
Selama ini, Serafina memang dikenal sebagia model yang cantik, namun pengakuan orang lain tentang kecantikannya tidak semata-mata dengan mudah dia dapatkan. Dia harus berjuang keras untuk itu
Setiap harinya, dia selalu menjalani perawatan wajah dan tubuh, berusaha begitu keras untuk menjaga kecantikan dan tubuh indahnya agar terlihat sempurna sebagai seorang wanita
Belum lagi, setiap hari Serafina harus melakukan olahraga yang cukup keras untuk membakar kalori dalam tubuhnya yang harus dia lakukan bukan hanya secara rutin, tapi dalam waktu tertentu yang tidak hanya sebentar jika tidak ingin kulit tubuhnya tampak kendor, dan mendapatkan teguran dari managernya.
Karena bagi Serafina yang merupakan seorang model, sudah menjadi rahasia umum bahwa wajah cantik dan bentuk tubuh yang indah dan terlihat sehat, meupakan modal utama mereka dalam mencapai ketenaran yang membuat mereka dapat memenuhi pundi-pundi emas mereka dengan cepat karena banyaknya kontrak kerjasama yang mereka dapat.
Sedangkan untuk Elenora sendiri, Serafina tahu sejak kecil, Elenora terlahir dengan kecantikan alami tanpa perlu sentuhan dari make up.
Memang make up akan membuat Elenora terlihat jauh lebih cantik, namun tanpa make up... dia sudah terlahir cantik seperti dewi yang turun dari langit.
Tentang bentuk tubuh Elenora? Bahkan Serafina tidak tahu kenapa tubuh adik kandungnya itu tidak pernah terlihat gemuk meskipun makan sebanyak apapun, sedangkan dia sebagai model harus berjuang mati-matian untuk mempertahankan bentuk tubuh idealnya, yang kadang membuatnya begitu tersiksa.
Tidak bisa memakan sembarang makanan, bahkan semua yang dimakannya harus dibatasi agar tidak mempengaruhi berat badannya sebagai seorang model profesional.
"Ti... tidak Kak, mana berani aku mencuri. Cladia yang sudah memberikan semuanya padaku." Elenora menjawab apa adanya, karena memang, meskipun keluraga mereka bukan termasuk keluarga miskin, namun kedua orangtua Elenora bukan orang yang dengan mudah mengeluarkan uang untuk barang-barang branded seperti yang dikenakan Elenora seperti sekarang ini.
Bahkan untuk Serafina yang begitu menyukai barang-barang branded dengan alasan sebagai tuntutan profesi pekerjaannya sebagai seorang model, harus bekerja keras mengumpulkan uang agar bisa membeli barang-barang branded sesuai keinginannya.
"Cladia? Maksudmu Cladia istri Ornado? Wah... pintar sekali kamu berbohong? Mana mungkin istri seorang Ornado Xanderson mau bergaul dengan orang-orang seperti kita yang mungkin dalam pemikirannya bukan orang yang satu level dengannya?" Serafina berkata sambil mendesis dengan wajah kesal.
"Ornado adalah laki-laki dingin yang tidak mudah memberikan perhatian pada orang lain yang tidak dekat dengannya. Jangan bilang kalau hubunganmu dengan Ornado cukup dekat sehingga membuatnya meminta istrinya untuk memberikan semua yang sedang kamu kenakan sekarang untukmu." Serafina kembali mengucapkan pendapat pribadinya.
Dalam ingatannya, Ornado bukanlah orang yang mau bersikap ramah apalagi hangat pada orang lain, termasuk padanya.
Jadi bagi Serafina, tidak mungkin Cladia sebagai istri Ornado memberikan barang-barang mahal itu pada Elenora yang tidak cukup dikenal dekat olehnya.
"Aku mengatakan yang sebenarnya Kak. Cladia yang sudah memberikannya padaku." Elenora kembali mengulang pernyataannya tentang barang-barang itu.
"Ah, apa mungkin semua barang yang kamu pakai itu palsu? Termasuk jepit rambut ini... akh..." Serafina baru saja mengulurkan tangannya, bermaksud untuk menarik jepit rambut yang dikenakan Elenora, tapi sebuah tangan dengan cepat memegang pergelangan tangan Serafina dengan cukup keras, dan menjauhkan tangan Serafina dari kepala Elenora dengan sikap sedikit kasar.
Elenora yang sudah bersiap akan menerima perlakuan kasar Serafina dengan memejamkan matanya dengan rapat sambil menggerakkan kepalanya ke samping seperti orang yang bersiap menerima sebuah pukulan, langsung membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi begitu mendengar teriakan kecil dari Serafina barusan.
"Jepit rambut itu memang dari Cladia khusus untuk Elenora. Memangnya kenapa kalau Cladia memberikan jepit rambut itu pada Elenora? Bahkan Cladia dan Ornado mengijinkan Elenora untuk tinggal bersama mereka selama berminggu-minggu, sejak Elenora pindah ke Indonesia." James berkata dengan santai sambil memandang ke arah Elenora yang terlihat gugup.
Mata Serafina hampir saja melotot mendengar penjelasan dari James tentang bagaimana Elenora yang tinggal di rumah Ornado dan Cladia, sesuatu yang sungguh tidak disangka-sangka olehnya, karena setahu Serafina, Ornado bukan orang yang mudah membiarkan orang lain menginap di mansion keluarganya di Italia, kecuali saudara-saudara dan sahabatnya.
Sedangkan Serafina sadar, hubungannya dan Elenora tidaklah terlalu dekat dengan Ornado, yang memang sebelum usia 12 tahun tinggal di Indonesia, dan setelah tinggal di Italia sibuk dengan belajar.
Menyadari bahwa sepertinya Ornadopun mengakui keberadaan Elenora, membuat Serafina hanya bisa diam dengan wajah tidak berdaya di depan James dan Elenora saat ini.
"Apa hal seperti itu masih belum cukup untuk menunjukkan kedekatan hubungan antara Elenora dengan Ornado dan istrinya? Kamu pikir bagaimana bisa Elenora ada di tempat ini kalau bukan karena dia memiliki hubungan dekat dengan kami para Xanderson? Dan kamu bisa ada di sini karena Elenora yang meminta ijin pada Ornado untukmu." Perkataan James selanjutnya membuat Serafina semakin kehilangan kata-katanya.
"Eh... James, aku tidak mempertanyakan tentang itu, aku hanya ingin melihat jepit itu karena tampak begitu indah dan cantik. Aku tahu kamu dan Ornado selalu menghargai kami sebagai teman masa kecil kalian, dan kedekatan keluarga kita." Akhirnya Serafina mencoba bersikap tenang dan mengucapkan kata-katanya dengan sikap percaya diri.
Ist, dasar tidak tahu malu! Bisa-bisa berkelit seperti itu! Dasar gadis bermata licik! Sebutan Ornado untuk Serafina benar-benar cocok sekali disandangnya!
James berkata dalam hati sambil menatap tajam ke arah Serafina dengan tatapan tidak sukanya.
Sayangnya Serafina tidak menyadari bahwa laki-laki tampan di depannya itu terlihat kesal.
Dalam pemikiran Serafina, tidak banyak pria laki-laki yang bisa menolak pesonanya kecantikan dan keindahan tubuhnya jika dia menggoda laki-laki itu, termasuk James.
Bagi Serafina, laki-laki ibarat seekor kucing, dan tidak ada seekor kucing yang dapat menolak pesona dari ikan asin yang disuguhkan dengan gratis di depan matanya.
Dan Serafina, saat ini tidak bisa melihat tatapan mata James yang terlihat merendahkannya karena tindakan naifnya barusan, yang berusaha memutar balikkan fakta tanpa merasa bersalah, dengan wajahnya yang dibuat sepolos mungkin.
Padahal tadi sebenarnya, hampir seluruh pembicaraan tentang bagaimana Serafina menuduh Elenora didengar oleh James.
Menjadikan James justru semakin tidak suka dengan sikap Serafina, dan berpikir bahwa Serafina selain licik juga adalah seorang yang begitu pandai bersandiwara di depan orang lain.
James tadi bisa mendengar dengan jelas bagaimana tadi Serafina sempat menuduh Elenora sebagai pembohong, bahkan sempat menuduhnya sebagai pencuri, untuk semua barang mewah yang dikenakan oleh Elenora hari ini.