My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KEMARAHAN PARA ORANGTUA (2)



"Maaf... memang semua yang terjadi adalah salahku. Dalam hal ini Elenora tidak bersalah. Aku yang sudah memaksa Elenora melakukan itu, bahkan tanpa meminta pendapatnya sedikitpun." James berkata dengan tatapan matanya yang menunjukkan penyesalannya, berkeliling menatap ke arah kedua orangtuanya maupun orangtua Elenora.


Mendengar perkataan James, papa Elenora mendengus pelan. Rasanya di dadanya masih merasa tidak terima James sudah melakukan itu pada putrinya, meskipun barusan James sudah meminta maaf pada mereka semua.


Permintaan maaf James memang terdengar tulus baginya, tapi membayangkan tentang putrinya yang dipaksanya untuk menikah tanpa kehadiran dan restunya, membuatnya sebagai orangtua merasa keberadaannya diabaikan.


Dan itu sungguh membuatnya kecewa sekaligus marah pada James, sekaligus kasihan pada Elenora yang harus melewati pernikahannya hanya dengan menandatangani akta nikah tanpa melewati momen lamaran romantis, tanpa pesta pernikahan bersama keluarga, seolah-olah itu hanya sekedar permainan.


"Semuanya tidak bisa semudah itu selesai hanya karena kamu sudah meminta maaf! Kamu melakukan hal seperti itu! Bukan saja menyakiti hati Elenora, tapi juga kami semua anggota keluarga Elenora! Kamu sudah memperlakukannya dengan begitu sembarangan! Jika saja Elenora tidak mencintaimu, lebih baik batalkan pernikahan kalian, dan kembalikan Elenora pada kami!" Tiba-tiba saja mama Elenora berkata dengan nada tinggi, meskipun James sudah berusaha untuk meminta maaf.


Perkataan mama Elenora membuat mata James maupun Elenora terbeliak kaget, sampai akhirnya mereka berdua saling berpandangan satu dengan yang lain dengan tatapan mata yang sulit diartikan, dengan wajah bingung.


Bagi mama Elenora, rasa jengkel, marah, dan juga kecewanya belum hilang meskipun James sudah meminta maaf di depannya.


Rasanya, mama Elenora ingin sekali meluapkan kemarahannya dengan terus mengomel dan berteriak di hadapan James tanpa henti, kalau perlu sampai James tidak bisa mengatakan apapun untuk sekedar membela dirinya.


"Maaf... aku memang bersalah dan sudah bertindak keterlaluan dan kurangajar... tapi kali ini, aku tidak akan pernah melepaskan Elenora apapun yang terjadi, meski siapapun meminta hal itu padaku, aku akan tetap mempertahankan pernikahanku dengan Elenora." James berkata pelan sambil melirik ke arah Elenora yang menundukkan kepalanya.


"James! Kami tidak pernah mengajarkanmu untuk bersikap kurang ajar terhadap wanita dan juga orangtua! Jika kamu akhirnya menginginkan Elenora sebagai istrimu, sudah seharusnya kamu bicara baik-baik dengan kami! Tindakanmu sungguh membuat aku sebagai papamu malu!" Papa James berkata sambil menatap lurus ke arah James yang terlihat pasrah, harus dengan lapang dada menerima semua omelan dan kemarahan dari orang-ornag di sekitarnya, akibat perbuatan nekatnya waktu itu.


Entah kenapa, kata-kata dari papa James membuat mama Elenora bisa membayangkan bagaimana sakit hatinya melihat Elenora diperlakukan seperti itu oleh James, yang baginya terasa sangat kasar.


Dan itu membuat mama Elenora mengomeli James dengan panjang lebar, dengan beberapa kali terdengar suara parau karena dia berusaha kerasa menahan suaranya yang memburu karena kemarahan yang dirasakannya, dan juga mencegah airmatanya turun karena emosi.


Carina sendiri memilih untuk diam. Sejak mendengar berita tentang bagaimana kuangajarnya James yang sudah berani memaksa Elenora menikah dengan cara seperti itu, Carina sudah bersiap-siap memikirkan ratusan bahkan ribuan kata dalam otaknya untuk dia semburkan di wajah James, untuk menunjukkan kekecewaan dan kemarahannya.


Akan tetapi melihat bagaimana yang lain silih berganti mengomeli James dan terus memojokkannya, sebagai seorang ibu akhirnya Carina merasa tidak tega juga untuk ikut memarahai James.


"Maaf kalau aku sudah mengecewakan kalian semua. Aku benar-benar minta maaf karena kesalahan fatal yang aku lakukan untuk memaksa Elenora menikah dengaku. Waktu itu aku benar-benar hilang akal, karena khawatir, Elenora akan meninggalkanku seperti kejadian malam itu, setelah aku menyelamatkannya dari para preman kurangajar yang mencoba memperkosanya waktu itu." James berusaha memberikan penjelasan dan kembali meminta maaf pada orangtuanya.


Begitu mendengar perkataan James, baik kedua orangtua James maupun Elenora langsung membeliakkan matanya karena kaget, sedang Elenora langsung mendonggakkan kepalanya begitu James mengucapkan kata-kata seperti itu.


Kedua orangtua Elenora merasa sangat kaget dengan apa yang dikatakan oleh James, karena mereka tidak menyangka bahwa James bukan hanya tahu tentang peristiwa yang berusaha mereka sembunyikan dengan baik agar Elenora tidak merasa rendah diri di kemudian hari.


Tapi di samping itu, saat James mengatakan dia yang sudah menyelamatkan Elenora, membuat kedua orangtua Elenora menatap James dengan tatapan tidak percaya, karena saat itu Elenora memang hanya menceritakan bahwa seorang pemuda sudah menyelamatkannya tanpa menyebutkan bahwa penyelamatnya waktu itu ternyata adalah James Xanderson.


Kedua orangtua Elenora langsung saling berpandangan sambil menghela nafasnya, karena jika memang seperti itu yang terjadi, mereka tidak bisa menyalahkan Elenora yang tampak selalu membela James dan terlihat sangat mencintai laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya yang sah itu.