My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PEMBICARAAN BERSAMA DAVE (2)



“Kenapa kalian terlihat begitu kaget begitu mendengar masalah hacker itu?” Ornado bertanya balik kepada Laurel sebelum menjawab pertanyaan istri Dave itu.


"Ad... sebenarnya, kantor pusat Dave yang ada di Irlandia juga baru mendapatkan serangan hacker. Dan itu juga terjadi ketika kita berlibur waktu itu." Laurel berkata dengan dahinya yang mengernyit, membuat Ornado langsung menahan nafasnya dengan kernyitan di dahinya yang masih telrihat begitu jelas.


“Eh, benarkah? Kapan itu terjadi?” Dengan rasa penasarannya, Ornado langsung bertanya.


“Aku lupa kapan pastinya, tapi kalau tidak salah, ketika ketika kita sedang berlibur di pantai Kelingking.” Dave menjawab pertanyaan Ornado dengan suara yang terdengar sedikit ragu.


“Lho? Itu adalah waktu yang sama dimana hacker itu juga menyerang sistem komputer di pabrik penyamakan kulit milik kami. Setelah itu, besoknya hacker yang sama mencoba menembus sistem keamanan data kami di kantor pusat Bumi Asia. Waktu itu Elenora yang membantu kami menghalangi hacker itu masuk ke dalam sistem keamanan kami.” Perkataan Ornado membuat wajah mereka yang ada di tempat itu terlihat semakin tegang.


“Rasanya kalau itu dikatakan sebagia sebuah hal yang tidak sengaja terjadi, terlihat justru mengada-ada.” Cladia berkata sambil melirik kea rah Ornado yang saling menatap dengan Dave.


"Apa mereka diperintah oleh orang yang sama?" Dave bergumam pelan.


"Aku sudah berhasil menangkap hacker tersebut. Baik yang menyerang pabrik penyamakan kulit kami ataupun kantor pusat Bumi Asia. Bahkan aku sudah mendapatkan info detail tentang mereka. Mereka berdua tidak saling mengenal satu sama lain. Mereka juga tidak tahu siapa yang sudah memberikan perintah pada mereka, karena setiap kali orang itu memberikan perintah, dia selalu mengggunakan nomer yang berbeda-beda, dan juga menggunakan alat pengubah suara jika meemberikan perintah langsung melalui panggilan telepon." Ornado memberikan penjelasan tentang hacker yang berusaha menyerang sistem keamanan data milik perusahaannya.


“Tapi jika menelisik bagaimana cara orang yang membayar mereka, menghubungi dan melakukan transaksi mereka yang boleh dibilang mirip, aku curiga mereka berdua diperintah oleh oraNg yang sama. Paling tidak jika ada orang lain yang menjadi dalangnya, di belakangnya, pasti itu orang yang sama.” Ornado berkata dengan sikap yakin atas dugaannya.


"Bryan juga sudah berhasil menangkap hacker yang berusaha meretas data kantor kami di Irlandia. Hacler itu adalah orang yang berasal dari Irlandia juga. Bagaimana dengan hacker yang berusaha menyerang kalian? Apa kalian sudah tahu dia berasal darimana?" Dave  bertanya sambil menatap ke arah Ornado yang baru saja menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa yang ada di kantor Cladia sambil menyilangkan kedua kakiya.


Cladia yang melirik sekilas ke arah Ornado, tahu kalau suaminya itu, meskipun terlihat tenang, tapi dalam diam dia pasti sedang memikirkan suatu rencana untuk segera mengetahui  dan menyelesaikan masalah hacker yang terlihat begitu mencurigakan itu.


"Kedua-duanya bukan orang lokal negara ini, tapi juga bukan orang Irlandia, hanya saja ada sesuatu yang aneh tentang mereka Dave. Aku sudah menyelidiki bahwa sebelum mereka mencoba meretas sistem komputer kami, mereka mendapatkan transfer sejumlah besar uang. Uang itu mungkin berasal dari orang yang memberikan perintah kepada mereka. Dan bisa aku pastikan dana itu berasal dari orang yang posisinya berada di Irlandia." Mata Laurel dan Dave membulat sempurna mendengar perkataan Ornado.


"Dan aku tidak berhasil menembus info tentang pemilik nomer rekening itu, karena sepertinya ada orang kuat di belakangnya yang berusaha menghalangi penyelidikan kami." Ornado melanjutkan kata-katanya sambil memandang ke arah Dave yang wajahnya terlihat begitu tegang.


“Hah? Tim dari Grup Xanderson tidak bisa menembus informasi perbankan di Irlandia? Dave….” Laurel berkata pelan sambil melirik ke arah suaminya, karena dokter cantik itu tahu pasti sebesar apa kekuasaan yang dimiliki oleh suaminya di Irlandia.


Dan kemungkinan besar, memang orang-orang dari Shaw Corporation, yang bisa melakukan hal seperti itu, menghalangi tim penyelidik dari Grup Xanderson itu mendapatkan info di Irlandia.


“Maaf Dave, jangan salah paham padaku, tapi dengan kejadian ini, mau tidak mau, aku curiga ada orang-orang di Shaw Corporation yang terlibat dalam hal ini, karena tidak mungkin, orang awam bisa melakukan ini pada tim penyelidikku.” Ornado berkata sambil menatap ke arah Dave.


Ornado tahu bahwa yang dikatakannya barusan bisa saja menyinggung Dave, karena dokter tampan itu merasa dituduh atau dihakimi. Akan tetapi, sejak awal menerima info tentang latar belakang para hacker itu, berserta dengan kejadian-kejadian yang terjadi di sekeliling mereka. Ornado tahu bahwa dia memang harus segera mengkorfimasi kejadian ini pada Dave, agar ke depannya tidak ada salah paham.


“Aku tahu Ad. Wajar sekali kamu memiliki pikiran seperti itu. Jika itu terjadi padaku, aku juga pasti akan memikirkan hal yang sama denganmu.” Dave menanggapi dengan bijak perkataan Ornado.


“Sepertinya ada seseorang yang sengaja ingin mengadu domba kalian berdua. Sejak jaman penjajahan sampai sekarang, tampaknya taktik ini masih saja digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, untuk kepentingan mereka pribadi.” Cladia berkata pelan sambil melihat secara bergantian ke arah Dave dan Ornado.


(Politik pecah belah, politik adu domba, atau divide et impera adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukkan. Dan bisa juga untuk menimbulkan kesalah pahaman agar dua kelompok besar saling bertikai, sehingga pihak yang mengadu domba bisa mendapatkan keuntungan, saat kedua pihak berselisih.


Awalnya, politik pecah belah merupakan strategi perang yang diterapkan oleh bangsa-bangsa kolonialis mulai pada abad 15 (Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, Prancis). Bangsa-bangsa tersebut melakukan ekspansi dan penaklukan untuk mencari sumber-sumber kekayaan alam, terutama di wilayah tropis. Seiring dengan waktu, metode penaklukan mereka mengalami perkembangan, sehingga politik pecah belah tidak lagi sekadar sebagai strategi perang namun lebih menjadi strategi politik, dan juga ekonomi di dunia bisnis).


“Cladia benar, aku harap kalian berdua tidak terpancing emosi dan saling curiga satu dengan yang lain. Itu pasti yang sedang diinginkan mereka. Jangan sampai kalian terjebak dalam rencana mereka.” Laurel menambahkan perkataan Cladia dengan wajah khawatir.


“Seperti kata James, ada seseorang yang sedang bermain api denganku. Dan sepertinya bukan hanya padaku, tapi pada kita berdua Dave. Bagaimana? Apa kamu siap menghadapinya bersamaku?” Ornado berkata kepada Dave sambil menjauhkan tubuhnya dari sandaran kursi, lalu mencondongkannya ke arah Dave yang duduk tepat di depannya dan mengulurkan tangan kanannya sambil melipat siku tangan dengan mengepalkan tangan, membentuk gerakan seperti orang yang sedang bersiap untuk adu panco.