
Sehingga bagi Serafina, saat ini, satu-satunya kesempatan jika dia ingin hidup sebagai nyonya besar tanpa perlu mengkhawatirkan popularitas dan juga kekayaan di sisa hidupnya kelak, James adalah satu-satunya kesempatan yang dia miliki saat ini.
Karena itu, Serafina tampak begitu kaget sekaligus marah, mulai mempertanyakan tentang rencana perjodohan Elenora dan James yang sudah sejak lama diincarnya itu.
Apalagi dengan keberadaan Elenora yang sedari kecil sudah dianggap sebagai saingannya oleh Serafina, tentu saja Serafina begitu tidak terima mendengar berita perjodohan antara Elenora dan James barusan.
Sebuah perjodohan yang ternyata sudah dilakukan sejak beberapa minggu yang lalu, tanpa sepengetahuan Serafina, karena selama dua bulan ini, model cantik itu memang belum pernah pulang ke rumah sekalipun karena kesibukannya sebagai model terkenal.
“Belum ada laki-laki yang menurutku pantas untuk aku bawa menemui kalian berdua.” Serafina menjawab perkataan papanya dengan sikap acuh tak acuh.
“Dari sebegitu banyaknya pria yang pernah dikabarkan dekat denganmu, tidak ada satupun yang benar-benar mengena di hatimu? Apa kamu ini mau terus bermain-main dengan pria di masa mudamu? Mau jadi apa kamu ke depannya? Bukannya kamu tahu dunia model tidak akan bisa kamu jadikan pegangan hidupmu sampai kamu tua?” Papa Serafina berkata sambil memandang serius ke arah putrinya yang harus diakuinya memang cantik dan memiliki bentuk tubuh yang indah, memang pantas menjadi seorang model papan atas, dan pastinya menarik hati para pria dari berbagai kalangan.
“Ada waktunya kamu harus mundur dari sana. Dan lamanya dunia model sebagai pilihan karir, tidaklah sepanjang jika kamu memiliki karir di bidang lain. Perputaran orang di dunia model terlalu cepat dan kadang begitu mendadak. Mereka akan selalu mencari bibit-bibit baru yang lebih muda dan menarik.” Laki-laki setengah baya itu melanjutkan kata-katanya sambil menarik nafas dalam-dalam.
Apa yang baru saja dia katakan adalah suatu hal yang tidak enak untuk didengar, tapi itu adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri tentang pekerjaan di dunia model, entah model di belahan dunia manapun.
“Karena itu, seharusnya kalian menjodohkan aku dengan James Xanderson, bukan Elenora.” Perkataan Serafina sungguh membuat kedua orang tuanya melotot kaget, tidak menyangka bahwa Serafina menginginkan perjodohan dengan James.
“Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan hal seperti itu? Bukannya kamu tidak terlalu dekat dengan James maupun keluarganya?” Mama Serafina bertanya dengan tatapan mata menyelidik melihat ke arah Serafina yang langsung tersenyum sinis.
“Aku bukan orang munafik Ma. Siapa yang bisa menolak jika jodoh yang disodorkan kepadaku adalah seorang keturunan Xanderson? James Xanderson? Kalaupun bukan aku, tidak ada gadis lain yang akan keberatan jika dijodohkan dengan pria seperti James Xanderson.” Serafina berkata dengan nada terdengar berapi-api, meskipun dia berusaha agar nada suaranya tidak meninggi sehingga mendapatkan terguran kembali dari papanya.
“Tapi Ma, paling tidak saat itu, seharusnya Mama sedikit memberikan alibi agar keluarga James bisa memilih antara aku dan Elenora, bukan pasrah dan diam saja dengan permintaan keluarga mereka.” Kata-kata Serafina membuat papanya menatap tajam ke arah Serafina.
“Serafina, jaga ucapanmu! Keluarga Xanderson bukanlah keluarga yang bisa kita perlakukan seenak perut kita sendiri. Mereka keluarga terpandang yang mengusai hampir seluruh lini bisnis di Italia dan hampir seluruh Eropa. Bukan hanya Ornado, keluarga Xanderson milik orangtua James juga merupakan orang kuat di negara ini. Kalau mereka meminta Elenora sebagai menantu mereka, kamu pikir kami sebagai orangtua bisa menolak hal itu?” Papa Serafina berkata dengan nada sedikit kesal karena Serafina terdengar sedang menyalahkan mereka, tentang perjodohan Elenora dan James.
“Bu… bukan begitu Pa.” Serafina yang tahu bahwa papapnya merupakan orang yang cukup keras, akhirnya mencoba membuat suasana tidak semakin panas.
“Aku hanya menyampaikan pendapatku pribadi. Tapi jujur saja, aku juga tidak akan keberatan jika keluarga James memintaku sebagai istri James. Aku juga ingin mendapatkan kesempatan berharga seperti itu.” Suara lirih dari Serafina membuat mamanya menarik nafas panjang.
“Kamu tahu Serafina, meskipun kami berdua cukup dekat dengan keluarga Xanderson, khususnya keluarga James, tapi setiap tindakan dan sikap kami kepada mereka harus kami lakukan dengan hati-hati dan penuh perhitungan agar kami tidak menyinggung mereka. Mereka bukanlah orang yang bisa kita lawan jika kita memiliki perselisihan dengan mereka.” Mama Serafina berkata sambil menatap lega ke arah suaminya yang tampak tidak lagi emosi akibat kata-kata Serafina sebelumnya.
“Kalau saja saat itu Elenora menolak perjodohan ini, mungkin kami akan bisa memiliki kesempatan mengajukan namamu sebagai gantinya. Tapi di depan kedua orangtua James, Elenora sudah menyatakan kesediaannya untuk menikah dengan James. Dan mereka berdua tampak begitu bahagia mendengar Elenora tidak menolak rencana itu sedikitpun. Melihat itu, bagaimana bisa kami memikirkan yang lain? Bahkan memikirkan menggantikan Elenora denganmu?” Perkataan mamanya membuat Serafina mengernyitkan dahinya.
Serafina merasa kaget, bahwa ternyata Elenora tidak menolak rencana perjodohannya dengan James, padahal gadis yang polos itu terlihat biasanya terlihat tidak nyaman saat bertemu dengan James, bahkan terlihat cenderung menghindari pertemuan dengan James.
Dan sekarang tiba-tiba saja Serafina mendengar bahwa Elenora tidak menolak untuk dijodohkan dengan James Xanderson.