My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
DARIO YANG MULAI MENYERANG (2)



"Tentu saja boleh Elenora, apalagi kamu sepertinya memang memiliki bakat di bidang IT. Sedikit banyak kamu pasti bisa membantu dengan keahlianmu yang sudah pernah kamu buktikan waktu itu. Lagipula siapa yang melarangmu untuk ikut? James? Tenang saja, aku bosnya di sini. Aku bisa memotong bonusnya atau menjual sahamnya jika dia berani macam-macam." Ornado berkata sambil menatap ke arah James yang langsung tersenyum dengan tangannya yang langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya, membuat Elenora terlihat kikuk karena bagaimanapun, dia merasa belum nyaman James memperlakukannya dengan begitu hangat dan mesra di depan orang lain.


James yang mendengar pembicaraan antara Ornado dan Elenora, tahu bahwa istrinya yang memang terlihat begitu menyukai IT, sudah mengira kalau Elenora pasti tidak akan tinggal diam mendengar di kantor pusat sedang ada masalah yang berkaitan dengan IT.


"Sudah aku katakan padamu, di depanku, kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan. Sekarang kamu adalah tanggungjawabku sebagai suamimu. Dan itu artinya, tidak ada yang boleh melarang atau memerintahmu tanpa seijinku, termasuk keluargamu yang tidak pernah mendukungmu menggeluti bidang IT. Lakukan apapun yang kamu suka ti amore. Sebagai suamimu, aku akan selalu mendukungmu. Jangan khawatir tentang hal itu." Perkataan James membuat Elenora tersenyum dengan wajah terlihat begitu lega.


Rasanya beban yang selalu dia pikul selama bertahun-tahun ini, lepas dengan seketika begitu James mengatakan bahwa dia boleh berkutat di bidang IT,sesuai dengan passionnya selama ini.


Sebuah passion yang harus dia sembunyikan dengan baik agar kedua orangtuanya tidak merasa kecewa jika mengetahui hal itu.


Dan sekarang, Elenora sungguh merasa bersyukur suaminya mendukung penuh bakat dan minatnya.


"Ayo kita berangkat sekarang, kita bisa lanjutkan pembicaraan kita di mobil. Kita satu mobil saja." Ornado berkata sambil merengkuh mengandeng tangan Cladia yang berjalan di sisinya.


"Kalau begitu, bolehkan ke depannya aku pindah ke departemen IT?" Sambil berjalan keluar dari rumah Ornado, Elenora langsung bertanya kepada James dengan semangat karena merasa begitu senang mendapatkan ijin dari James untuk kembali menggeluti bidang pekerjaan yang dia suka.


"Haist! Sembarangan saja! Untuk permintaanmu itu, aku tidak bisa mengabulkannya. Lalu siapa yang akan menjadi asisten pribadiku? Lagipula, di departemen itu ada fansmu si Alex." James langsung menggerutu begitu mendengar permintaan Elenora berikutnya.


Perkataan James yang menunjukkan bahwa dia cemburu dengan keberadaan Alex di tim IT, membuat Ornado tersenyum.


"Sudahlah Elenora, turuti saja kemauan suamimu." Ornado berkata sambil memasuki mobilnya.


"Tapi Ad, aku dan Alex hanya berteman. Dan tidak mungkin dia memiliki perasaan lebih padaku, selama ini hubungan kami hanya sekedar teman biasa saja." James langsung mendengus mendengar perkataan Elenora yang sudah duduk di sampingnya.


Tatapan yang menunjukkan penuh kekaguman dan cinta pada sosok cantik istrinya, dan itu membuatnya tidak suka, dan juga... sangat... sangat cemburu.


"Lagian James, kalau memang mau memberi ijin Elenora menggeluti IT, harusnya kamu merelakannya pindah ke departemen IT. Bukannya dulu kamu yang mati-matian menolak adanya asisten pribadi untukmu?" Sindiran Ornado sukses membuat wajah James sedikit memerah, karena ingat bagaimana dulunya dia begitu marah begitu mendengar keputusan Ornado untuk menempatkan Elenora sebagai sekretaris pribadinya, bahkan bertekad untuk selalu mempersulit Elenora dan membuat Elenora menyerah tentang perjodohan mereka.


Jika membayangkan itu, rasa bersalah yang begitu besar kepada Elenora langsung menyeruak, memenuhi hati James.


Dan itu membuat James diam-diam dalam hati berjanji untuk membayar semua hal buruk yang pernah dialami Elenora karena tindakannya, dengan janji bahwa dia akan selalu berusaha untuk menjadikan Elenora wanita yang selalu bahagia, memenuhi hari-harinya dengan kasih sayang dan cinta, yang akan membuatnya tidak akan pernah menyesal sudah bersedia menjadi istrinya.


"Kamu boleh membantu di bidang IT, dengan syarat, kamu tetap mengerjakannya di ruang kerjamu sendiri, yang akan segera aku pindahkan ke dalam ruanganku." Cladia langsung menyungingkan senyumnya begitu mendengar perkataan James terhadap Elenora, yang mulai terlihat seperti suaminya.


"Tapi James, ruanganku yang sekarang sudah cukup nyaman." Elenora berkata pelan sambil melirik ke arah Ornado, seolah meminta pertolongan.


Tapi sayangnya, Ornado memilih untuk berpura-pura tidak tahu karena sebenarnya dia mendukung apa yang direncanakan James untuk Elenora.


"Penuhi saja keinginanku, atau kamu tidak boleh bergelut dengan IT lagi. Lagian, sudah umum kan, asisten pribadi berada satu ruangan dengan pimpinannya. Betul tidak Ad?" Ornado langsung mengacungkan kedua jempol tangannya mendengar pertanyaan James, sedang Cladia hanya bisa menanggapi hal itu dengan senyum kecil.


Ah, sepertinya Al dan James sengaja bercanda untuk mencairkan suasana tegang hari ini. Semoga semua berjalan dengan baik. Semua masalah bisa diselesaikan mereka. Dan Dario, segera mendapatkan ganjaran atas perbuatannya pada papa dan mama.


Cladia berkata dalam hati sambil teringat kembali dengan semua cerita Jeremy tentang bagaimana kedua orangtuanya yang sengaja dibunuh oleh Dario, hanya karena permintaannya ditolak oleh mereka.


Sebuah permintaan yang sebenarnya juga sudah seharusnya tidak dilakukan oleh Dario, jika dia benar-benar menganggap Ornado sebagai adiknya, dan Alberto sebagai ayah angkatnya yang sudah membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang.