My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MENGHINDARI MAKAN MALAM BERSAMANYA



“Nona Elenora….” Matilda yang tersentak kaget karena Elenora dengan cepat menarik koper yang salah satu isinya adalah jas milik James, langsung menyebutkan nama Elenora dengan sikap hormat.


Karena sebagai seseorang yang sudah puluhan tahun melayani James, Matilda tahu bahwa status Elenora saat ini adalah istri James yang sah di mata hukum dan agama negara Italia, meskipun tanpa orang-orang terdekat mereka yang hadir saat penandatanganan akta itu dilakukan.


Itu artinya gadis lugu itu sekarang adalah majikannya juga, yang harus dia hormati seperti dia menghormati James.


“Maaf, tapi jangan sentuh koper ini. Ada barang berharga milikku di dalam sini.” Elenora berkata sambil menenteng tas koper itu, bermaksud menyimpannya di lemari yang pintunya tampak berjajar rapi sejumlah enam pintu berukuran besar, yang membuat Elenora langsung mengernyitkan dahinya, seolah baru sadar tentang keberadaan lemari berukuran besar dengan ukir-ukiran di sekelilingnya yang tampak mewah itu.


“Biar saya bantu Nona. Lebih baik Nona menyimpan koper itu di dalam lemari yang itu.” Matilda berkata sambil menunjuk ke arah salah satu pintu lemari paling ujung.


Tanpa menanggapi perkataan Matilda, Elenora berjalan ke arah pintu lemari yang ditunjukkan oleh Matilda padanya.


Dan begitu Elenora membuka pintu dari lemari itu, matanya membulat sempurna melihat jajaran tas mewah dan cantik tersusun rapi di dalam lemari itu.


Karena melihat majikannya tampak diam mematung di depan lemari sambil memegang erat kopernya, dengan perlahan, Matilda berjalan mendekat ke arah Elenora.


“Biar saya bantu Nona.” Kali ini Elenora yang masih menatap takjub pemandangan di depannya, membiarkan Matilda meraih kopernya, dan meletakkan di bagian paling bawah lemari yang terlihat masih kosong dan rak di bagian atasnya terlihat berada di tempat yang cukup tinggi, sehingga koper itu bisa masuk sepenuhnya di sana.


Setelah tersadar dengan keterkejutannya, Elenora menggerakkan tangannya ke pintu lemari yang ada di samping pintu lemari yang paling pojok itu.


Mata Elenora langsung terbeliak melihat pakaian-pakaian kerja yang tergantung rapi di sana, belum lagi ketika dia mulai membuka satu persatu pintu lemari itu, Elenora bisa melihat berbagai macam jenis pakaian dan juga aksesoriesnya tersusun rapi di sana.


“Bu…”


“Panggil saja saya dengan Bibi Matilda Nona. Dan dia... panggil saja dengan Lucy. Kami berdua akan mengurus semua keperluan tuan James dan Nona. Jika Nona membutuhkan apapun, katakan saja pada kami.” Matilda langsung mencegah Elenora memanggilnya dengan Bu.


Sudah sejak berusia 18 tahun, Matilda bekerja di mansion keluarga James, dan tiba-tiba saja kemarin sore, Afro yang merupakan adik kandung James memberitahunya agar dia berangkat bersama Lucy ke Indonesia agar membantu James untuk beberapa bulan ke depan.


Meskipun Matilda tidak tahu kenapa tiba-tiba James memanggilnya ke Indonesia untuk membantunya, yang bisa dia lakukan hanyalah menuruti permintaan tuan mudanya itu.


Ketika pertama kali masuk ke mansion keluarga James, memang sedari awal, yang menjadi tugas dan tanggung jawab Matilda adalah merawat dan mengurus semua keperluan James, karena itu Matilda selalu menuruti apapun perintah dari James hingga James dewasa, bahkan ketika James memintanya sesekali ikut dengannya ketika melakukan perjalanan ke luar negeri, tidak pernah sekalipun Matilda menolak perintah atau keinginan dari James.


Begitu juga ketika kemarin sore Afro mengatakan kalau James membutuhkannya, tanpa bertanya apapun, Matilda langsung berangkat.


Dan setelah mengetahui bahwa James ternyata sengaja memintanya datang ke Indonesia untuk membantu mengurus apartemen dan keperluannya bersama Elenora yang baru dinikahinya kemarin, Matilda ikut merasa bahagia.


“Bibi Matilda, kemana semua pakaian dan barang-barangku yang lain?” Elenora yang baru saja tersadar kalau di dalam lemari itu tidak ada satupun barang miliknya, langsung bertanya.


“Eh, semuanya sudah saya singkirkan Nona. Tuan James meminta agar kami membuang semua pakaian lama Nona, dan menggantinya dengan semua pakaian yang sudah disiapkan oleh tuan untuk Nona.” Mata Elenora langsung terbeliak sempurna mendengar perkataan dari Matilda.


“Bu… buang? Tapi Bi… itu pakaianku… lalu…. Bagaimana besok aku berangkat bekerja? Apa yang harus aku kenakan?” Matilda dan Lucy langsung tersenyum mendengar pertanyaan polos Elenora, menyakan tentang pakaian sedangkan di depannya berjajar rapi di gantungan berbagai jenis pakaian untuknya.


“Nona bisa memakai pakaian yang ada di lemari ini Nona. Manapun yang Nona inginkan, Nona bebas memakainya, karena semua pakaian ini memang disediakan oleh tuan James untuk Nona.” Perkataan Matilda membuat Elenora menarik nafas panjang, rasanya ingin sekali dia keluar kamar dan melakukan protes pada James, tapi ingatannya tentang akta pernikahan mereka membuat Elenora membatalkan niatnya itu.


Aku tidak ingin bertemu dengan James untuk saat ini. Aku belum siap, dan belum bisa mengendalikan perasaanku.


Elenora berkata dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar.


“Terserahlah, tuanmu juga pasti tidak akan mendengar apapun perkataan dariku.” Akhirnya dengan sikap pasrah, namun penuh dengan sikap jengkel, Elenora mengucapkan kata-katanya pada Matilda yang tetap tersenyum mendengar kata-kata Elenora yang terdengar sedikit sinis.


Kalau dipikir-pikir, tuan James memang sudah keterlaluan, memaksa nona Elenora menikah tanpa memberikan penjelasan apapun pada nona Elenora. Tapi apa dayaku, mereka berdua adalah majikanku. Dan aku tidak berhak ikut campur dalam urusan mereka bedua.


Matilda berkata dalam hati sambil memberi tanda kepada Lucy untuk mendekat ke arahnya.


"Kami sudah selesai membereskan kamar Nona, silahkan Nona beristirahat. Setelah makan malam siap, saya akan memberitahukan pada Nona." Matilda berkata sambil sedikit membungkukkan tubuhnya bersama Lucy, sebelum akhirnya mereka kembali meninggalkan Elenora sendirian.


# # # # # # #


James menarik nafas panjang begitu melihat Matilda datang mendekat ke arahnya sendirian, tanpa sosok Elenora yang ikut bersamanya, padahal tadi James meminta kepada Matilda untuk memberitahukan kepada Elenora bahwa James mengajak Elenora untuk menikmati amkan malam bersama.


"Maaf Tuan, nona mungkin terlalu lelah. Tadi saya coba mengetuk pintunya puluhan kali, namun tidak ada jawaban. Terpaksa saya memberanikan diri untuk masuk ke dalam, tapi ternyata Nona sedang tertidur." Matilda memberikan penjelasan kepada James yang sedari tadi sengaja menunggu Elenora untuk makan malam bersamanya.


"Apa saya perlu membangunkan nona, Tuan?" James langsung menggelengkan kepalanya begitu mendengar pertanyaan Matilda.


Sepertinya kamu masih perlu beberapa waktu lagi untuk sendirian, untuk menenangkan dirimu. Aku akan menunggumu, karena kita harus secepatnya menyelesaikan masalah kita.


James berkata dalam hati sambil menghela nafasnya, berharap masalah diantara mereka segera bisa diselesaikan, karena saat ini, bahkan belum lagi mereka berdua berpisah lebih dari 6 jam, dan James sudah begitu merindukan sosok Elenora di dekatnya.