My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
AYO BERBELANJA (2)



“Apa kamu tidak merasa lelah amore mio?” Ornado yang masih setia mendampingi Cladia berbelanja langsung bertanya karena dilihatnya Cladia berhenti beberapa saat, terdiam sambil mengelus perutnya dengan gerakan pelan.


“Sepertinya begitu Al. Aku akan beristirahat sebentar.” Cladia berkata sambil melirik ke sekelilingnya untuk mencari tempat untuk sekedar duduk bersantai sambil menunggu yang lain selesai berbelanja.


“James…!” James yang tampak sedang berbincang serius dengan Enzo langsung menoleh begitu mendengar panggilan dari Ornado.


“Aku akan mengantar Cladia beristirahat di mobil, sampaikan pada yang lain aku akan menunggu selesai berbelanja di sana.” James langsung mengacungkan kedua jempolnya begitu mendengar perkataan dari Ornado, sebagai tanda bahwa dia mengerti dan mengiyakan perintah dari Ornado.


“Ayo amore mio, lebih baik kamu beristirahat di mobil agar terasa lebih nyaman. Kamu bisa menyelonjorkan kakimu untuk mengurangi rasa pegalnya. Kita tunggu di sana sampai mereka selesai berbelanja.” Ornado berkata sambil lengannya merengkuh Cladia dalam pelukannya.


“Oke Al, aku juga harus menghemat tenagaku untuk kembali berbelanja di tujuan kita selanjutnya, Mall Galleria Bali.” Cladia berkata pelan sambil mendongakkan kepalanya, menatap ke arah Ornado yang terlihat sedikit kaget dengan perkataan Cladia.


“Eh?” Mendengar perkataan Cladia, Ornado hanya bisa melongo, karena tidak menyangka kalau Cladia ternyata masih ingin melanjutkan belanjanya meskipun mau beristirahat sejenak sebelum mereka menuju tujuan selanjutnya, Mall Galleria Bali.


(Mall Galleria Bali merupakan ikon tempat belanja Internasional di Bali. Lokasinya yang dekat dengan patung Simpang Dewaruci dan bundaran Kuta menjadikan mall ini tidak sulit untuk ditemukan. Ya, harga disini memang mengikuti selera pasar Internasional. Wajar jika tepat ini selalu dijadikan destinasi wisata bagi yang berburu produk terbaru berkualitas dari merek-merek terkenal seperti Dunhill, Bulgari, Cartier, Calvin Klein, TAG Heuer, Versace, Hermes hingga Kenzo. Namun jangan salah, Mall ini tetap berada di Bali yang juga menempatkan kerajinan wisata Bali sebagai produk lokal yang dibanggakan sehingga bisa bersanding dengan produk-produk Internasional.


Dengan mengusung tagline “Enjoy, Play, Eat, Shop” menjadikan Mall Galeria Bali cocok dikunjungi orang yang berwisata bersama keluarga, ataupun teman-teman maupoun pergi dengan pasangan mereka. Selain dilengkapi dengan fasilitas hiburan juga beberapa restoran terkemuka hadir di Mall Galeria Bali ini. Para pengunjung tidak perlu khawatir masalah parkir, karena lahan parkirnya bisa menampung banyak kendaraan baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.


Karakter bangunan arsitektur Bali tetap terlihat begitu kental dalam desain bangunan Mall Galleria Bali, sehingga bangunan itu tetap terlihat artistic dan menonjolkan suasana khas Bali. Selain itu, di dalam Mall terdapat sebuah taman yang dilengkapi dengan beberapa bangku. Para wisatawan pasti betah berlama-lama ngadem sekaligus berbelanja di tempat ini).


Hah…. Ternyata para wanita itu sungguh mengerikan kalau sudah berbelanja, apalagi bersama teman-teman wanitanya yang lain. Bahkan saat berbelanja, sepertinya mereka tidak mengenal lelah sama sekali.


Ornado berkata dalam hati sambil mengelus pinggang Cladia yang dipeluknya, berharap Cladia merasa nyaman dengan tindakannya itu.


Dan mereka  seperti orang yang mabuk laut, tidak lagi ingat daratan, tidak mengingat waktu sama sekali jika sudah asyik berbelanja.


Ornado kembali berkata dalam hati setelah sekilas Ornado melirik ke arah jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan waktu yang sudah berlalu lumayan lama dari yang sudah direncanakan  sebelumnya.


Tentu saja seorang Ornado Xanderson boleh dibilang hampir tidak pernah menemani seorang wanita untuk pergi berbelanja, karena sejak berusia 12 tahun, mamanya sudah meninggal, setelah itu dia terlalu sibuk belajar, baik pelajaran sekolah maupun bisnis dari papanya, sebagai penerus tunggalnya.


Itupun jika dihitung-hitung, Ornado hanya dua kali mengantar Cladia berbelanja. Pertama ketika mereka berkunjung ke pasar malam waktu itu, dan yang kedua ketika mereka melakukan perjalanan ke Italia, itupun tidak banyak waktu yang mereka miliki untuk berbelanja karena saat itu mereka lebih memilih menghabiskan waktu untuk mengunjungi berbagai tempat romantis di Italia.


Dan begitu melihat bagaimana cara para wanita itu berbelanja, membuat Ornado hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah heran.


Bukan hanya Ornado, tapi Alvero pun baru tahu kalau sedang berbelanja, seorang wanita, bahkan permaisurinya yang merupakan seorang wanita sederhana, bahkan bisa begitu saja melupakan waktu dan rasa lelah di kaki mereka yang terus melangkah kesana kemari dengan wajah cerianya.


Untuk Dave, dia lebih bisa mengerti karena sudah terbiasa mengantar mamanya dan juga adik perempuannya untuk berbelanja.


Bagi Dave hal seperti itu justru tidak membuatnya heran sama sekali, sehingga dia dengan santainya mengikuti kemanapun Laurel berjalan, keluar masuk dari satu toko ke toko yang lain.


Bahkan bagi Dave, dia tidak merasa heran sama sekali melihat bagaimana para wanita itu melakukan proses tawar menawar dengan para penjual dengan begitu getol dan bersemangat.


Padahal jika dipikir-pikir, bahkan jika mereka membeli semua barang yang ada di tempat itu, tidak akan membuat suami mereka bangkrut.


Ha ha ha…. Sepertinya begitu berhasil menawar barang yang mereka inginkan sesuai dengan harapan mereka, para wanita akan merasa begitu puas dan bangga, termasuk mo cuisle, yang sedari tadi aku lihat selalu menawar barang apapun yang ingin dia beli. Padahal belum tentu jika kami membeli di tempat lain, harganya lebih mahal dari harga yang sudah berhasil dia tawar. Ini adalah daerah wisata, dan aku yakin semua yang dijual lebih pasti lebih mahal jika dibeli di tempat ini.


Dave berkata dalam hati sambil senyum geli tersungging di bibirnya melihat tindakan para wanita yang sedang sibuk berbelanja itu.


# # # # # # #


“A…pa maksudmu Kak? Aku… mana berani meminta hal seperti itu pada mereka?” Suara Elenora tampak terdengar gugup, dengan wajah terlihat tidak tenang.


“Tolong… jangan lakukan itu… Kak.” Jari-jari tangan Elenora yang memegang handphonenya tampak terlihat sedikit bergetar saat mengucapkan kata-katanya.


Cladia dan Ornado yang berjalan melewati Elenora saat berencana kembali ke tempat parkir mobil tampak sedikit menghentikan langkahnya begitu mendengar obrolan Elenora dengan seseorang melalui panggilan telepon.