
Untung saja istriku tidak seberani dan secerewet Laurel. Kalau tidak, James pasti tambah tidak berkutik. Salah sendiri, siapa suruh menjadi laki-laki pengecut yang tidak mau jujur pada dirinya sendiri. Apa susahnya mengatakan dengan jujur kalau dia mencintai Elenora, bahkan sejak mereka masih kanak-kanak. Jangan sampai kamu menangis darah karena seseorang merebut Elenora darimu.
Ornado kembali berkata dalam hati sambil melirik ke arah Cladia dengan tatapan hangatnya, satu-satunya wanita yang bisa membuat seorang Ornado Xanderson menatap seorang wanita dengan penuh cinta.
"Selamat pagi semua. Apa kami datang terlambat?" Suara sapaan dari Alvero bersama rombongannya yang baru saja hadir di ruang makan itu membuat Laurel dan yang lain menghentikan tindakan mereka untuk menggoda James dan Elenora untuk sementara waktu, yang tanpa sadar membuat James menghembuskan nafas lega.
Karena James tahu jika diteruskan, dia pasti akan menjadi bulan-bulanan Laurel pagi ini, belum lagi sosok Ornado yang matanya sedang menatap ke arahnya, pasti akan ikut memojokkannya tanpa ampun.
"Pagi Alvero, bagaimana tidurmu tadi malam? Apakah kalian bisa tidur dengan nyenyak semalam?" Ornado langsung membalas sapaan Alvero dengan pertanyaan balik, membuat Alvero yang menarik sebuah kursi untuk Deanda langsung tersenyum.
"Tempat tidur yang nyaman, suasana yang indah dan menenangkan, mungkinkah orang sulit tidur di tempat seperti itu?" Jawaban Alvero membuat Ornado tersenyum.
"Bagaimana denganmu sendiri Ad? Apa tidur kalian nyenyak semalam? Aku dengar dari para penjaga, hampir tengah malam kalian baru kembali ke kamar." Alvero bertanya balik sambil mengambil posisi duduk di samping Deanda yang sedang menyapa Cladia dan yang lain dengan senyuman di wajahnya.
"Tempat indah dan nyaman, ditemani istriku yang begitu cantik, mana bisa aku tidur dengan tenang tadi malam? Aku juga tidak yakin kalau kamu dan Dave bisa tidur nyenyak sepanjang malam tadi. Apakah tebakanku benar begitu Alvero?" Jawaban Ornado sukses membuat Alvero dan Dave tersenyum geli, sedang wajah Cladia langsung memerah dengan sukses.
Dan bukan hanya Cladia saja, tanpa sadar wajah Laurel dan Deanda bahkan ikut menunjukkan semburat merah karena perkataan Ornado yang begitu tepat sasaran.
Semalam, memang tidak ada satupun dari ketiga pasangan itu yang tidak menikmati malam panjang kemarin tanpa melakukan suatu kegiatan untuk menunjukkan cinta satu sama lain dengan pasangannya.
Selain Ornado, raja Gracetian dan dokter tampan itu bahkan meminta jatah mereka lebih dari sekali kepada wanita tercinta mereka.
Mereka benar-benar terbawa oleh suasana romantis dan nyaman yang sengaja dipersiapkan secara khusus oleh Ornado untuk menikmati babymoon mereka.
Meskipun mungkin dia tidak bisa melakukan kegiatan seperti itu sesering mungkin karena kondisi Cladia, tapi mengingat kegiatan panasnya bersama Cladia tadi malam, bagi Ornado dia merasa sudah sangat beruntung semalam kondisi kesehatan Cladia sedang tidak bermasalah, sehingga dia juga bisa menikmati kemesraan bersama istrinya, seperti yang dialami Dave dan Alvero.
Aroma parfum ruangan yang diberikan Ornado untuk kamar mereka dan kamarnya sendiri adalah aroma vanila.
Ornado sengaja memilih aroma ruangan kamar mereka aroma vanila, karena Ornado tahu tujuan liburan mereka berenam kali ini adalah melakukan perjalanan babymoon.
(Aroma vanila merupakan salah satu jenis wewangian yang dapat merangsang kadar hormon feromon seseorang. Sistem saraf feromon adalah sat kimiawi dalam tubuh yang berfungsi untuk merangsang dan mengeluarkan daya pikat seksual baik wanita maupun pria).
"Sepertinya begitu Ad. Pertanyaanmu tidak perlu kami jawab karena kamu pasti sudah tahu jawabannya." Alvero berkata sambil melirik ke arah Deanda yang mau tidak mau juga mengingat malam panjang dan romantis, sekaligus panas yang sudah dia lewati bersama Alvero semalam.
Andaikata yang mulia tidak lelah karena perjalanan dan ingat bahwa pagi ini harus keluar kamar untuk sarapan bersama Ornado, bisa jadi sepanjang hari ini yang mulia akan membuatku terkurung di dalam kamar agar dapat terus memanjakannya.
Deanda berkata dalam hati sambil meringis, mengingat bagaimana Alvero yang begitu menyukai kegiatan ranjang sejak mereka menikah, tidak akan pernah melewatkan kesempatan yang ada untuk melakukan hal itu.
Sebagai seorang wanita berdarah Asia, tentu saja bagi Cladia membicarakan urusan ranjang adalah suatu hal yang tabu dibicarakan di depan orang banyak, apalagi ada lawan jenis yang bukan merupakan suaminya.
"Pagi, maaf ya, kami berempat sedikit terlambat." Alaya yang baru saja datang bersama Vincent, Enzo dan Larena langsung menyapa yang lain dan mendekat ke arah meja makan, mengambil posisi duduk kursi yang kosong di sana.
"Wahhh... pulau ini benar-benar indah, dan makanan yang kalian suguhkan pada kami benar-benar akan membuat dietku gagal." Suara Enzo yang berkata sambil menatap ke arah Ornado dan mengedipkan sebelah matanya, membuat Ornado tertawa.
"Apa kabar Enzo? Setelah seharian kemarin menghilang begitu acara perkenalan selesai, sepertinya hari ini kamu sudah siap menghabiskan waktu bersama kami semua." Perkataan Ornado membuat Enzo meringis.
Karena memang setelah acara perkenalan kemarin, Enzo langsung menyingkir dari keramaian karena Melva sedang menceritakan adanya kasus penipuan yang terjadi di Renhill.
Seseorang telah memalsukan lukisannya, dan menjualnya lebih mahal dari harga aslinya.
Pihak pembeli baru mengetahui bahwa lukisan yang dibelinya palsu karena pameran lukisan yang diadakan Melva memamerkan lukisan aslinya.
Karena itu cukup lama Enzo membantu Melva untuk menemukan siapa dalang dibalik semua itu, membuat Enzo banyak menghabiskan waktu di kamarnya dan kehilangan kesempatan untuk mengobrol dengan yang lain di pesta penyambutan kemarin malam.
"Maaf, aku harus membantu Melva karena ada masalah pada pameran lukisannya." Enzo berkata dengan wajah menunjukkan sikap menyesal, membuat yang lain langsung tersenyum.
"Apa semuanya sudah beres?" Alvero berkata pelan sambil meneguk air mineral di depannya.
"Semua sudah oke. Jadi tenang saja, meskipun kalian mengusirku, aku akan terus mengikuti kemapun kalian pergi berlibur." Enzo kembali berkata sambil terkekeh.
"Syukurlah kalau masalah Melva sudah bisa diselesaikan dengan baik. Kapan kamu menikah Enzo?" Pertanyaan Ornado langsung membuat Enzo kembali meringis dengan sikap malu-malu.
"Aku sudah katakan padanya untuk segera menikah, tapi entah kenapa Enzo masih saja ragu menentukan harinya. Sepertinya justru Erich yang akan menilah lebih dahulu darinya." Alvero berkata sambil melirik ke arah Erich yang duduk dengan sikap siaga dan wajah tanpa senyumnya meski berada di meja makan.
Siapa sangka si gunung es itu akan menikah lebih dahulu dibandingkan Ernest dan Enzo. Benar-benar hebat dan tidak aku sangka dalam waktu dekat dia akan menikah dengan Cleosa, meninggalkan Ernest tetap menjadi seorang lajang sejati.
Alvero berkata dalam hati sambil mengalihkan pandangannya dari sosok Erich yang wajahnya tidak menunjukkan perubahan apapun meski tahu Alvero dan Enzo sedang membicarakan tentang dirinya dan Cleosa.