
"Kalau menurut Mama hal itu bisa membuatku berubah pikiran. Silahkan saja untuk mencobanya. Tapi kalau pada akhirnya Elenora yang menyerah dan memutuskan rencana perjodohan ini, tolong Mama dan papa menghormati keputusannya dan tidak berencana melanjutkannya rencana perjodohan ini." Sebuah senyum lega terlihat di wajah Carina begitu mendengar James mengatakan itu.
Bagi Carina, asal James memberikan kesempatan bagi Elenora untuk berada di dekatnya, pasti akan membuat hati James tergerak setelah melihat kebaikan dan pesona dari Elenora yang diharapkan oleh Carina dapat membuat James jatuh cinta padanya.
"Baik, kita setuju, Mama akan pegang janji Mama padamu." James langsung tersenyum senang mendengar perkataan Mamanya.
Tunggu saja gadis culun. Aku akan membuatmu tidak menginginkanku sebagai suamimu. Tidak akan ada wanita yang ingin menikah dengan laki-laki yang tidak perduli padanya dan tidak mencintainya sama sekali. Dan aku akan membuatmu sadar bahwa aku tidak mencintaimu sama sekali. Tidak sedikitpun. Karena itu kamu harus menyerah sebelum terlambat.
James berkata dalam hati sambil tersenyum sinis tanpa disadari oleh Carina, karena James sedikit mengalihkan wajahnya agar Carina tidak bisa melihat ekspesinya saat ini.
Sebuah ekspresi dari James yang menunjukkan bahwa saat ini juga, dia sedang merencanakan sesuatu agar Elenora yang menyerah dan mundur dari acara perjodohan ini.
# # # # # # #
Ornado terdiam sesaat begitu mendengar permintaan dari bibinya tentang Elenora. Tetapi, sebentar kemudian, Ornado mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Tidak masalah. Aku setuju. Supaya mereka bisa berinteraksi sebelum menikah." Ornado berkata sambil melirik ke arah James yang tampak bersikap masa bodoh, sedang Elenora hanya menunduk dengan mata memandang ke arah lantai, bersikap pasrah terhadap apapun rencana dari keluarganya dan keluarga James, termasuk memindahkan lokasi pekerjaannya di Bumi Asia.
Lagi-lagi bersikap diam dan tidak mengutarakan apapun tentang pendapatnya. Gadis yang telalu lemah, tidak punya pendirian.
James berkata dalam hati, mulai melakukan penilaian terhadap Elenora, menurut pendapat pribadinya.
"Terimakasih Ad." Dengan suara pelan Elenora langsung mengucapkan terimakasihnya kepada Ornado.
"Tidak masalah Elenora. Aku akan meminta Afro untuk mengurus administrasi pemindahan tempat kerjamu di sini. Tadi aku sempat berpikir adanya kemungkinan kamu mengalami kesulitan bahasa. Tapi mendengar kamu cukup lancar berbincang dengan istriku dalam bahasa Indonesia, sepertinya itu tidak akan menjadi masalah besar. Kebetulan James sebagai tangan kananku belum memiliki asisten untuk membantunya. Kamu bisa menempati posisi itu."
Penjelasan dari Ornado sukses membuat James maupun Elenora langsung memandang ke arah Ornado dengan tatapan mata kaget, dan yang pasti ada aura protes dari sikap James.
"Ad, yang benar saja..." James berkata sambil sedikit melotot.
"Ad, aku tidak ingin..." Elenora berkata dengan tatapan mata bingung.
Baik James maupun Elenora mengucapkan kata-kata protes mereka secara bersamaan, membuat Ornado dan yang lain langsung tersenyum geli, termasuk Dario.
"Santai sajalah kalian berdua. Kenapa heboh sekali. Memang Ornado langsung menikahkan kalian berdua? Kan hanya berkerja di kantor yang sama?" Perkataan Dario yang diucapkan dengan nada santai tanpa melihat kilatan tidak suka dari mata James, dan kilatan mata khawatir dari Elenora, membuat Alberto tersenyum.
"Sudah, sudah. Ini bukan masalah besar. Benar seperti kata Dario, Ornado kan tidak meminta kalian untuk menikah saat ini juga. Hanya meminta kalian jadi patner kerja. Sepertinya itu juga bukan hal yang buruk. James dan Elenora sudah saling kenal sejak lama. Kalau Elenora menjadi asisten James, dai segi kepercayaan, dia orang yang paling bisa dipercaya oleh keluarga kita. Kita semua sudah mengenal Elenora dan keluarganya dengan baik." Alberto memperkuat niat Ornado dengan memberikan pendapatnya.
James mengomel dalam hati.
James pasti akan bertambah tidak menyukaiku karena rencana ini. Aku tidak keberatan jika harus dipindahkan kerja di kantor Bumi Asia. Tapi menjadi asisten James, sepertinya itu akan menjadi masalah besar untukku. Padahal, aku ingin mendapatkan hati James dengan cara sealami mungkin. Tidak dipaksakan seperti ini.
Elenora berkata dalam hati sambil melirik ke arah Carina, berharap wanita itu membantunya untuk menghalanig Ornado melakukan itu.
Akan tetapi yang dilihat oleh Elenora, justru Carina tampak tersenyum senang mendengar rencana Ornado barusan. Terlihat jelas bahwa dia sangat mendukung hal itu.
Pada akhirnya, baik James maupun Elenora, tidak ada yang bisa menolak rencana yang sudah disampaikan oleh Ornado.
# # # # # # #
"Bagaimana kabarmu setelah lama kita tidak bertemu?" Ornado berkata sambil memandang ke arah Dario.
Karena sebelum sama-sama dewasa mereka sempat menghabiskan banyak waktu besama, walaupun status mereka hanya sebagai saudara angkat dan tidak ada hubungan darah yang cukup dekat, Ornado benar-benar menganggap Dario seperti kakak kandungnya sendiri.
Setelah mereka semua menyelesaikan pembicaraan tentang James dan Elenora, Ornado dan Dario memilih untuk menghabiskan waktu berdua untuk mengobrol, duduk di bangku panjang yang ada di kebun mawar yang ada di rumah itu.
"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja dan begitu menikmati hidupku." Perkataan Dario membuat Ornado sedikit tertawa.
"Setelah lama tidak bertemu, aku sudah mendengar bagaimana kamu yang sudah berhasil membangun kerajaan bisnismu. Kamu terlihat begitu sibuk beberapa tahun belakangan ini. Karena itu sekarang kamu bisa menikmati hasil kerja kerasmu selama bertahun-tahun ini." Mendengar perkataan Ornado, Dario hanya tersenyum sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.
"Jangan merendah Ad. Kamu bahkan bisa mengembalikan kejayaan Grup Xanderson yang sempat goyah 5 tahun lalu. Bukan saja membuatnya kembali bangkit, tapi kamu membuatnya semakin besar dan berkuasa." Dario segera membalas pujian Ornado padanya.
"Kapan kamu memikirkan untuk menikah? Seperti katamu tadi di depan banyak orang. Jangan sampai kamu dikenal sebagai bujangan tua di keluarga kita. Aku tidak percaya kalau kamu belum pernah sekalipun menyukai seorang gadis. Apa kamu perlu bantuanku untuk membujuk gadis pilihanmu? Walaupun dengan kemampuanmu bersosialisasi, aku yakin kamu tidak memerlukan bantuanku." Ornado berkata dengan mata melirik ke arah Dario yang hanya tersenyum.
"Kamu sengaja membuat kebun mawar ini untuk Cladia?" Dario bertanya sambil memandangi keindahan kebun mawar yang ditata sedemikian rupa dengan warna-warni bunga mawar yang berbeda-beda, membuatnya tampak begitu indah, belum lagi harum dari bunga mawar itu seringkali menyapa hidung saat angin bertiup ke arah mereka berdua.
Mendengar pertanyaan Dario yang sengaja diucapkannya untuk mengalihkan pembicaraan, Ornado hanya bisa mengikuti arus pembicaraan agar Dario tidak merasa terpojok dengan pembicaraan sebelumnya, yang sepertinya membuat Dario tidak nyaman.
"Benar." Ornado menjawab singkat sambil menyungingkan senyum di bibirnya, setiap mendengar nama Cladia disebutkan, Ornado selalu saja merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya, diikuti dengan perasaan bahagia di hatinya, menyadari bahwa wanita cantik itu sudah menjadi istrinya sekarang, setelah 15 tahun dia menantikan saat-saat ini.
"Dari kecil Cladia memang begitu menyukai mawar. Dia sendiri dari kecil terlihat begitu cantik dan menarik seperti bunga mawar." Pujian dari Dario tentang Cladia membuat Ornado sedikit menoleh ke arahnya.
Meskipun Ornado tahu ketika masih kecil Dario juga sering bermain bersama Cladia dan cukup mengenal Cladia, tidak urung pujian Dario terhadap Cladia menimbulkan rasa tidak nyaman di hati Ornado.