My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
BALADA KOPI (2)



"O ya? Rasanya aku tidak cocok dengan bau kopi espresso ini. Kamu harus membelikanku kopi espresso milik starbuck. Aku sudah familiar dengan bau dan rasa kopi espresso yang ada di sana." Dengan santainya James berkata kepada Elenora tanpa merasa bersalah sudah menolak mentah-mentah kopi yang disodorkan Elenora padanya.


(Starbucks Corporation adalah sebuah perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 20.336 kedai di 61 negara, termasuk 13.123 di Amerika Serikat, 1.299 di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Britania Raya, 732 di Tiongkok, 473 di Korea Selatan, 363 di Meksiko, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, 164 di Thailand dan 326 di Indonesia.


Starbucks menjual minuman panas dan dingin, biji kopi, salad, sandwich panas dan dingin, kue kering manis, camilan, dan barang-barang seperti gelas dan tumbler. Melalui divisi Starbucks Entertainment dan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Banyak di antara produk perusahaan yang bersifat musiman atau spesifik terhadap daerah tempat kedai berdiri. Es krim dan kopi Starbucks juga dijual di toko grosir.


Sejak didirikan tahun 1971 di Seattle sebagai pemanggang dan pengecer biji kopi setempat, Starbucks meluas dengan cepat. Pada tahun 1990-an, Starbucks membuka kedai baru setiap hari kerja, satu tahap yang terus dilanjutkan sampai tahun 2000-an. Kedai pertama di luar Amerika Serikat atau Kanada dibuka pada pertengahan 1990-an, dan jumlah kedainya di luar negeri mewakili sepertiga dari total kedai Starbucks di seluruh dunia.  Perusahaan ini berencana membuka 900 kedai baru di luar Amerika Serikat pada tahun 2009, dan telah menutup 300 kedai di Amerika Serikat sejak 2008).


"Pergilah ke starbuck sekarang, aku akan meminta sopir Ornado untuk mengantarmu ke sana." James berkata sambil meraih handphonenya dan melekukan panggilan telepon kepada salah satu sopir Ornado yang sengaja diajak ke Bali jika sewaktu-waktu Ornado dan yang lain membutuhkan sesuatu sewaktu-waktu.


James sendiri tahu bahwa di resort itu juga menyediakan layanan sopir dan mobil, tapi dia memilih untuk meminta bantuan sopir Ornado dan juga salah seorang pengawal untuk mengantarkan Elenero karena merasa kenal, sehingga tidak perlu merasa khawatir tentang keamanan Elenora.


"Mereka sudah menunggu di lobi hotel dan siap mengantarmu." James berkata tanpa menoleh ke arah Elenora yang sudah meletakkan cangkir berisi kopi di atas meja dan tanpa membantah sedikitpun perintah James langsung kembali berjalan keluar dari kamar James.


"Hist... setelah ini kemana lagi aku bisa menyuruh Elenora untuk pergi sehingga menyingkirkan kemungkinan untuk dia bertemu dengan Alex?" Setelah Elenora keluar dari kamarnya, James berguman pelan sambil melirik jam di pergelangan tangannya, menunjukkan masih ada waktu lebih dari 2 jam lagi rombongan Alvero baru akan datang ke resort itu.


Sedangkan selama waktu itu, meskipun James tahu bahwa Alex akan sibuk menyiapkan keamanan acara pesta penyambutan, tapi tidak menutup kemungkinan Elenora bertemu dengannya jika James membiarkan Elenora menghabiskan waktunya sendiri.


Itu yang membuat James mulai khawatir dan dengan konyolnya memikirkan bagaimana cara agar Elenora tetap sibuk dengan perintah-perintahnya yang sedikit tidak masuk akal, dan justru terkesan mengerjai Elenora.


Padahal sebenarnya, James hanya ingin mengulur waktu, agar Elenora tetap sibuk. Dan yang pasti, tetap dalam pengawasannya, sehingga terhindar dari pertemuan dengan Alex.


"Hah, lama sekali Elenora perginya." James mengomel pelan, sambil menggigit-gigit bagian bawah bibirnya dan melirik ke arah jam tangannya kembali, yang menunjukkan waktu kurang dari 5 menit sejak Elenora meninggalkan kamarnya untuk membeli kopi.


Waktu yang bagi orang Elenora bahkan belum membuatnya pergi jauh dari pintu masuk resort, tapi bagi James sungguh terasa begitu lama.


Setelah sampai di salah satu gerai starbuck yang paling dekat, Elenora segera memesan kopi jenis espresso seperti yagn diminta oleh James.


Eh, bagaimana caranya agar kopi ini tetap panas selama perjalanan? Mana mungkin kopi ini tidak dingin jika harus melakukan perjalanan lebih dari 5 menit untuk sampai kembali ke resort itu?


Elenora berkata dalam hati sambil memegang tengkuknya, mencoba mencari cara agar kopi pesanan James tidak dingin sebelum dinikmati oleh laki-laki yang menjadi pujaaan hatinya itu.


Begitu kopi pesanannya sudah dia terima, dengan cepat Elenora mencoba berlari ke arah mobil, dan tidak menunggu pengawal yang sedang menunggunya di luar mobil membuka pintu untuknya, dengan cepat, Elenora segera membuka sendiri pintu mobil dan masuk ke dalam.


"Pak ayo cepat kembali ke resort sebelum kopinya terlalu dingin." Elenora lansung memberikan perintah kepada sopir Ornado yang segera menjalankan perintah Elenora.


"Pak, tolong matikan saja AC mobil ini." Elenora berkata sambil telunjuk tangannya menunjuk ke arah monitor dimana di sana terdapat tombol untuk mematikan dan menyalakan AC mobil dan mengontrol suhu dan kecepatan kipas AC.


Meskipun merasa heran dengan permintaan Elenora yang terdengar aneh, karena di cuaca yang begitu panas Elenora justru meminta AC mobil dimatikan, tapi sopir Ornado tetap saja melaksanakan perintah dari Elenora.


Sebagai sopir pribadi Ornado, meskipun tidak berhak untuk menceritakannya kepada orang lain, sopir itu tahu status Elenora sebagai gadis yagn sudah dipilih oleh orantuanya untuk dijodohkan dengan James.


Apalagi Elenora selama beberapa waktu ini tinggal di rumah Ornado, membuat sedikit banyak baik sopir, penjaga maupun para pelayan tahu tentang status Elenora.


"Nona Elenora, apa Nona mau saya membuka semua kaca mobil agar suhu di dalam mobil tidak terlalu panas?" Setelah meliaht adanya titik-titik keringat yang mulai membasahi kening Elenora, akhirnya sopir itu memberanikan diri untuk menawarkan kepada Elenora untuk membuka jendela mobil.


"Tidak... tidak perlu. Jangan lakukan itu Pak, nanti kopi ini jadi cepat dingin." Mendengar jawaban dari Elenora akhirnya laki-laki memilih untuk diam dan taat, meskipun dengan pakaian resminya sebagai sopir Ornado yang mengenakan pakaian jenis safari yang berbahan tebal juga sudah mulai membuatnya merasa gerah dan berkeringat.


Begitu sampai di lobi hotel, lagi-lagi tanpa menunggu pengawal ataupun sopir membukakan pintu untuknya, Elenora dengan bergegas langsung membuka pintu mobil.


"Nona Elenora hati...." Melihat begitu terburu-burunya Elenora membuat sopir itu bersuaha memperingatkan Elenora.


"Hati...." Akhirnya sopir itu hanya bisa melanjutkan kata-katanya, seperti sedang berkata-kata untuk dirinya sendiri karena Elenora sudah tidak lagi mendengarnya karena sudah berlarian memasuki resort.


# # # # # # #


"Kurang panas, aku tidak mau meminumnya. Perutku bisa kembung jika aku meminum kopi dengan suhu sedingin ini." James berkata sambil menyentuhkan jari telunjuknya pada bagian luar cangkir kemasan starbuck itu.


"Maaf...." Akhirnya dengan sikap pasrah Elenora menanggapi omelan dari James.


James yang melihat ke arah Elenora sedikit tersentak melihat gadis itu sedang melap keringat yang ada di keningnya dengan lengan bajunya, tidak menyangka bahwa untuk menuruti perintahnya yang aneh, sepertinya Elenora sudah bekerja begitu keras.