
Sebagai orang yang menganggap dirinya sebagai orang yang telah mencelakai orangtua Jeremy, paman Jeremy berharap, jika Cladia menikah dengan Ornado, keponakannya itu bisa benar-benar terlindungi dari niat jahat Dario.
Penyelidikan yang dia lakukan menyebabkan dia mengetahui sedikit banyak tentang sepak terjang Ornado baik di dunia bisnis dan apa yang dia lakukan selama ini, termasuk bagaimana secara diam-diam Ornado yang memiliki pasukan khusus sudah membantu kerajaan Gracetian waktu itu.
Karena sisi lain kehidupan Ornado sebagai seorang pengusaha yang tidak banyak diketahui banyak orang, membuat paman Jeremy cukup khawatir jika laki-laki tampan yang merupakan suami keponakannya, Cladia itu akan membalas dendam terhadap kesalahannya terhadap orangtua Cladia.
"Apa yang membuat Paman berpikir seperti itu pada Ad? Dia memang orang yang tidak banyak bicara terhadap orang yang tidak terlalu dekat dengannya. Tapi dari semua orang yang aku tahu, Ornado adalah laki-laki hebat yang begitu perduli pada keluarga dan para sahabatnya." Perkataan Jeremy akhirnya membuat pamannya terdiam, toh dia sadar bahwa dia pun harus membayar semua kesalahan yang pernah dia perbuat cepat atau lambat, Ornado atau orang lain yang memberinya hukuman.
Dan Niela tidak bisa mengatakan apapun terhadap keinginan Jeremy untuk menemui Ornado dan Cladia setelah pertemuan dengan pamannya, besoknya, tim penyelidik yang diperintahkan oleh Ornado, benar-benar memberinya semua info tentang bukti-bukti bahwa kecelakaan yang terjadi bertahun-tahun lalu memang terjadi karena unsur kesengajaan, termasuk pengendara truk yang memang sengaja menabrak mobil milik orangtua Cladia yang remnya sudah di rusak waktu itu.
Niela melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sedikit menarik nafas panjang, mencoba menghitung waktu perjalanan Jeremy ke Italia yang mungkin akan sampai sekitar 2 jam lagi dari sekarang.
Semoga semua baik-baik saja. Ornado bisa melindungi Cladia dengan baik. Laki-laki itu ternyata sangat kejam dan menakutkan. Sepertinya, keberangkatan Jeremy ke Italia adalah sebuah keputusan yang sangat tepat.
Niela berkata dalam hati sambil menghela nafas panjang.
# # # # # # #
Serafina yang baru saja datang dan berjalan ke arah ruang makan untuk mengambil air minum tampak kaget melihat sosok Elenora dengan penampilan barunya.
Pakaian modis, dengan kerah tinggi (untuk menutupi hasil perbuatan James semalam), celana jeans, dan juga rambut yang tergelung rapi, ditambah lagi penampilannya yang memperlihatkan mata indahnya dan juga bulu matanya yang lentik tanpa adanya kacamata yang bertengger di hidungnya, membuat Serafina merasa kesal.
"Wah... sejak kapan kamu berani berdandan seperti itu?" Serafina berjalan mendekat ke arah Elenora yang terlihat sedang membantu menata meja untuk persiapan makan siang mereka hari ini.
Serafina yang memang sengaja datang hari ini, di kegiatan makan siang keluarganya, karena kemarin malam tidak bisa hadir di pesta ulang tahun mamanya, dan juga tadi pagi dia masih menikmati tidurnya, berjalan mendekat ke arah Elenora yang langsung menoleh begitu mendengar suara sapaan dari kakaknya yang terdengar sinis.
"Eh, kamu sudah datang? Apa kabar?" Elenora langsung menyapa Serafina dengan sikap ramah.
"Ist! Jangan bersikap sok ramah!" Begitu melihat tidak adanya orang lain di sekitar mereka, Serafina langsung menarik rambut Elenora sehingga jatuh tergerai dan terlihat berantakan.
"Kak... jangan seperti itu." Elenora langsung memprotes perbuatan Serafina, dan merapikan rambutnya dengan jari-jari tangannya, lalu berusaha menggelungnya lagi.
"Harusnya kata-kata itu cocok untukmu. Sejak kapan kamu menentangku seperti itu? Bukankah sejak dulu aku selalu mengatakan agar kamu tidak boleh mengubah penampilanmu, atau aku akan memberimu pelajaran seperti hari itu. Apa kamu belum jera dengan apa yang sudah terjadi malam itu? Kamu mau aku kembali mengirim para preman itu untukmu? Kali ini aku akan benar-benar membuatmu jera." Kata-kata Serafina membuat kaki Elenora mundur selangkah.
Meskipun keberadaan James sebagai suaminya sudah membuatnya lebih percaya diri, tapi kata-kata ancaman dari Serafina tetap saja membuat tubuhnya bereaksi dan menunjukkan rasa gugupnya.
“Sepertinya kamu benar-benar ingin mengabaikan perintahku ya? Apa karena sekarang kamu masih berstatus orang yang akan dijodohkan dengan James?” Serafina berkata sambil mendekatkan wajahnya kea rah wajah Elenora, dengan matanya menatap tajam ke arah wajah Elenora.
“Aku dengar James akan ikut makan siang di sini. Aku harap kamu tidak menggangguku untuk mendekati James. Sekarang lebih baik kamu mengubah kembali penampilan dan mengganti pakaianmu. Aku tidak mau James melihatmu dengan dandananmu yang seperti ini….” Serafina berkata sambil menarik kerah pakaian Elenora, yang spontan membuatnya tersentak kaget, karena tanpa sengaja, matanya memandang ke bagian dalam kerah Elenora yang baru di tariknya.
Serafina bisa melihat adanya beberapa tanda merah disana, dan Serafina yakin tanda itu timbul bukan karena digigit oleh serangga tapi merupakan tanda kissmark, yang memang terjadi karena seseorang sudah menggigit kecil, atau menghisap leher Elenora ketika menciumnya, yang diyakini oleh Serafina sudah dilakukan oleh seorang pria pada Elenora.
Dan dalam pikiran Serafina saat ini, tanda itu bisa ada di tubuh Elenora, kemungkinan besar terjadi ketika Elenora sedang bercinta dengan seorang pria, yang dalam pikirannya adalah seorang pria asing yang tidak dikenalnya.
Membayangkan itu, membuat Serafina tersenyum licik, karena merasa senang sekaligus puas, sudah menemukan cara untuk menjatuhkan dan mempermalukan Elenora di depan kedua orangtuanya, terutama di depan James siang ini.