
"Sedari dulu, gengsi James memang tidak kepalang tanggung. James memang paling gengsi kalau diminta untuk mengakui perasaannya, apalagi rasa sukanya pada Elenora, yang kamu tahu sendiri, dari cara berpakaian dan penampilannya memang kadang terlihat kurang menarik bagi orang yang belum mengenalnya, apalagi bagi para pria yang lebih melihat wanita dari penampilan fisik saja. Padahal seperti yang kamu lihat, begitu kamu mengubah cara berpakaiannya saja sudah membuatnya terlhat berubah seratus delapan puluh derajat dari aslinya. Wanita akan terliaht cantik di depan pria yang mencintainya dengan tulus. James maupun Elenora harus banyak belajar tentang itu." Ornado menghentikan kata-katanya, sambil tangan kirinya bergerak meraih tangan kanan Cladia dan menggenggamnya dengan erat, lalu membawanya mendekat ke arah bibirnya, dan menciumnya dengan mesra.
"Cukup lama James menahan perasaan cintanya pada Elenora, sampai suatu hari saat salah seorang temannya mengundang untuk acara pesta ulangtahunnya, James sengaja mengajak Elenora untuk pergi bersamanya sebagai pasangannya, sebelum minggu berikutnya, James sudah berencana mengajak Elenora pergi berdua untuk menyatakan perasaan cintanya pada Elenora, dan memberitahukan kepada keluarganya tentang itu. Malam itu James sengaja mengajak Elenora ke acara pesta ulang tahun temannya, karena sebenarnya dia ingin orang melihat bahwa dia memang memiliki perasaan khusus pada Elenora. James ingin teman-temannya melihat itu. Tapi siapa sangka kalau semuanya berakhir berantakan saat itu." Ornado menghela nafasnya sebentar sebelum melanjutkan bicaranya.
"Malam itu Elenora ingkar janji dan tidak datang menemui James. James pulang ke mansion keluarganya dengan amarah yang tidak terkendali karena sudah dipermalukan oleh teman yang mengadakan pesta, yang tiba-tiba tanpa seijin James mengumumkan di depan banyak orang bahwa James adalah kekasihnya. Dan malam itu, bukan hanya tidak muncul di hadapan James, tapi Elenora tiba-tiba saja menghilang tanpa pesan dari kota Roma, seperti ditelan bumi. Kalau aku menilai, alasan utama kemarahan James bukan karena teman perempuannya yang mengaku-aku sebagai kekasihnya, tapi karena menghilangnya Elenora, yang saat itu membawa badai kesedihan dan putus asa pada James." Cladia sedikit mengernyitkan dahinya mendengar cerita dari Ornado.
"Bahkan waktu itu, kedua orangtua Elenora juga ikut pergi meninggalkan kota Roma, dan sulit untuk dihubungi. Beberapa waktu setelah kepergian Elenora, James seperti orang gila yang pergi ke sana kemari dengan para teman-teman wanitanya yang sengaja dia pilih dari kalangan orang kaya, modis dan juga cantik, bahkan para artis muda dan terkenal. Meskipun merek hanya sekedar jalan-jalan, berlibur, menghabiskan waktu, tanpa terlibat hubungan serius, apalagi percintaan. Dimana ada gadis cantik yang populer dan diinginkan banyak pria, James akan langsung mendekatinya. Namun begitu sang gadis menyatakan rasa suka atau cintanya kepada James, saat itu juga James akan lagnsung pergi dan memutuskan komunikasinya dengan gadis itu." Lagi-lagi Ornado menghela nafasnya.
"Meskipun James tidak pernah memiliki hubungan percintaan dengan siapapun, namun dia selalu dikelilingi oleh para gadis cantik yang begitu memujanya, dan beberapa dari mereka dengan terang-terangan menyampaikan keinginan mereka untuk bisa menjadi nyonya Xanderson. Semuanya bagi James hanya dianggap sebagai teman untuk mengisi kekosongan hatinya. Akan tetapi tidak ada satupun yagn berhasil membuat James jatuh cinta pada salah satu dari mereka. Ah... bukankah sudah pernah aku katakan padamu? Bahwa kami para keturunan Xanderson, hanya pernah sekali mengalami jatuh cinta pada wanita kami? Seperti burung merpati?" Ornado berkata sambil menatap ke arah Cladia dengan tatapan mesra.
(Merpati merupakan salah satu hewan paling cantik dan elegan yang pernah ada di dunia ini. Burung yang satu ini adalah burung yang cukup populer dan merupakan keluarga dari burung Columbidae. Sebagai burung yang romantis, Merpati sering dianggap sebagai representasi dari percintaan.
Ternyata, mengutip dari Livescience, ungkapan dari burung Merpati adalah lambang percintaan berasal dari Abad Pertengahan. Selain itu, hal ini didasari pada mitologi Yunani yang mengatakan bahwa Dewi Aphrodite yang merupakan dewi cinta sering bermain dengan burung Merpati. Bahkan terkadang Merpati mendarat di tangan sang dewi.
Bukan hanya itu, burung Merpati sering dianggap mewakili monogami dan kesetiaan dalam suatu hubungan. Reputasi cinta mereka begitu kuat karena memang tindakan dari sang burung itu sendiri. Saking kuatnya, ada beberapa resep ramuan cinta yang harus menggunakan hati burung merpati di abad pertengahan.
Hewan ini dikenal sebagai simbol kesetiaan dan pasangan yang saling menyayangi. Dari keluarganya, burung merpati memang dikenal sangat setia jika dibandingkan dengan jenis hewan lainnya. Burung merpati hanya akan mencari pasangannya sekali seumur hidup. Hewan ini akan setia bersama sampai salah satu di antaranya mati.
"Setelah bertahun-tahun menghilang, tiba-tiba saja Elenora kembali ke Roma, dan kuliah di salah satu universitas terbaik di Roma. James yang waktu itu masih menyimpan kemarahan kepada Elenora, bahkan tidak mau menemui Elenora yang datang berkunjung bersama kedua orangtuanya ke mansion keluarga James setelah bertahun-tahun mereka terputus komunikasinya. Menurutku, salah satu alasa kenapa James memutuskan untuk ikut denganku ke Indonesia, juga karena ingin menghindari dan sedikit melupakan masalah Elenora." Ornado berkata sambul mengerucutkan bibirnya, dengan kening yang berkerut, memikirkan tentang apa yang terjadi antara Elenora dan James.
"Ah, sebelumnya James pasti sangat mencintai Elenora, karena itu… efek sakit hati yang ditimbulkan akibat kepergian Elenora membuat James bersikap dingin dan seenaknya kepada Elenora.... Semakin kita mencontai seseorang, semakin menyakitkan saat orang itu pergi dari kita." Cladia berkata lirih, nyaris seperti sebuah bisikan.
"Benar. Bahkan menurutku, sampai sekarang sebenarnya James masih tergila-gila pada Elenora. Hanya karena gengsinya, dan belum bisa melupakan rasa kecewa dan sakit hatinya, James mencoba menjauhi Elenora, dan menolak mentah-mentah perjodohan mereka." Ornado langsung membenarkan perkataan Cladia.
"Apa kamu tahu Al? Apa alasan dibalik menghilangnya Elenora waktu itu?" Pertanyaan Cladia langsung dijawab dengan sebuah gelengan kepala oleh Ornado.
"Tidak, waktu itu aku juga masih berusia remaja, dan belum berpikir bahwa kejadian itu akan membawa dampak yang begitu besar bagi James. Saat itu aku sendiri sedang serius belajar tentang bisnis keluargaku. Tidak ada waktu bagiku untuk memikirkan hal seperti itu. Apalagi, seperti kataku tadi, hanya satu gadis dalam hidupku yang bisa membuatku memikirkannya tanpa henti, dan tidak pernah berhenti untuk merasa penasaran dan ingin tahu hal sekecil apapun tentang dia." Ornado berkata dengan mata birunya menatap mesra ke arah Cladia, yang hanya bisa tersenyum menyadari bahwa gadis yang sedang dibicarakan oleh Ornado dengan wajah terlihat begitu antusias itu adalah dia sendiri.