
Begitu kepala Elenora terangkat, dan wajahnya tepat berhadap-hadapan dengan James dalam jarak yang cukup dekat, James langsung tersentak kaget, dengan jantungnya yang berdegup dengan begitu kencang tanpa bisa dia kendalikan lagi.
James benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dia lihat sekarang dari sosok seorang Elenora yang tampil di hadapannya, tanpa mengenakan kaca mata tebalnya, dengan rambut tertata rapi dan dijepit dengan jepit pemberian Cladia, ditambah pakaian modis yang dikenakannya… membuat James bukan hanya tersentak kaget, tapi juga menelan ludah di tenggorakannya dengan begitu sudah payah.
Rasanya saat ini James seperti berhadapan dengan gadis lain, bukan Elenora, dan desiran yang terasa aneh di dadanya yang dulu seringkali dia rasakan saat bertemu dengan Elenora sejak mereka masih remaja, saat ini terasa semakin nyata oleh James.
Penampilan kampungan, wajah culun, yang selama ini selalu dijadikan James sebagai alasan untuk memperolok Elenora, kesan itu tiba-tiba lenyap begitu saja saat Elenora melepas kacamata tebalnya.
# # # # # # #
“Al….” Dengan suara pelan Cladia memanggil nama panggilan kesayangan suaminya.
Ornado yang duduk di kursi penumpang mobil, tepat di samping Cladia langsung menoleh dan mengernyitkan dahinya, karena melihat wajah Cladia yang tempak serius.
“Kenapa denganmu amore mio? Kenapa wajahmu tegang sekali? Apa ada satu hal penting yang sedang mengganggu pikiranmu?” Ornado bertanya sambil menepuk-nepuk pelan pipi Cladia yang mencoba untuk tersenyum.
“Al… aku mengkhawatirkan Elenora. Apa tidak seharusnya kita tetap di sini dan tidak kembali dulu ke resort? Apa tidak lebih baik kita menunggunya sampai dia kembali ke Mozaic? Bagaimana kalau nanti Elenero nanti mencari kita? Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk padanya? Atau mungkin kamu bisa menyuruh Alex untuk menyusulnya?” Mendengar perkataan Cladia yang sarat dengan rasa cemas, Ornado segera meraih kepala Cladia dan menyandarkan di dada bidangnya.
“Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan amore mio. Seperti yang diinfokan Ernest tadi. Saat ini Elenora sudah bersama dengan James. James akan bsia menjaga Elenora dengan baik. Meskipun James seringkali bersikap dingin dan tidak perduli pada Elenora di depan semua orang. Tapi percayalah padaku, tidak ada laki-laki di dunia ini yang perduli dengan Elenora melebihi James. James adalah orang yang paling perduli dengan Elenora.” Ornado menjawab pertanyaan Cladia dengan tenang, dan memeberikan kepastian kepada Cladia tentang kondisi Elenora sekarang.
“Tapi Al, mendengar cerita dari Ernest tadi, rasanya aku tidak tega. Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan Elenora. Pasti para pemabuk tadi sudah membuat Elenora ketakutan. Kasihan sekali Elenora…” Kata-kata Cladia yang diucapkannya dengan suara bergidik, membuat Ornado langsung mengecup puncak kepala Cladia.
“Sudah… jangan membuat kejadian yang menimpa Elenora hari ini membuatmu teringat kembali kenangan burukmu waktu itu. Tenang saja, James sudah menghubungi Alex, agar pihak berwenang menangkap para pemabuk itu. Meskipun tidak bisa membuat mereka menderima hukuman seberat-beratnya karena mereka bukan warga negara dari negara ini. Aku akan pastikan bahwa mereka akan mendapat hukuman yang akan mereka jera.” Perkataan selanjutnya dari Ornado membuat Cladia tersenyum lega, dan menjauhkan kepalanya dari bahu Ornado, agar dia bisa menatap kea rah wajah tampan suaminya, yang selalu saja menenangkan hatinya, tapi di sisi lain, juga selalu saja membuat hatinya berdebar-debar dengan begitu keras.
“Terimakasih Al.”
“Ah, untuk apa berterimakasih padaku. Itu hal yang biasa saja. Kalau begitu… kita kembali ke resort sekarang ya? Bukannya ada hal penting yang harus kita lakukan sesuai dengan perkataanmu tadi siang amore mio?” Ornado berkata sambil mengedipkan salah satu matanya, membuat wajah Cladia memerah.
“Tapi Al….”
“Kenapa? Apa kamu masih khawatir dengan Elenora?”
Bahkan hanya dengan membayangkan apa yang sedang diinginkannya itu membuat Cladia tanpa sadar membasahi bibirnya dengan lidahnya, karena begitu menginginkannya.
“Sebelum pulang, bisakah kita membeli sesuatu? Aku sedang ingin memakannya.” Ornado langsung tertawa mendengar permintaan dari Cladia dengan wajah terlihat memohon ke arahnya.
“Apa Bee sedang kelaparan? Aku senang sekali, seharian ini sepertinya selera makanmu cukup bagus dibandingkan dengan biasanya.” Ornado berkata sambil mengacak pelan rambut di kepala Cladia.
Gadis kecilku, sekarang kamu sudah akan menjadi seorang mama, tapi entah kenapa, bagiku kamu masih terlihat seperti Cladia kecil yang selalu ada untukku.
Ornado berkata dalam hati sambil tersenyum lebar.
“Bukannya aku harus benar-benar menyiapkan tenaga untukmu malam ini? Karena itu, aku harus cukup makan.” Cladia berkata sambil tersenyum manis ke arah Ornado yang langsung menelan ludahnya begitu mendengar kata-kata Cladia yang baginya terdengar sungguh manja dan menggoda, sehingga memancing sesuatu di bawah sana.
“Ah, kalau begitu… apa yang ingin kamu makan setelah ini? Aku pastikan kamu bisa segera menikmatinya.” Dengan cepat Ornado berkata sambil sedkit menahan nafasnya, karena kata-kata menggoda dari Cladia barusan sungguh membuat dadanya berdetak jauh lebih kencang dari biasanya, dan membuatnya tidak sabar untuk menunggu waktu mereka kembali ke kamar mereka di resort.
“Aku benar-benar ingin makan celorot Al. Aku pernah mendapatkan kiriman celorot dari Bali, dan aku sungguh-sungguh rindu dengan rasa itu.” Kali ini dada Ornado berdegup kencang bukan lagi karena membayangkan sesuatu yang romantis bersama Cladia, tapi memikirkan bagaimana dia bisa mendapatkan celorot sedang jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 11 malam.
(Celorot atau kadang disebut dengan cerorot adalah kuliner tradisional yang tak hanya terkenal di Bali namun juga di daerah Lombok hingga Serawak. Merupakan salah satu jajajan khas Bali yang biasanya ada saat hari raya Nyepi.
Celorot yang merupakan salah satu jenis jajanan basah itu berbahan dasar tepung beras dan gula merah, sehingga memiliki cita rasa yang manis dengan tekstur yang sedikit kenyal. Kue celorot yang berwarna cokelat ini dibungkus menggunakan cetakan dari janur atau daun kelapa muda dengan bentuk kerucut).
“Amore mio…. Celorot yang kamu maksud…. Jajanan bewarna coklat? Berbentuk kerucut? Celorot yang biasa dijual di pasar tradisional itu? Celorot yang….”
“Iya Al.” Jawaban singkat dari Cladia yang memotong perkataannya membuat Ornado kembali menelan ludahnya, kali ini karena pikirannya langsung melayang, berputar dengan cepat, mencoba berpikir dimana dia bisa mendapatkan celorot di waktu hampir tengah malam seperti ini.
Aduh amore mio, dimana pada jam ini aku bisa mendapatkan jajanan itu? Selera makanmu benar-benar aneh setelah hamil. Tapi apa mau dikata, menurut orang yang lebih tua di sekelilingku, termasuk tante Ema dan apra pelayan senior di rumah kita, mereka selalu mengatakan kalau sebisa mungkin keinginan orang hamil harus dipenuhi. Bee, apa kamu sengaja melakukan ini pada papa? Apa kamu sengaja melakukan ini agar papa tidak bisa mengunjungimu malam ini?
Ornado berkata dalam hati sambil memandang ke arah Cladia yang masih memandangnya dengan menyungingkan senyum manis di wajahnya, dengan tatapan mata polos, tanpa merasa bersalah sedikitpun melihat wajah Ornado yang tampak kebingungan karena permintaan anehnya barusan.