
Elenora memang belum pernah melihat langsung keindahan dan kemewahan Bvlgavi resort yang cukup membuatnya terpana itu, apalagi menginap di sana.
Tapi Elenora yang sebelum berangkat ke Indonesia sengaja banyak menghabiskan waktunya untuk mempelajari tentang negara ini, termasuk tempat-tempat wisata yang ada beserta hotel atau resort terkenal yang ada di tempat wisata itu, membuat otak Elenora yang terbiasa dengan program dan sesuatu yang berhubungan dengan kode, perhitungan angka dan statistik, langsung menghitung perkiraan biaya untuk menghabiskan waktu 4 hari disana.
Dan hasil perhitungan cepat di otak Elenero itu benar-benar hampir membuatnya bergumam tidak jelas dengan tubuh diam mematung.
Karena sedikit banyak, Elenora pernah membaca info tentang berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh seseorang yang ingin menginap di Bvlgari Resort Bali untuk menginap semalam di salah satu kamar yang paling murah, sehingga dengan cepat dia bisa langsung menghitungnya jika Ornado memesan paling tidak 4-5 tempat di sana.
Meskipun tidak mungkin Ornado hanya memesan tempat sesedikit itu, sedangkan rombongan yang akan datang tidak sedikit jumlahnya.
Dan harga sewa disana, boleh dikata, sebenarnya tidak bisa disebut murah, bahkan terhitung sangat... sangat mahal sekali.
"Mereka bahkan memberikan info kepadaku, bahwa mereka sudah tidak lagi menerima reservasi selama 2 hari ini, karena butuh waktu ekstra untuk mereka menyiapkan dengan baik kedatangan kita di resort mereka. Aku sudah meminta mereka memberikan layanan terbaik, termasuk kebersihan di setiap sudut resort. Karena untuk kebersihan Alvero merupakan orang yang cukup cerewet." Perkataan Ornado kembali membuat Elenora kembali tersentak kaget.
(reservasi adalah sebuah proses perjanjian berupa pemesanan sebuah produk baik barang maupun jasa dimana pada saat itu telah terdapat kesepahaman antara konsumen dengan produsen mengenai produk tersebut namun belum ditutup oleh sebuah transaksi jual – beli. Masih dalam prosees pemesanan).
Karena dari kata-katanya barusan, Ornado secara tidak langsung sedang menjelaskan bahwa seluruh lokasi resort mewah itu sudah dibookingnya untuk acara liburan mereka kali ini.
Dan Elenora tidak bisa membayangkan berapa banyak uang yang akan dilekuarkan Ornado untuk menservis semua kebutuhan Alvero dan keluarganya selama berada di Indonesia, yang rencananya akan menghabiskan waktu sekitar 2 mingguan.
Hah, benar-benar kehidupan orang-orang super kaya ini, tindakan mereka kadang sungguh di luar jangkauan pikiranku. Begitu mudahnya memutuskan uang dengan angka fantastik hanya untuk sebuah liburan?
Elenora berkata dalam hati dengan berusaha keras agar tidak melongo sampai membiarkan bibirnya terbuka.
Membayangkan berapa biaya yang akan dikeluarkan Ornado untuk menjamu tamunya, membuat Elenora merinding.
Belum lagi memikirkan bahwa setelah dari Bali, mereka berencana untuk pergi ke tempat wisata yang lain, yang entah akan menghabiskan berapa banyak uang lagi untuk itu.
"Elenora... apa yang sedang kamu pikirkan? Apa ada yang membuatmu khawatir tentang acara liburan ini?" Cladia yang melihat beberapa waktu Elenora tampak diam termenung, melamun, langsung memanggil namanya.
"Eh, iya Cla... tidak ada. Semuanya baik-baik saja." Dengan sikap gugup Elenora menjawab panggilan dari Cladia karena melihat Elenora yang melamun.
"Jangan khawatir Elenora, jika nanti di sana kamu mengalami kesulitan dalam membantu James mengurus meetingnya dengan para relasi bisnis kita, kamu bisa meminta bantuan Cladia atau kalau kamu merasa tidak enak dengan Cladia, kamu bisa menghubungi Audrey langsung. Aku sudah mengatakan kepada Audrey untuk bisa segera membantumu jika kamu ada kesulitan dalam hal itu." Elenora hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, begitu mendengar perkataan Ornado yang berpikir bahwa Elenora sedang memikirkan kesulitannya menjadi asisten pribadi James selama di luar sana.
Namun, meskipun Ornado berusaha menenangkan hatinya, Elenora masih saja terdiam.
Karena sebenarnya saat ini bukan sekedar masalah dia yang akan pergi bersama James untuk membantunya bekerja selama liburan, namun saat ini dia sungguh masih terheran-heran dan memikirkan tentang berapa banyak uang yang akan dikeluarkan oleh Ornado hanya untuk sebuah berlibur.
"Benar Elenora, jangan merasa sungkan jika kamu butuh bantuanku, katakan saja. Aku akan berusaha membatumu sebisa mungkin." Cladia menimpali perkataan Ornado untuk ikut menenangkan hati Elenora.
"Eh, terimakasih untuk perhatiannya Cla. Aku akan berusaha sebaik mungkin kali ini dengan kemampuan yang aku miliki, agar James juga mengakui kemampuanku kelak." Elenora berkata sambil tersenyum, merasa senang dengan perhatian yang diberikan oleh Ornado dan juga Cladia padanya, membuatnya ingat tentang sesuatu yang harus disampaikannya kepada Ornado dan Cladia.
Tentang sebuah rencana besar yang akan dia lakukan setelah dia pulang dari berlibur.
"Ad, Cla, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kalian berdua." Ornado dan Cladia yang sebelumnya terlihat saling menatap dengan sikap mesra langsung mengalihkan pandangan mereka, kembali fokus pada Elenora.
"Apa ada sesuatu yang serius yang sudah terjadi Elenora?" Cladia langsung bertanya dengan wajah ikut serius, karena melihat wajah Elenora yang tiba-tiba berubah serius.
"Ah, tidak. Bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Sebenarnya.... Aku mau menyampaikan banyak terimakasihku kepada kalian berdua yang sudah begitu banyak membantuku selama aku berada di Indonesia. Aku sudah banyak berhutang budi pada kalian berdua." Elenora berkata sambil tersenyum, menunjukkan bahwa dia sungguh berterima kasih terhadap kedua pasangan suami istri yang sedang duduk di hadapannya itu.
Bagi Elenora, pasangan itu sungguh membuatnya merasa banyak berterimakasih karena sudah begitu baik padanya sejak dia datang ke Indonesia, dan juga banyak membantunya.
Baik Cladia yang selalu menjadi teman mengobrol baginya, ataupun Ornado yang selalu menegur James jika sudah bersikap keterlaluan padanya.
"Haist, apa sih yang sedang kamu katakan Elenora? Tidak pantas seorang teman mengatakan hal seperti itu. Bagiku itu sudah seperti pembicaraan antara seorang penagih hutang dan orang yang memiliki banyak hutang. Aku tidak suka itu. Bagiku selama aku bisa, aku akan membantu temanku tanpa memikirkan bahwa dia akan memiliki hutang budi padaku, apalagi mengharuskannya membalas kebaikanku kelak. Kamu setuju dengan pendapatku kan amore mio?" Mendengar pertanyaan Ornado, Cladia langsung menganggukkan kepalanya dengan senyum tersungging di bibirnya.
"Benar yang dikatakan oleh Ornado. Kamu tahu bahkan dengan kehadiranmu di sini membuatku merasa memiliki saudara yang bisa menemaniku di rumah yang begitu besar ini." Cladia menjawab pertanyaan Ornado dengan tetap tersenyum.
"Ah, ya Cladia. Kamu adalah orang pertama yang sejak kedatanganku begitu baik dan menyambutku dengan begitu ramah. Sejak awal aku begitu menyukai dan mengagumimu. Kamu adalah wanita yang membuatku merasa memiliki seorang saudara yang begitu perhatian padaku. Bagiku, kamu adalah inspirasi dan panutan bagiku. Karena kamu, aku jadi memiliki gambaran bagaimana seharusnya menjadi seorang wanita yang sejati." Mendengar kata-kata Elenora, Ornado langsung menciumi dengan sikap mesra puncak kepala Cladia yang wajahnya semakin memerah setelah Ornado melakukan hal itu.