
“Ad…”
“Kenapa James?” Ornado langsung menjawab panggilan dari James yang tampak terlihat ragu saat menyebutkan namanya.
Sedang Ornado tetap bersikap tenang, seolah-olah dia tidak mengerti apa maksud James mengajaknya bicara secara pribadi.
“Kamu tidak bisa seenaknya memindahkan Elenora ke devisi lain tanpa persetujuanku. Bagaimanapun, dia bekerja di bawahku langsung.” Perkataan James langsung disambut sebuah senyuman oleh Ornado.
“Lho, bukannya dulu kamu sangat keberatan Elenora menjadi sekretarismu? Dan kamu sendiri yang bilang kalau kinerja Elenora sungguh buruk di bidang administrasi. Dan bukankah itu menjadi alasan kuat kenapa kamu sering sekali memarahinya. Lagian dulu kamu bilang tidak perlu seorang asisten pribadi karena tidak ingin Elenora atau siapapun mengganggu privasimu. Kamu bilang lebih nyaman untuk bekerja sendiri." Dengan santainya, dan tetap berpura-pura tidak tahu, Ornado menanggapi perkataan James, membuat James bertambah frustasi.
Sial! Kira-kira alasan apa yang tepat untuk aku utarakan kepada Ad agar dia membatalkan rencananya pada Elenora? Aku tahu keahliannya di bidang IT sungguh menakjubkan, tapi aku tidak mau dia jauh dariku sebelum aku bisa memutuskan tentang hubunganku dengannya. Hah, bagaimana bisa Ad berencana memindahkan Elenora disaat hatiku masih ragu seperti sekarang ini. Tidak bisakah dia menunggu sebentar lagi?
James berkata dalam hati, mencoba mencari alasan untuk membenarkan tindakannya menahan Elenora di sisinya, tanpa harus mengakui perasaannya yang sedang membuatnya begitu bingung dan galau saat ini.
“Eh, kamu tahu sendiri Ad, akhir-akhir ini kamu sering meninggalkan kantor Bumi Asia dan berkunjung ke kantor Sanjaya. Kamu lebih banyak berada di kantor Sanjaya. Apa kamu tahu? Dengan jarangnya kamu di kantor, pekerjaanku semakin banyak, dan aku memerlukan asisten pribadi untuk membantuku.” Ornado sedikit melotot mendengar James menjadikan kepergiannya ke kantor Sanjaya sebagai alasan untuk mempertahankan Elenora di sisinya.
Hampir saja Ornado menegur James yang terdengar melimpahkan kesalahan kepadanya, jika saja Ornado tidak ingat kalau James melakukan semuanya itu karena pikirannya yang sedang panik.
Kali ini aku akan mentolerir tindakanmu, tapi lain kali aku benar-benar akan memberimu pelajaran jika berani mengatakan hal seperti itu lagi.
Ornado berkata dalam hati sambil bibirnya mengeluarkan suara desisan kecil.
“Oooo, karena itu kamu keberatan aku menawarkan bagian IT kepada Elenora? Oke, untuk masalah itu kita bisa bicarakan dengan bagian personalia, supaya mereka bisa langsung menggantikan posisi kosong Elenora karyawan lain. Toh di perusahaan kita banyak sekretaris yang cukup handal seperti Audrey. Kamu tahu banyak para petinggi dari Bumi Asia yang akan dengan senang hati jika menerima Audrey, bagkan mereka akan saling bersaing agar bisa menjadikan Audrey sebagai sekretaris pribadi mereka. Kamu yang paling tahu kemampuan Audrey di bidang itu.” Jawaban dari Ornado membuat James harus menahan dirinya untuk menelan ludah yang sudah mengganjal di tenggorakannya.
Hah, dengan cara bagaimana aku bisa menggagalkan rencana Ad untuk Elenora?
James berkata dalam hati sambil memutar otaknya dengan cepat, sayangnya, pemikiran James kalah cepat dengan Ornado.
“Bagaimana rasanya gadis yang kamu sukai akan menjauh darimu? Apa itu sungguh membuatmu tidak tenang?” Ornado bertanya sambil menatap tajam ke arah James.
“Apa maksudmu Ad? Siapa yang sedang kamu bicarakan?” Dengan cepat James menanggapi perkataan Ornado tanpa berani menatap ke arahnya.
“Ad, jangan lakukan itu padaku.” James berkata dengan nada terdengar sedikit putus asa.
“Kenapa? Harusnya kamu berterimakasih padaku karena ini bisa membuatmu merdeka dari Elenora. Dia pasti akan lebih memberikan kontribusi lebih di tempatnya yang baru. Itupun kalau dia memutuskan menerima tawaranku dan tidak kembali ke Italia.” Perkataan Ornado sungguh membuat dada James terasa sesak saat ini, membuatnya sedikit sulit untuk bernafas.
Mendengar perkataan Ornado dengan wajah serius dan matanya yang menatapnya tanpa berkedip dan tidak menunjukkan aura ragu sedikitpun, James tahu pasti bahwa saat ini dia tidak memiliki pilihan lain selain menunjukkan perasaannya yang sesungguhnya di depan Ornado.
“Jangan ambil Elenora dari sisiku.” Akhirnya James mengucapkan kata-katanya sambil memejamkan matanya, menahan nafasnya, lalu menghembuskannya dengan keras di hadapan Ornado yang langsung mengangkat kedua bahunya begitu mendengar pernyataan isi hati James terhadap Elenora.
Akhirnya keluar juga isi hatimu terhadap gadis yang kamu cintai. Sayangnya, harusnya di depan Elenora kamu mengucapkan hal seperti itu, bukan di depanku.
Ornado berkata dalam hati sambil tersenyum ke arah James, dengan tatapan yang tidak lagi setajam tadi.
"Aku akan mempertimbangkan lagi rencanaku kalau memang itu alasan sesungguhnya kamu tidak ingin aku memindahkan Elenora dari sekretarismu ke bagian IT." Tanpa disadari oleh dirinya sendiri, James langsung menarik nafas lega begitu mendengar perkataan Ornado.
"Batalkan rencanamu terhadap Elenora, dan aku akan membantumu dalam hal lain yang mungkin bisa aku lakuka untukmu." Perkataan James membuat Ornado mencebikkan bibirnya, setelah itu tersenyum kepada James.
“Oke kalau begitu. Kamu sendiri yang barusan bicara seperti itu ya. Aku hanya akan meminta satu hal sederhana untuk kamu lakukan. Aku akan memberimu waktu selama seminggu. Kalau dalam waktu seminggu ini kamu tidak menyatakan perasaanmu yang sebenarnya kepada Elenora, aku akan asumsikan bahwa kamu memang tidak memiliki perasaan apapun padanya. Dan jika itu benar terjadi, maka aku akan memindahkan Elenora dengan paksa, bahkan aku akan mengirimnya kembali ke Italia agar dia bisa meraih kebahagiaannya sendiri bersama laki-laki lain yang mencintainya. Dan saat itu terjadi, aku tidak akan menerima protes darimu, apapun alasannya.” Perkataan tegas dari Ornado padanya, membuat James harus menelan ludahnya dengan paksa.
Ad... serius? Dia akan mengirim kembali Elenora ke Italia?
James berkata dalam hati, sambil melirik ke arah Elenora yang tampak sedang berbincang santai dengan Alex.
Entah apa yang sedang dibicarakan Alex san Elenora berdua, tapi James bisa melihat bahwa mereka terlihat sangat menikmati pembicaraan mereka.
Sedang Ornado sendiri begitu menyelesaikan kata-katanya, tanpa menunggu jawaban atau melihat reaksi James, langsung berjalan meninggalkan James.
NOTE: Untuk para pembaca setia, mohon maaf karena hanya bisa up satu episode karena author sedang ada acara keluarga. Ke depannya janji akan crazy up untuk membayar yang hari ini. Selamat menikmati, Love you all.