My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MEMBUAT ORANG TERPANA



"Ah.... Aku... hanya mengerti... sedikit... saja..." Elenora menjawab dengan suara pelan, dengan sikap tidak percaya diri.


Untuk membuat mereka yakin bahwa dia hanya asal bicara, Elenora mencoba melempar senyumnya, sambil matanya melirik ke arah layar komputer secara diam-diam.


Elenora... apa yang berusaha kamu simpan? Sepertinya kamu mengerti betul tentang IT, apalagi matamu yang terlihat fokus dan berbinar saat melihat layar komputer milik Alex, tidak bisa menyembunyikan bahwa kamu terlihat begitu familiar dengan hal itu. Dan sepertinya, bukan hanya familiar, tapi begitu menyukai dan menguasainya. Perkiraanku tentang bahwa kamu pasti hebat di satu bidang yang tepat untukmu, pasti terbukti. Dan... apakah ternyata itu berkaitan dengan IT? Ayo kita coba sekarang.


Ornado berkata dalam hati dengan tatapan mata birunya yang tajam menatap ke arah Elenora yang sedikit menundukkan kepalanya, namun matanya terlihat masih terus melirik ke arah layar komputer.


Rasanya tangan Elenora memang sudah merasa gatal ingin membuat jari-jarinya bergerak lincah di atas keyboard komputer itu untuk menghadang orang yang sudah berani mencoba menjebol sistem keamanan perusahaan itu.


"Elenora, apa kamu bisa mencoba membantu kami?" Pertanyaan dari Ornado yang disertai dengan senyum ke arah Elenora, membuat Elenora merasa kaget.


"Eh, tapi Ad.... selama bergabung dengan kita, Elenora belum pernah melakukan hal seperti itu." James langsung menanggapi perkataan Ornado, sambil mendekat ke arah sepupunya itu.


James bukannya ingin meremehkan Elenora, tapi dia tidak ingin Elenora direndahkan atau disalahkan kalau ternyata perkataannya tadi hanya sekedar kata-kata yang lewat tanpa berpikir bahwa dengan kata-katanya membuat orang lain berpikir Elenora sedang menggurui Alex yang memang familiar dan cukup ahli di bidang itu.


Saat ini James hanya ingin melindungi Elenora agar tidak dipermalukan di depan Alex, yang mungkin saja saat ini merasa tersinggung karena perkataan Ornado. Merasa direndahkan dan dianggap tidak mampu, dengan memberikan kesempatan bagi Elenora.


Kalau untuk Ornado, James tahu bahwa dia hanya ingin memberikan Elenora kesempatan, bukan bermaksud mempermalukannya.


James... James... sepertinya kamu benar-benar tidak mengenal gadis yang kamu cintai dengan baik. Kalau hatimu sudah menetapkan diri untuk mencintai seseorang, harusnya semua hal tentang dia, kamu harus tahu. Semua kebiasaan, termasuk apa maksud dari tatapan mata dan gerak gerik tubuhnya.


Ornado berkata dalam hati sambil menatap ke arah James dengan tatapan gelinya.


"Kenapa James? Belum pernah bukan berarti tidak bisa kan?" Ornado berkata sambil menepuk bahu Alex, memberi tanda agar Alex bangkit dari duduknya, dan memberikan kursinya untuk Elenora.


Dengan sikap hormat sekaligus sigap, Alex segera berdiri, dan mempersilahkan Elenora untuk duduk melalui gerakan tangannya.


“Eh… tapi….”


“Aku… akan mencobanya.” Elenora berkata sambil jari-jari tangannya bergerak di atas keyboard komputer dengan gerakan yang sangat cepat, yang tidak bsia diikuti pandangan mata, sehingga membuat Alex maupun Ornado dan James tidak tahu pasti huruf, angka, simbol apa saja yang telah diketik oleh Elenora.


Yang pasti, hanya butuh waktu 30 detik untuk Elenora berhasil melakukan blokir terhadap pergerakan hacker yang jika Elenora terlambat lebih dari 5 menit, hacker itu akan berhasil menyusup masuk ke sistem komputer anak perusahaan Bumi Asia tersebut, dan mungkin saja selain meretas, bisa saja hacker tersebut merusak data yang ada di sana.~~~~


Melihat cepatnya gerakan tangan Elenora dan cepatnya waktu yang dia butuhkan untuk menyelesaikan masalah hacker itu membuat Alex dan James melongo, bahkan Ornado terlihat memicingkan matanya, memastikan bahwa Elenora memang sudah berhasil melakukan itu dengan baik.


Dan ternyata, tangan Elenora terus bergerak dengan cepat kembali, dan tanpa disangka oleh yang lain, tampilan layar komputer itu tiba-tiba menunjukkan bahwa Elenora bahkan bisa menunjukkan posisi tepat tempat hacker itu melakukan aktifitasnya barusan.


Melihat itu, walaupun dengan tatapan mata masih tidak percaya, Alex segera memerintahkan timnya yang ada di kota tempat hacker itu terlacak, untuk segera melakukan penggerebekan dan menangkap hacker itu sebelum dia melarikan diri.


Begitu selesai melakukan semua itu dengan baik, Elenora kembali menggerakkan jari-jari tangannya di atas keyboar, mengetikkan sesuatu yang tiba-tiba membuat layar monitor berubah warna, setelah itu Elenora mengetikkan sebuah kode yang merupakan password yang baru dibuatnya, sehingga dia memiliki akses untuk masuk.


“Ma… maaf, aku sedikit melakukan modifikasi terhadap sistem keamanan di server kalian. Jadi ke depannya seorang hacker tidak akan mudah untuk memasuki sistem kalian, dan mencuri data-data penting kalian. Dan dengan sistem keamanan yang aku buat barusan, hanya dengan dia mencoba melakukan akses ke salah satu komputer kita, maka secara otomatis, sistem kita akan segera melakukan pelacakan dan identifikasi terhadap orang tersebut, sehingga tidak lebih dari 3 menit, semua hal tentang dia akan bisa segera kita ketahui.” Penjelasan Elenora sungguh membuat Alex menatap Elenora dengan pandangan kagum, terpesona, tidak percaya, semuanya menjadi satu bagi Alex.


Tatapan mata James pun tidak bisa menyembunyikan, bahwa dia begitu terkesima dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Elenora barusan.


Elenora… bagaimana bisa dia melakukan semuanya itu dengan waktu yang sedemikian cepatnya? Kenapa dia menyembunyikan kemampuan hebatnya itu? Benar-benar sesuatu yang begitu menakjubkan. Bahkan selama aku emngawasi pergerakan dari tim IT Grup Xanderson, belum pernah ada yang bisa memblokir pekerjaan seorang hacker dalam waktu kurang dari 30 detik.


James berkata dalam hati tanpa berusaha menutupi pandangan tidak percaya sekaligus kagumnya terhadap Elenora.


Sedangkan Ornado, meskipun matanya menunjukkan bahwa tindakan Elenora sudah membuatnya kagum, tapi karena sejak awal, dia sudah memikirkan bahwa Elenora pasti hebat di suatu bidang, yang pastinya bukan bidang administrasi seperti yang sekarang ini ditempatinya, sehingga apa yang terjadi mala mini tidak terlalu membuatnya heran yang berkepanjangan.


Ornado hanya memandang ke arah Elenora dengan senyumnya, merasa lega penilaiannya terhadap Elenora yang memang sebenarnya memiliki kemampuan lebih di bidang yang belum dia tahu akhirnya benar-benar terbukti.