
“Tante Ema… aku… pamit juga.” Elenora ikut berpamitan juga kepada tante Ema yang langsung menepuk lengan Elenora dengan pelan.
“Oke, bersenang-senanglah di sana bersama yang lain. Meskipun kamu berangkat sebagai sekretaris James, jangan sia-siakan jam istirahatmu untuk menikmati liburan kali ini. James tidak mungkin akan membuatmu bekerja selama 24 jam penuh. Kalau tidak, laporkan saja dia kepada dinas tenaga kerja, supaya dia mendapat penalty dari mereka.” Elenora langsung tersenyum mendengar perkataan tante Ema.
(Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) adalah Lembaga pemerintahan yang mempunyai fungsi sebagai Membina, mengendalikan dan pengawasan di bidang ketenagakerjaan dan memberikan pelatihan bagi calon pekerja agar memiliki keahlian khusus sesuai dengan permintaan para pencari tenaga kerja dan memberikan kesempatan kerja secara luas).
“Tante… sepertinya Tante berharap aku berakhir di penjara ya?” James berkata kepada tante Ema dengan wajah memelas.
“Ah, sudahlah, kalian cepatlah berangkat, sebelum kalian terlambat dan Ad meninggalkan kalian berdua.” Tante Ema segera menanggapi perkataan James sambil mendorong tubuh laki-laki tampan itu ke arah pintu keluar rumah
“Kami pergi dulu Tante Ema. Jaga rumah baik-baik ya.” James kembali menggoda tante Ema yang langsung tertawa kecil melihat tingkah James, yang tanpa disadari oleh siapapun, saat ini James sedang berusaha keras untuk mengalihkan dirinya sendiri dari godaan untuk mentap ke arah Elenora yang terlihat cantik dan menarik hari ini, dengan pakaian yang telah diberikan oleh Cladia padanya.
Bahkan James tidak bisa membayangkan jika Elenora mau menanggalkan kacamata dan menggerai rambutnya, entah pemandangan indah seperti apa yang bisa dia lihat.
“Jangan lupa oleh-oleh untuk tante, James.” Tante Ema berteriak lumayan keras setelah James dan Elenora mencapai pintu keluar rumah Ornado.
“Tenang Tante, tanpa diminta tuan rumah dan nyonya rumah pasti akan memberikan oleh-oleh untuk Tante. Untuk maslah itu, kita percayakan saja kepada mereka berdua.” James menjawab permintaan tante Ema sambil menoleh ke belakang, dan langsung tertawa melihat bagaimana tante Ema langsung emnggeleng-gelengkan kepalanya begitu mendengar apa yang abru saja dikatakan oleh James.
Begitu sampai di dekat mobilnya, salah satu penjaga rumah Ornado segera membukakan pintu untuk Elenora di kursi penumpang yang ada di depan.
Melihat apa yang dilakukan oleh penjaga itu, Elenora sedikit menahan nafasnya, dan berdiri diam di tempatnya.
Kalau aku duduk di depan, apakah James akan marah? Akankah james menganggap aku tidak sopan? Karena sudah berani duduk di sampingnya? Dia tidak mengolok-olok atau mengucapkan kata-kata ketusnya setelah melihat pakaianku saja tadi saja... sudah membuatku seperti mendapatkan hadiah utama dalam sebuah undian.
Elenora berkata dalam hati sambil melirik ke arah James yang sudah duduk di kursi bagian pengemudi.
Kebiasaan James sejak muda, meskipun untuk keperluan perusahaan atau pekerjaan, dia seringkali lebih memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri, tanpa mempekerjakan sopir untuknya, yang baginya justru akan mengganggu privasinya.
Sejak masa remajanya, James begitu menyukai berkendara dengan mobil. Karena itu, begitu dia mendapatkan Bugatti milik Ad yang kalah taruhan dengannya, membuat James semakin tergila-gila dengan hobinya mengendarai mobil, dan tidak membiarkan sopir mengendarai mobil pribadinya.
Kenapa dengan Elenora? Kenapa dia tidak segera masuk ke mobil? Apa yang sedang dipikirkannya sekarang? Apa dia sengaja ingin menghindariku sehingga tidak mau berada bersamaku di bangku depan? Jangan bilang dia ingin duduk di bangku belakang….
James berkata dalam hati karena melihat Elenora yang tidak secepatnya masuk ke dalam mobil, tapi justru tetap berdiri di tempatnya dengan wajah bingung.
“Elenora! Ayo cepat masuk, Ad dan yang lain pasti sudah menunggu kita. Apa kamu ingin duduk di kursi belakang dan membuatku menjadi sopir untukmu?” James berkata kepada Elenora sambil membungkukkan tubuhnya, dan melongokkan kepalanya ke arah Elenora agar gadis itu bisa mendengar perkataannya.
"Pakai sabuk pengamanmu." James langsung memberikan perintah kepada Elenora yang masih terlihat gugup, membuat tanpa peringatan apapun, James mencondongkan tubuhnya ke arah tubuh Elenora untuk membantunya memasang sabuk pengamannya.
Tindakan James sukses membuat Elenora menahan nafasnya, bahkan membuatnya hampir batuk karena kaget melihat tindakan James yang berusaha membantunya mengenakan sabuk pengamannya, membuat tubuh James saat ini berjarak begitu dekat dengannya.
Bau harum yang saling bertukar antara James dan Elenora membuat beberapa saat ke depan baik James dan Elenora saling diam terpaku.
Elenora bisa mencium bau harum parfum yang berasal dari tubuh James yang terasa begitu segar dan menimbulkan kesan maskulin, dengan wajahnya begitu dekat dengan dadanya, membuat dada Elenora semakin berdegup kencang.
Apalagi baru kali ini Elenora memiliki kesempatan melihat wajah James dari jarak yang begitu dekat, membuatnya bisa menikmati wajah James dengan sangat detail.
Rambut James yang berwarna sedikit merah, mata berwarna coklat muda yang selalu terlihat ceria, hidung mancung serta bibir tipisnya yang hampir tidak pernah absen dari senyum, rasanya hati Elenora terasa hampir melompat keluar karena bahagia, gugup, salah tingkah, juga berdebar-debar karena mendapatkan kesempatan sebesar ini.
Sedang James sendiri, bisa merasakan bagaimana lembutnya bau harum parfum aygn dikenakan oleh Elenora, menimbulkan kesan feminim sekaligus anggun, membuatnya hampir saja lupa diri dan ingin mendekatkan hidungnya ke arah tubuh Elenora agar semakin bisa menikmati keharuman dari Elenora.
Melihat tubuh James yang begitu dekat dengannya, begitu sadar dari angan-angan dan lamunannya, Elenora memundurkan tubuhnya agar punggungnya merapat ke arah sandaran kursi yang didudukinya.
"Ehem... jangan pernah lupa... untuk selalu mengenakan sabuk pengaman saat berkendara, apalagi jika ada di kursi penumpang." Dengan sedikit ragu James mengucapkan kata-katanya dan mulai menjauhkan tubuhnya dari Elenora karena sudah selesai memasang sabuk pengaman untuk Elenora.
"Eh... terimakasih James." Elenora berkata dengan ragu, mengucapkan termakasihnya kepada James yang tanpa diketahui oleh Elenora tiba-tiba saja merasa begitu senang mendengar Elenora memanggilnya James tanpa embel-embel pak seperti bisanya.
Gadis ini... kenapa hari ini bukan hanya penampilannya, tapi sikapnya juga terlihat begitu manis?
James berkata dalam hati sambil menahan senyum bahagianya mendengar suara Elenora yang baginya terdengar begitu merdu pagi ini, mungkin karena suasana hati James yang begitu baik hari ini.
Setelah Elenora bekerja sebagai sekretaris James, boleh dikata, mereka berdua tidak pernah melakukan pertemuan di luar kantor, kecuali di acara pesta pindah rumah Dario.
Karena itu seringkali Elenora selalu memanggil James dengan sebutan James karena pertemuan mereka selalu berada di lingkungan kantor Bumi Asia.