Pak Ornado... dari info yang saya dapatkan. Baik Dante maupun pak Dario sudah memesan tiket untuk kembali ke Italia besok pagi."
"Mmmm... ternyata dia benar-benar kembali ke Italia...." Ornado bergumam pelan.
"Kalau begitu segera info tim keamanan kita di Italia, agar mereka yang melanjutkan untuk mengamati pergerakan Dante di sana. Dan kamu, juga harus selalu siaga untuk terus mengembangkan info yang kamu dapat tentang Dante dan selalu mengawasinya, agar dia tidak lagi memiliki kesempatan untuk mendekati bu Cladia."
"Baik Pak Ornado." Dengan cepat Alex menjawab perintah dari Ornado.
"Kalau begitu, lanjutkan tugasmu. Aku harus mengurus hal lain setelah ini." Setelah menyelesaikan kata-katanya, Ornado langsung menutup panggilan teleponnya.
Beberapa saat Ornado memandang ke arah laut lepas, sambil mengingat bagaimana sosok Dario yang selelu terlihat ramah pada siapapun, termasuk padanya.
Ornado juga teringat bagaimana Alberto selalu berpesan, agar mereka tetap menjaga hubungan baik diantara keduanya seperti saudara kandung, meski mereka tidak memiliki ikatan darah sama sekali.
Sambil menghela nafasnya, Ornado mengalihkan pandangan matanya dari lautan lepas kembali ke arah layar handphonenya, dan mulai melakukan panggilan pada James.
"Hallo Ad." Suara James yang terdengar ogah-ogahan karena dia baru saja melakukan pertemuan dengan beberapa pegawai di pabrik penyamakan kulit dan membuat energinya terkuras itu, membuat Ornado menarik nafas panjang.
Hah... tentu saja dia jadi seperti layangan yang putus talinya. Baru saja menikah tapi aku sudah memberinya tugas yang membuatnya terpisah dari Elenora. Salah sendiri, siapa suruh dia menikah dengan cara aneh seperti itu, dan tidak memberitahukan padaku sedikitpun tentang tindakan gilanya itu!
Rasa jengkel dalam hati Ornado kembali muncul karena mengingat bagaimana James yang sudah melakukan hal yang bagi Ornado tidak pada tempatnya, dan tanpa memberitahunya, apalagi meminta pendapatnya, membuat Ornado terus mengomel dalam hati.