
Pemandangan romantis itu justru membuat kepala James semakin terasa pening dan merasa menjadi lajang yang harus menerima nasib buruknya karena tidak memiliki pasangan, meskipun sebenarnya Elenora adalah calon istrinya secara status yang sudah disematkan oleh keluarga mereka berdua.
Tapi pikiran James yang masih belum bisa menerima keberadaan Elenora sebagai calon istrinya, tapi di satu sisi tidak bisa memungkiri perasaan tertariknya pada Elenora membuat James tertekan sendiri.
Adanya Alaya yang juga masih lajang, dan ikut menambah suasana ramai, cukup membuat James merasa memiliki teman senasib, tapi matanya yang sulit lepas dari pengamatannya kepada Elenora, justru membuatnya merasa uring-uringan sendiri.
Karena sebelum Ernest, James bisa melihat bahwa Alex yang beberapa kali berada di area pesta.
Alex terlihat mondar-mandir disana untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar.
Dalam pandangan mata James, Alex terlihat sengaja selalu berjalan melewati tempat Elenora berada saat dia memasuki area pesta.
Dan saat melewati Elenora, minimal sebuah senyuman, atau pembicaraan kecil langsung dilakukan oleh Alex kepada Elenora, yang meskipun tidak banyak bicara, minimal sebuah senyuman atau anggukan kepala dia berikan kepada Alex.
“Lupakan saja keinginanmu untuk mendekat ke arah Elenora jika kamu tetap ingin menutupi status Elenora di depan para pengawal dan pegawai Bumi Asia yang lain. Bukankan itu yang selama ini kamu inginkan?” Bisikan Ornado di telinganya, membuat James hanya bisa diam dan menghentikan niatnya untuk bergerak.
Sepertinya liburan kali ini akan membuat James tersiksa karena ternyata keberadaan Elenora cukup menarik minat para pria untuk bergaul dekat dengannya. Bagus! Semoga setelah pulang dari liburan kali ini, James segera menyadari perasaannya yang sebenarnya kepada Elenora sebelum semuanya terlambat dan meninggalkan penyesalan lebih besar lagi bagi James.
Ornado berkata dalam hati sambil menjauhkan bibirnya dari telinga James, dan tersenyum melihat bagaimana James mengepalkan tangannya di bawah meja.
Dari situ Ornado tahu bahwa James sedang bergulat dengan pikiran dan hatinya sendiri yang tidak sinkron sama sekali terhadap sosok Elenora, seperti orang yang dalam kondisi benci tapi rindu.
Cih, lama-lama James terlihat seperti orang munafik yang terlihat sangat menyebalkan. Sungguh menggelikan. Tidak berani jujur meraih dan mengambil apa yang diinginkan hatinya. Apa sudah waktunya aku meminta Afro menyelidiki tentang apa yang terjadi belasan tahun lalu itu? Membuatku tidak sabar saja sikap kekanak-kanakan James ini!
Ornado berkata dalam hati sambil melirik ke arah James yang wajahnya terlihat begitu tidak nyaman, meskipun dia berusaha keras untuk bersikap tenang karena tidak jauh dari tempatnya duduk, duduk rombongan kelurga Gracetian.
James juga tidak ingin menjadi orang yang merusak suasana bahagia yang sedang dinikmati Alvero dan keluarganya, termasuk para pengawal dan pelayan pribadi yang diajaknya berlibur.
Dan itu artinya juga Ernest yang sekarang sudah duduk berhadapan dengan Elenora, bahkan Erichpun ikut duduk menyusul di sana.
Sehingga dari jauh, James bisa melihat bagaimana nyonya Rose, Elenora, Erich dan Ernest duduk dalam satu meja bulat, menikmati sajian makan sambil sesekali berbincang dengan suasana santai.
Erich dan Ernest sendiripun berusaha membaur dengan orang-orang yang dibawa oleh Ornado, meskipun Erich lebih banyak mengikuti Ernest kemanapun dia pergi, tanpa banyak bicara, hanya sesekali memaksakan bibirnya tersenyum untuk memberikan kesan sopan, tidak lebih dari itu.
Sial! Kenapa hari ini seharian pikiranku dikacaukan oleh keberadaan gadis kampungan itu? Sepertinya aku sudah melakukan kesalahan besar dengan mengajaknya ke sini. Lebih baik dia menjalani pelatihan bersama Fred dan Dodi dibandingkan dia berada di tempat ini. Paling tidak di sana aku bisa meminta seseorang untuk mengawasi mereka. Di sini apapun yang dia lakukan di depan mataku bahkan membuatku tidak bisa berbuat apa-apa karena terlalu banyaknya pasang mata orang yang ada di sini.
"Apa benar begitu James?" Suara pertanyaan yang diucapkan Ornado secara tiba-tiba di dekat wajah James, membuat James sedikit tersentak.
"Ah, ya? Kenapa?" James balik bertanya dengan wajah terlihat sedikit bingung karena dia benar-benar tidak memperhatikan apa yang baru saja menjadi pertanyaan dari Ornado.
Wah, orang yang sedang jatuh cinta ataupun sedang cemburu ternyata bisa mengubah orang sepintar James jadi seperti orang bodoh.
Ornado berkata dalam hati dengan sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya melihat anehnya sikap James sejak pagi tadi, setelah melihat cara berpakaian Elenora berubah.
"Itu, Alvero bertanya sedari tadi kamu terus berdiam diri, apa kamu sedang memikirkan sesuatu yang penting? Atau kamu sedang tidak enak badan?" Ornado mengulang pertanyaan Alvero yagn ditujukan kepada James yang langsung tersenyum dan melemparkan senyum untuk Alvero.
"Tidak, aku baik-baik saja, hanya memikirkan tentang meeting yang harus aku lakukan dua hari lagi." James menjawab asal-asalan pertanyaan Alvero yang langsung mengernyitkan dahinya begitu mendengar jawaban dari James.
"Meeting? Bahkan di waktu liburan pun Ornado membuatmu mengerjakan pekerjaanmu. Mungkin sudah seharusnya kamu mulai memikirkan untuk mengundurkan diri dari Grup Xanderson dan bergabung dengan bisnis keluarga Adalvino." Alvero berkata sambil sedikit terkekeh.
"Ah, itu hanya alasan James. Untuk meeting kali ini memang tidak bisa ditunda karena aku yang terlalu mendadak mengajaknya berlibur. Sedang meeting ini sudah terjadwal sejak 2 bulan lalu. Hanya saja sebenarnya semuanya sudah siap. Yang sedang dipikirkan James saat ini mungkin adalah calon istrinya, bukan pekerjaan." Tanggapan dari Ornado atas perkataan Alvero langsung membuat James melotot.
Sekilas Alvero menoleh ke belakang, dimana terkahir kalinya dia melihat sosok gadis yang disebutkan sebagai calon istri James tadi.
Dan begitu melihat nyonya Rose, Erich dan Ernest sedang berada dalam satu meja dengan gadis itu, membuat Alvero sedikit tersentak kaget.
Astaga! Apa Erich dan Ernest sedang cari mati? Buat apa mereka mendekati gadis yang sudah menjadi calon istri orang? Apalagi calon istri James? Berani-beraninya mereka mencari masalah dengan seorang Xanderson. Benar-benar tidak takut mati si kembar monozigotik itu! Mereka bukan hanya berwajah sama, tapi juga ama-sama nekat!
Alvero berkata dalam hati sambil berpura-pura dengan wajah tenang kembali menggerakkan kepalanya ke depan, sedang tangan kanannya dengan diam-diam namun bergerak dengan begitu cepat mengambil handphonenya yang ada di saku celananya.
(Kembar monozigotik disebut juga kembar identik atau MZ. Kembar monozigotik terjadi ketika sel telur tunggal terbuahi dan membentuk satu zigot (monozigotik). Dalam perkembangannya, zigot tersebut membelah menjadi embrio yang berbeda. Kedua embrio berkembang menjadi janin yang berbagi rahim yang sama. Tergantung dari tahapan pemisahan zigot, kembar identik dapat berbagi amnion yang sama (dikenal sebagai monoamniotik) atau berbeda amnion. Lebih jauh lagi, kembar identik bukan monoamniotik dapat berbagi plasenta yang sama (dikenal dengan monokorionik, monochorionic) atau tidak. Semua kembar monoamniotik pasti monokorionik.
Kembar MZ selalu berkelamin sama, baik laki-laki maupun perempuan. Dan secara genetik mereka adalah sama (klon) kecuali bila terjadi mutasi pada perkembangan salah satu individu. Tingkat kemiripan kembar ini sangat tinggi, dengan perbedaan kadang-kadang terjadi berupa keserupaan cerminan. Perbedaan terjadi pada hal detail, seperti sidik jari. Bila individu beranjak dewasa, tingkat kemiripan biasanya berkurang karena pengalaman pribadi atau gaya hidup yang berbeda).