My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
SERANGAN BALIK (2)



Akan tetapi di sisi lain, rasa bahagia dan juga gugup masih saja selalu saja memenuhi hati Cladia ketika Ornado melakukan hal seperti itu padanya.


Sikap Ornado padanya, membuat Cladia semakin hari semakin mencintai suaminya itu dengan sepenuh hatinya.


"Ad, untuk pengambilan data ini, karena file yang sedang kita unduh berukuran cukup besar, ini akan memakan waktu lama. Tapi jangan khawatir, mereka tidak akan menyadari kalau kita sedang meretas data mereka, karena mereka tidak akan mengenali kita. Aku sudah membuat seolah-olah kita adalah salah satu komputer milik perusahaan mereka, tapi dengan akses tidak terbatas, yang hanya dimiliki oleh Dario. Jadi, dengan kata lain, saat ini server sudah menganggap user kita adalah user milik Dario." Penjelasan Elenora sukses membuat James dan Ornado saling berpandanga-pandangan, sedangkan kelima anggota tim IT saling berbisik-bisik dengan wajah terlihat antara kagum sekaligus tidak percaya bahwa ada seorang gadis cantik yang selama ini tidak pernah terlhat menonjol, tiba-tiba tampil sebagai istri James, dan juga menunjukkan kemampuan hebatnya di dunia IT, hingga bisa melakukan hal yang bagi mereka sangat mustahil untuk dilakukan.


Meskipun sebenarnya mereka merupakan tim IT dengan kemampuan hebat dan menjadi orang yang disegani di dunia IT.


"O, iya, aku lupa mengatakan pada kalian, aku berhasil masuk ke server pusat milik mereka, dan ternyata itu merupakan server milik perusahaan milik Dario. Sepertinya dia benar-benar ingin menyerang Ornado habis-habisan dengan berusaha meretas sistem keamanan komputer dan mencuri data kalian." Elenora berkata sambil memandang dengan tatapan penuh simpati ke arah Cladia yang memilih untuk diam karena merasa tidak nyaman setiap kali ada orang yang menyebutkan nama Dario di depannya.


"Dario ini benar-benar seorang psikopat kejam yang tidak tahu diri! Kalau dia ada di hadapanku sekarang, aku tidak akan membiarkan dia lepas dariku!" Jeremy tanpa sadar memaki Dario, dan membuat Cladia menoleh ke arahnya dengan menarik nafas panjang.


Wajah Cladia yang tampak sedih sekaligus khawatir saat melihat ke arah Jeremy, membuat Elenora merasa kasihan.


"Tenang saja Cla... aku tidak akan membiarkan Dario menghancurkan Ornado. Aku akan membantu Ornado untuk menahan setiap gerakan Dario. hanya saja, sayangnya aku hanya bisa membantu di bidang IT, tidak yang lain." Elenora berusah untuk menenangkan hati Cladia yang menanggapinya dengan sebuah senyuman.


Tidak heran kamu menjadi perebutan para pria, karena kamu benar-benar wanita cantik dan baik hati, yang dalam hitungan detik begitu mudah untuk membuat pria jatuh cinta pada pesonamu, termasuk Dario yang sudah menjadi gila karena begitu ingin memilikimu. Beruntung Ornado adalah laki-laki hebat yang bisa selalu melindungimu.


Elenora berkata dalam hati sambil mengingat bagaimana Cladia yang selama ini dikenalnya sebagai wanita yang baik hati dan tidak sombong, tidak pernah membedakan status sosial dan selalu perduli apda orang-orang di sekitarnya, meskipun itu hanya seorang asisten rumah tangga di rumahnya.


"Sepertinya ini akan memakan waktu lama. Kita pasti berhasil mendapatkan semua data itu, yang penting kita harus jaga stabilitas koneksi internet kita dan juga jangan sampai aliran listrik terputus dengan alasan apapun. Karena jika sampai itu terjadi, kesempatan kita untuk mengambil data mereka harus dimulai dari awal. Dan seperti kataku tadi, barusan aku bisa melakukannya karena seolah-olah ada pipa yang menghubungkan antara server kita dan server mereka, dimana aku bisa melalui jalan itu untuk berjalan bolak balik. Tapi jika aliran listrik putus, pipa itu seperti jembatan yang dipotong, jadi tidak bisa lagi semudah itu untuk mengaksesnya kembali." Perkataan Elenora segera membuat James langsung memberi tanda kepada ketua TIM IT untuk mendekat ke arahnya.


"Pastikan apa yang dikatakan oleh Nona Elenora bisa dikendalikan dengan baik oleh tim kita. Aku tidak mau ada msalah yang timbul karena kurangnya koordinasi dan persiapan dari tim IT." James berkata pelan kepada ketua tim IT yang langsung menganggukkan kepalanya.


"Baik Tuan." Laki-laki yagn menjadi ketua tim IT di Grup Xanderson itu segera menjawab perintah James, dan melalui earphone di telinganya, langsung menghubungi semua devisi terkait untuk memastikan apa yang dikatakan oleh Elenora bisa berjalan sesuai dengan harapan mereka.


"Akh...." Suara lenguhan kecil dari Cladia yang berusaha dia tahan ternyata, tidak luput dari pendengaran Ornado yang langsung mengambil kursi, menyeretnya ke dekat Cladia, agar dia bisa duduk di samping Cladia.


Jeremy yang ada di sana dan ikut mendengar lenguhan Cladia, juga langsung memandang ke arah Cladia dengan wajah sedikit khawatir.


"Kenapa denganmu amore mio?" Mau tidak mau Cladia yang sedang mengelus pelan perutnya tetap melakukan gerakan mengelus perutnya, karena Ornado sudah terlanjur mendengar lenguhan kecilnya tadi.


"Ah, tidak apa-apa Al. Mungkin Bee merasa terlalu lelah, barusan aku merasakan ada sedikit rasa menusuk di perutku, sedikit terasa nyeri di perutku bagian kiri. Gerakan Bee hari ini juga terasa sedikit keras barusan." Cladia berkata sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi yang sedang ditempatinya, berusaha membuat tubuhnya lebih rileks.


Tindakan Cladia membuat Ornado mengamatinya dengan sikap siaga dan was-was, karena selama kehamilannya, Ornado tahu tubuh Cladia tidak sesehat wanita lain pada umumnya.