My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MALAM PANJANG



"Sweety…. Kamu yang sudah mengingatkanku tentang hal itu. Itu artinya kamu dengan senang hati sudah mempersilahkanku. Jadi, jangan sampai kamu menyesal jika malam ini kamu benar-benar tidak aku berikan kesempatan untuk tidur dengan nyenyak." Jawaban dari Alvero yang dibisikkan dengan lembut dan suara mesra, mau tidak mau membuat Deanda meringis sambil menggigit bagian bawah bibirnya, karena dia yakin sepenuhnya apa yang sedang dimaksudkan Alvero barusan.


Sepertinya malam ini yang mulia tidak akan menarik kata-katanya barusan. Wah, aku benar-benar sedang mencari masalah barusan. Berani-beraninya aku membangunkan singa yang sedang tertidur nyenyak. Ini akan menjadi malam yang sangat panjang.


Deanda berkata dalam hati dengan sikap pasrah, karena dia tahu pasti bagaimana karakter suaminya yang begitu menyukai tentang hal yang berhubungan dengan kegiatan intim mereka di atas tempat tidur, yang membuat mereka semakin hari semakin saling mencintai.


Seperti yang aku angan-angankan, liburan kali ini sepertinya benar-benar akan menjadi babymoon yang menyenangkan untuk kami berdua. Akan ada banyak kenangan indah dan romantis yang kami ukir selama liburan ini. Malam ini tidak akan aku biarkan waktu berlalu dengan sia-sia tanpa menikmati kebersamaan bersama my sweety.


Alevero berkata dalam hati dengan wajah bahagianya, membuatnya tanpa sadar melangkah dengan dengan sedikit cepat, karena begitu ingin segera berada di kamar yang sudah disiapkan Ornado untuknya dan Deanda.


Agar secepatnya, Alvero bisa segera memiliki waktu pribadi, berdua bersama dengan Deanda.


Bagi Alvero, rasanya tidak sabar untuk menikmati waktu berduanya bersama istri tercintanya itu di dalam kamar, menikmati babymoon yang sudah dipersiapkannya dnegan baik.


# # # # # # #


"Dave, Laurel, apa kalian akan ke kamar kalian, atau ada rencana lain?" Ornado yang masih berada di area kolam renang, duduk di joglo bersama Dave dan Laurel, langsung bertanya kepada mereka berdua setelah rombongan Alvero menghilang dari pandangan mata mereka.


"Aku masih ingin di sini." Laurel berkata sambil dengan sikap manja menyandarkan kepalanya ke bahu Dave yang langsung mengelus bagian belakang kepala Laurel dengan lembut.


"Aku juga mau di sini sebentar lagi Ad, aku mau menikmati angin laut dan suara ombak yang rasanya menenangkan sekali." Cladia berkata sambil melipat kedua tangannya di depan perutnya, dengan kedua tangannya masing-masing memegang bagian ujung stole yang dikenakannya, agar stole itu menempel erat di tubuhnya.


(Stole, ada yang lebih mengenalnya dengan sebutan stola. Tidak sedikit orang yang menamainya shawl, selain scraft dan phasmina. Banyak perempuan Indonesia mengenalnya sebagai selendang. Apapun namanya, kain dengan beragam motif, bahan serta ukuran itu acapkali dipakai perempuan dalam berbagai acara dan gaya.


Shawl atau dalam bahasa Indonesia seringkali disebut dengan syal adalah secarik akin yang bisa dililitkan di kepala, leher, pinggang atau sekedar aksesori yang diikat pada tas. Bentuknya bisa beraneka macam: panjang, segitig atau segiempat.


Keberadaan stola sendiri dikenal awal abad 19 di pusat gaya dunia, Prancis dengan nama shawl. Sebagai pelengkap fashion, bentul stola sangat sederhana. Fungsinya ketika itu lebih untuk menutupi bahu, badan bagian atas serta lengan. Lebih sering dikenakan sebagai pelindung kepala. Bentuk segitiga sederhana banyak lebih banyak dikenal saat itu).


Sejak kejadian 5 tahun lalu yang membuatnya trauma terhadap laki-laki dan merasa tidak nyaman jika berada di keramaian, Cladia belum pernah mengunjungi pantai seperti hari ini.


Lamanya waktu yang dia lalui tanpa berani pergi kemana-mana, membuatnya sedikit lupa tentang bagaimana bau laut dan keindahannya.


Sehingga hari ini, sejak menginjakkan kakinya di pulau Bali, yang disebut juga pulau dewata itu, membuat Cladia ingin menikmati setiap detik waktu yang dia jalani di tempat ini.


(Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasi seni budayanya, khususnya bagi oara wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata, karena kentalnya budaya Hindu, seperti banyaknya sesaji yang dipersembahkan untuk dewata penjaga di berbagai tempat dan sudut di Bali. Selain itu, Bali juga dikenal dengan Pulau Seribu Pura, karena mayoritas penduduk di Bali beragam Hindu, sehingga ada banyak pura di pulau ini. Pura adalah tempat ibadah bagi umat Hindu).


Melihat tindakan istrinya, dengan cepat Ornado membenarkan letak stole yang sengaja dipakai oleh Cladia untuk menutupi bagian atas tubuhnya agar terlindung dari hembusan angin malam di tepi pantai, meskipun sebenarnya Cladia sudah memakai pakaian dengan bahan kain yang cukup tebal.


Setelah menutup rapat bagian atas tubuh istrinya dengan stola, Ornado segera mendekatkan tubuhnya sendiri ke arah Cladia, dan langsung merengkuh bahu Cladia, membawanya ke dalam pelukannya agar bisa menyalurkan kehangatan tubuhnya pada istri tercintanya.


Di dalam pelukan Ornado, Cladia yang matanya menatap ke arah lautan lepas di depannya tampak menyungingkan senyum bahagianya, menunjukkan bahwa keberadaan Ornado di sampingnya sungguh membuatnya merasa begitu nyaman dan aman.


James yang duduk tidak jauh dari posisi Ornado hanya bisa menghela nafasnya, melihat bagaimana kedua pasangan itu tampak begitu mesra dan saling mencintai.


Sekilas diliriknya Elenora yang duduk cukup jauh darinya, sedang mengobrol dengan Alex dan salah seorang penjaga lain yang merupakan anak buah Alex. Dan hal itu membuat James kembali menghela nafasnya dalam-dalam dengan wajah terlihat begitu tidak nyaman, namun tidak dapat berbuat apa-apa.