My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KEDATANGAN JEREMY



Tindakan Elenora membuat getaran yang cukup besar langsung mengalir dari dada James menyebar ke seluruh tubuhnya, membuat aliran darahnya menjadi jauh lebih cepat, dan otot-otot di tubuhnya menegang, termasuk sesuatu miliknya di bawah sana yang kembali terbangun karena sentuhan lembut Elenora di dadanya itu.


Perkataan James membuat Elenora dengan cepat menghentikan tindakannya dan menarik tangannya untuk segera menjauh dari dada James, meskipun awalnya dia hanya iseng saja melakukan itu, karena terpesona melihat bentuk tubuh James yang terlihat sempurna sebagai seorang pria, dengan dada bidang dan juga perut sixpacknya.


Namun dengan gerakan tidak kalah cepat, James meraih tangan Elenora, dan kembali melingkarkannya di pinggangnya.


"Aku tidak merasa keberatan jika harus melakukannya lagi, hanya saja, melihat wajah lelahmu, aku tidak tega." James berkata sambil terkekeh sebelum akhirnya memberikan sebuah kecupan hangat di kening Elenora yang hanya bisa tersenyum dengan wajahnya yang memerah, karena James yang begitu mengerti dengan kondisinya.


"Lagipula kamu tidak boleh terlalu lelah. Mulai sekarang kamu harus menjaga kesehatanmu, agar calon cucu mama segera tumbuh di sini. Seperti janji kita pada mama untuk segera memberikan dia cucu, sebanyak yang dia mau." James berkata sambil meringis, dan tangannya mengelus perut rata Elenora yang sudah tertutup dengan pakaiannya.


Dan sekilas sebelum menarik tangannya, James menyempatkan diri untuk membuat tangannya mampir ke bagian tubuh Elenora yang menonjol di dadanya, dan memijatnya lembut, membuat tubuh Elenora tersentak dan langsung memandang James yang tertawa geli karena berhasil menggoda Elenora.


"Apa kamu berpikir bahwa aku tidak sehat?" Elenora bertanya dengan matanya memandang ke arah James yang kembali terkekeh.


"Bukan begitu ti amore. Seperti yang pernah aku bilang, kamu masih terlalu kurus, naikkan berat tubuhmu sedikit agar ideal. Apalagi setelah benar-benar melihatnya langsung tanpa penghalang, penilaianku tidak salah. Kamu memang kurus, terlepas di bagian tertentu ada yang menonjol dengan bentuk yang begitu sempurna dan indah." James berkata sambil tangannya meraba tubuh Elenora yang kaget dan langsung menjauhkan kepalanya dari bahu James yang langsung mengerlingkan matanya begitu Elenora memandang ke arahnya.


"Tapi tidak perlu merasa tertekan karena hal seperti itu. Tidak lama lagi pasti berat badanmu akan naik, dengan perut yang membuncit, karena ada anak kita yang berkembang di dalam sana." James kembali menggoda Elenora sambil mengarahkan matanya ke perut rata Elenora yang hanya bisa tersipu malu melihat bagaimana James yang beberapa waktu ini begitu sering menggodanya.


"Ti amore...." James baru saja melanjutkan niatnya untuk menggoda Elenora kembali, ketika tiba-tiba saja didengarnya handphone di nakasnya yang berbunyi dengan nyaring, dan nama Ornado terpampang jelas di sana.


Dengan gerakan cepat, James meraih handphone yang ada di nakas itu dan langsung menerima panggilan telepon dari Ornado untuknya.


"Hallo Ad." James langsung mengawali pembicaraan dengan menyapa Ornado, dengan suara terdengar ceria.


"Tentu, aku tahu itu. Apa yang sudah terjadi Ad?" James berkata sambil menjauhkan punggungnya dari sandaran tempat tidurnya.


Elenora yang duduk di sampingnya hanya mendengarkan dari samping tanpa bersuara ataupun bergerak, tidak ingin mengganggu James yang terlihat serius berbicara dengan Ornado.


"Jeremy datang ke Italia." Ornado menjawab singkat pertanyaan James yang langsung melotot karena kaget.


"Jeremy? Apa ada sesuatu hal serius yang sedang terjadi? Kenapa Jeremy tiba-tiba saja datang ke Italia tanpa ada alasan tertentu. Kalau sekedar ingin bertemu Cladia, rasanya itu tidak mungkin, karena kalian sendiri berencana untuk segera kembali ke Indonesia...."


"Sebaiknya kamu datang ke mansionku jika kamu ada waktu. Ada banyak hal yang ingin diceritakan Jeremy pada kita. Dan sepertinya ini cukup mendesak."


"Hah, perasaanku tidak enak mendengar kata-katamu Ad. Sepertinya ini benar-benar serius, kalau tidak, tidak mungkin Jeremy datang ke sini dengan tiba-tiba. Oke, aku akan bersiap kesana sekarang." James berkata sambil bangkit dari duduknya di atas temapt tidur, berjalan menuju walk in closed di kamarnya, dan mengambil salah satu pakaiannya.


Elenora yang membuntuti di belakang James, langsung membantu James mengenakan pakaiannya, lalu mengancingkan pakaian James, membuat James tersenyum dan menatapnya dengan pandangan mesra.


Ternyata sungguh menyenangkan dan membahagiakan memiliki seorang istri yang begitu perhatian dan perduli sepertimu. Ti amore, kamu sungguh membuatku menyesal tidak segera menikahimu dan menyelesaikan kesalahpahaman di antara kita. Terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia karena keegoisanku. Maafkan aku...."


James berkata dalam hati dengan matanya yang terus menatap ke arah Elenora, mengamati apa yang sedang dilakukan wanita cantik itu untuk membantunya mengenakan pakaiannya.


"Apa Elenora tidak masalah jika tiba-tiba kamu meninggalkannya sendiri di sana? Bagaimanapun, dia baru kemarin malam kamu ajak tinggal di mansion keluargamu."


"Haist Ad! Kenapa kamu menganggap Elenora seperti orang lain yang baru kita kenal? Kamu tahu sendiri bagaimana sayangnya mama ke dia. Orang yang baru mengenal keluarga kami, jika melihat sikap mama padanya, pasti berpikir kalau dia adalah anak kandung mama, sedang aku justru yang menjadi menantunya." James berkata dengan nada yang terdengar begitu menyedihkan, sambil menyembunyikan tawa gelinya karena dia memang sedang berpura-pura sedih.