My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KEMUNCULAN DARIO



"Waktu kita di Bali hanya tiga hari lagi sebelum kita berangkat ke raja ampat." Cladia yang mendengar perkataan Deanda langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Saat ini mereka sedang duduk berdua di salah satu bangku di sebuah cafe yang ada di pinggir pantai, sambil menunggu para suami tampan mereka menghabiskan waktu untuk berselancar.


(Berselancar adalah olahraga air permukaan di mana peselancar (surfer) naik di depan atau muka dari gelombang yang bergerak, yang biasanya membawa surfer menuju pantai. Gelombang yang cocok untuk berselancar umumnya ditemukan di laut, tetapi juga dapat ditemukan di danau atau sungai dalam bentuk gelombang berdiri atau lubang pasang surut.


Peselancar juga dapat memanfaatkan gelombang artifisial seperti yang berasal dari perahu dan gelombang yang dibuat di kolam gelombang buatan. Definisi modern dari berselancar, paling sering merujuk pada seorang surfer yang mengendarai ombak yang berdiri di atas papan selancar; ini juga disebut sebagai stand-up surfing. Berselancar bisa memberikan manfaat yang beragam bagi tubuh kita, misalnya memperkuat jantung, meningkatkan tonus otot, dan lain-lain.


Berselancar adalah olahraga mengendarai ombak dalam posisi tegak. Peselancar menangkap gelombang laut, sungai, atau buatan manusia, dan meluncur melintasi permukaan air sampai ombak pecah dan kehilangan energinya.


Di laut, peselancar (surfer) berdiri di papan selancar dan menavigasi air, hampir sejajar dengan pantai, menuju pantai. Tujuan utama dari selancar adalah untuk naik dan maju pada bagian gelombang yang tidak terputus menggunakan papan selancar. Namun demikian, pemula dapat belajar berselancar di bagian arung gelombang.


Banyak sejarawan dan penggemar selancar percaya bahwa esensi selancar adalah dalam bodysurfing, seni meluncur di atas ombak hanya menggunakan tubuh sebagai permukaan yang merencanakan.


Menurut Universitas Hawaii, penanggalan bodysurfing sudah ada sejak 2.000 SM, tetapi bukti pertama aktivitas pengaktifan bodysurfing di dunia Barat baru muncul pada tahun 1899, ketika orang Australia Fred Williams mendapat beberapa pelajaran dari pulau kepulauan Tommy Tana di Polinesia.


Olahraga selancar dimulai antara abad ke-19 dan ke-20, tetapi menunggang ombak adalah praktik lama yang berasal dari budaya Polinesia kuno dan Peru kuno).


"Ah, sepertinya liburanku kali ini adalah liburan terbaik yang pernah aku jalani seumur hidupku." Perkataan Deanda membuat Cladia tersenyum geli, karena baginya, perkataan Deanda itu juga mewakili apa yang ada di pikirannya juga.


"Berlibur di tempat yang begitu indah bersama para sahabat, orang-orang dekat, juga suami tercinta... rasanya ini memang akan menjadi liburan terindah bagi kita semua." Cladia menambahkan kata-kata Deanda, yang terlihat begitu menikmati segarnya air kelapa muda dari buahnya langsung dengan sedotan.


"Omong-omong, kenapa Laurel belum kembali ya?" Deanda berkata setelah melepaskan sedotan dari bibirnya, sambil menoleh ke belakang, mencari sosok Laurel yang tadi pamit ke toilet sebentar.


"Srek..." Sebuah suara dari kursi mundur terseret di sampingnya, tempat Cladia duduk, membuat Deanda langsung menoleh, dan dengan gerakan sigap Deanda bangkit dari duduknya.


"Eh!" Tangan Deanda bergerak dengan cepat menghalangi seorang pria bule dengan tubuhnya yang kekar berjalan mendekat ke arah Cladia, yang wajahnya langsung terlihat pucat dan ada aura ketakutan di wajahnya.


Deanda segera memberikan tanda melalui gerakan tangannya yang lurus, telentang di antara Cladia dan laki-laki asing itu.


Dari yang sudah didengar oleh Deanda dari Alvero, Deanda tahu bahwa Cladia memiliki trauma yang membuat dia tidak bisa dan histeris jika berdekatan apalagi bersentuhan kulit dengan laki-laki manapun kecuali Jeremy dan Ornado.


"Jangan mendekat!" Deanda langsung berkata dalam bahasa inggris begitu dilihatnya wajah pria itu sepertinya bukan orang Asia.


"Dante, jangan menakuti para wanita cantik itu." Sebuah suara bariton yang terdengar merdu dan juga ramah, tiba-tiba terdengar dan empunya suara langsung mendekat ke arah mereka.


Cladia yang tadinya begitu kaget karena kehadiran Dante yang tiba-tiba mendekat ke arahnya dan menggeser mundur kursi yang dudukinya, langsung menoleh ke arah asal suara.


Begitu melihat sosok Dario yang sudah bersuara tadi dan mendekat ke arah mereka, detakan jantung Cladia sedikit turun ritmenya dari rasa kaget sekaligus takut yang tadi baru saja dirasakannya karena kehadiran Dante.


"Cla... apa kamu baik-baik saja?" Dario yang bisa melihat bagaimana wajah Cladia yang masih menunjukkan rasa kaget sekaligus takut, membuat Dario menunjukkan rasa khawatirnya dan berencana mendekat ke arah Cladia, yang dengan reflek kembali mendorong memundur kursinya, membuat Dario dengan cepat menghentikan gerakannya.


Kenapa dengan Cladia? Aku tahu kami tidak pernah dekat secara fisik, tapi kenapa hari ini dia terlihat ketakutan melihatku? Padahal biasanya, dia akan tersenyum padaku meskipun tidak pernah  menerima jabatan tanganku, karena traumanya di masa lalu. Apa karena Dante?


Dario berkata dalam hati sambil tersenyum ramah ke arah Cladia, mencoba membuat Cladia tenang.


Karena begitu besar obsesi Dario terhadap Cladia, dia selalu mencari info sekecil apapun tentang Cladia, termasuk info yang baru-baru ini dia dapatkan tanpa sengaja dari John tentang trauma Cladia terhadap pria sejak kejadian beberapa tahun lalu.


John yang merupakan salah satu teman Ornado di Amerika yang menjadi salah satu orang yang banyak memberikan bantuan berupa nasehat dan cara bagaimana agar Ornado dapat meluluhkan hati dan menyembuhkan trauma Cladia waktu itu, juga merupakan teman akrab Dario.


"Maafkan atas ketidak sopanan anak buahku yang sudah membuatmu tidak nyaman Cladia, dan juga permaisuri Deanda." Dario segera meminta maaf, sambil menahan keras dirinya untuk tidak mendekat ke arah Cladia yang terlihat sudah mulai tenang.


Deanda yang mendengar permintaan maaf Dario, akhirnya menurunkan tangannya dan mundur selangkah, dengan sikap masih begitu siaga, dan mata melirik ke arah Erich dan Ernest yang sedang berlarian ke arah mereka.


Kedua pengawal pribadi Alvero yang tadinya sedang bersiap ikut pergi berselancar langsung berlari ke arah Deanda begitu melihat ada pergerakan yang bagi mereka sedikit mencurigakan di tempat Deanda.


Apalagi mereka bisa melihat pergerakan dari para petugas keamanan milik grup Xanderson, membuat Erich dan Ernest tahu ada sesuatu yang terjadi di sana.


Dante yang merasa dikepung sedikit menahan dirinya agar tidak membuat gerakan yang bisa membuat para pria yang bertugas menjaga keamanan majikan mereka itu terpancing.


"Ah, kamu sengaja menyusul kami kemari, atau ini hanya sebuah kebetulan saja Dario?" Tanpa disangka oleh Dario, Laurel yang baru saja muncul di tengah-tengah mereka langsung menyerang Dario dengan kata-katanya.


"O, kamu masih bersama dengan mereka Laurel? Senang bisa bertemu denganmu lagi di tempat ini. Apa tuan Shaw juga masih bersamamu?" Dario berkata sambil sedikit menoleh memandang ke arah laut, melihat beberapa pria dengan tubuh atletis mereka sedang berselancar.