My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
RENCANA DARIO UNTUK ORNADO



"Ah... adikku itu ternyata benar-benar mencintai Cladia, terbukti dia tanpa ragu memenuhi undanganku untuk datang ke tempat ini, meskipun tahu dia sedang mengantarkan nyawanya padaku. Sayangnya, rasa cintanya akan memaksanya untuk melepaskan orang yang dicintainya dengan sukarela." Dario berkata sambil melihat ke arah Dante yang baru saja melaporkan bahwa orang-orang yang diminta oleh Dario untuk mengawasi pergerakan Ornado, melaporkan bahwa Ornado benar-benar sedang menuju ke tempat ini seorang diri, tanpa pengawalan dari satu orangpun.


Dalam radius 1 km, mereka juga tidak menemukan bahwa ada orang-orang yang disinyalir sebagai orang-orang Ornado mengawal atau mengikuti Ornado secara diam-diam.


"Semakin dia mencintai istrinya, aku akan semakin bahagia, akhirnya bisa merebut seseorang yang begitu dicintainya, seperti dia sudah merebut segalanya dalam hidupku. Aku akan membuat dia merana dan menyesal sudah dilahirkan di dunia, hanya untuk merasakan sakitnya kehilangan semua yang dimilikinya, terutama kehilangan wanitanya." Dengan seringai licik, Dario mengucapkan kata-katanya sambil membayangkan tentang bagaimana terpuruknya Ornado saat dia kehilangan istrinya.


Dan bukan hanya itu saja, Dario sudah benar-benar bertekad untuk menghancurkan dan mempermalukan Ornado di depan mata dunia, dengan menjebaknya tentang pekerjaan-pekerjaan melanggar hukum yang dilakukan oleh Grup Xanderson selama ini, seperti lelang perhiasan palsu, dan juga penggunaan bahan-bahan baku berbahaya di perusahaan makanan milik Grup Xanderson.


Bukan hanya terpuruk karena kehilangan wanita tercintanya, Dario berharap dalam kehidupan bisnisnyapun Ornado mengalami keterpurukan, dan jika saja bisa, berharap Ornado tidak lagi memiliki kesempatan untuk bisa bangkit lagi.


"Dante! Dalam beberapa menit ke depan, Ornado akan segera datang ke tempat ini. Apa semua sudah disiapkan dengan baik? Aku tidak mau ada kesalahan yang bsia membuatku gagal dengan rencana yang sudah bertahun-tahun aku susun dengan begitu baik ini." Dario berkata sambil melirik jam di pergelangan tangannya.


Jika tidak salah prediksi, Dario sudah bisa memperkirakan bahwa kurang dari 10 menit lagi, Ornado pasti sudah sampai di mansion mewahnya ini.


Sembari memikirkan Ornado, Dario menunggu beberapa saat lagi untuk meminta para pelayannya mengecek kondisi kesadaran Cladia, agar dia bisa melaksanakan rencananya untuk mempertemukan Cladia dengan Ornado.


Dan juga memaksa Ornado untuk menandatangani beberapa surat perjanjian yang pastinya akan merugikan Grup Xanderson, dan membuatnya pailit dengan cepat, dan juga melepaskan Cladia untuknya.


Dario tersenyum sambil membayangkan bagaimana impiannya untuk mendapatkan Cladia akan segera tercapai. Penantiannya yang begitu alma akan segera berakhir.


"Semua sudah siap seperti permintaan Tuan." Dante langsung menjawab pertanyaan dari Dario yang langsung tersenyum dengan wajah puas.


"Pastikan begitu Ornado memasuki wilayah mansion ini, orang-orang kita segea menangkapnya, dan membawanya kemari. Ingat! Jangan ada seorangpun melukainya, karena hanya aku yang berhak untuk melakukan itu!" Dario menghentikan kata-katanya sambil menyeringai.


"Aku akan membuat adik tersayangku yang sombong itu merasa memiliki kesempatan untuk lari dariku. Biarkan dia masuk tanpa digeledah, tapi tetap awasi dia dengan ketat. Aku yakin dia datang ke tempat ini tanpa tangan kosong. Aku ingin tahu apa yang sedang direncanakannya untukku. Terlebih, aku ingin benar-benar membuatnya dipermalukan di depan wanita yang dicintainya. Aku ingin membuatnya terlihat menyedihkan dan menjadikannya laki-laki lemah yang tidak bisa melindungi wanitanya." Dario berkata dengan tatapan matanya yang terlihat begitu berapi-api, menunjukkan dengan jelas bagaimana perasaan dia yang sebenarnya terhadap Ornado.


"Bagus sekali kerjamu Dante! Kamu...." Dario langsung menghentikan kata-katanya karena tiba-tiba saja ada suara ketukan dari arah luar pintu ruang kerja di mansion pribadi itu, sebuah mansion yang sengaja disiapkannya untuk menyambut kedatangan Cladia sebagai wanitanya.


Mansion berukuran puluhan hektar, yang didapatkan oleh Dario dengan memaksa seorang laki-laki tua kaya raya untuk menandatangani serah terima, jual beli dengan harga yang amat sangat murah di bawah ancaman.


Dario sengaja menjebak laki-laki tua itu yang memang terkenal genit itu dengan wanita dan minuman yang sudah diberi obat pelemah saraf selama beberapa waktu, sehingga membuat laki-laki tua itu dengan mudahnya berada di bawah kendali Dario.


Setelah Dario berhasil mendapatkan mansion itu, bahkan Dario masih melanjutkan rencananya untuk menjebak laki-laki tua itu hingga akhirnya laki-laki itu menjadi seorang gelandangan, yang tidak lagi memiliki apa-apa, dan ditinggalkan oleh para kenalan dan sanak saudaranya.


"Masuklah!" Begitu Dario memberikan ijin untuk masuk, tampak pintu terbuka, dan dua pelayan yang berada di depan Cladia, tampak membukakan pintu ruangan Dario, dengan sosok Cladia yang langsung memandang lurus ke arah sosok Dario dengan wajah terlihat kaget.


Dario sendiri tidak kalah kagetnya melihat siapa yang tiba-tiba hadir di hadapannya itu.


Laki-laki itu tahu kalau sekarang memang sudah waktunya Cladia untuk tersadar dari efek obat bius yang diberikan oleh anak buahnya kepada wanita cantik itu, tapi Dario sungguh tidak menyangka kalau Cladia akan datang menemuinya langsung, tidak membiarkan dia menjemputnya ke kamar yang sengaja disiapkan oleh Dario untuk Cladia, dengan interior yang menampilkan warna maupun hal-hal yang selama ini disukai oleh Cladia.


Dario! Ternyata kamu adalah dalang dari semua perbuatan memalukan ini! Apa maunya laki-laki itu sekarang? Setelah membunuh kedua orangtuaku, apa sekarang dia benar-benar ingin menikahiku? Jangan mimpi! Lebih baik aku mati daripada menjadi istri dari monster mengerikan sepertinya! Laki-laki berhati dingin dan kejam sepertinya, tidak akan aku biarkan mendekatiku!


Cladia berteriak dalam hati sambil matanya memandang lurus dengan tatapan tajam ke arah Dario, tanpa bisa menyembunyikan rasa marah sekaligus jijik melihat sosok Dario.


Cladia... wanita cantik yang akan segera menjadi milikku seorang. Come on baby, mendekatlah padaku dan jadilah milikku.


Dario berkata dalam hati dengan mata menatap ke arah Cladia dengan tatapan mata yang sarat dengan cinta.