My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
WAKTUNYA BERISTIRAHAT



Beberapa waktu berlalu sampai akhirnya mereka semua terlihat cukup kenyang sekaligus puas atas pesta penyambutan dari pihak Ornado, yang bukan hanya menyajikan berbagai makanan dan minuman enak, tapi juga menyuguhkan pemandangan indah laut yang menenangkan yang bisa mereka nikmati sampai saat ini.


Bahkan karena mereka merasa cukup kenyang, beberapa dari mereka memilih untuk saling berdiam diri, dengan mata menatap ke depan, menikmati pemandangan laut lepas yang ada di hadapan mereka.


Sampai akhirnya, Ornado melirik jam di pergelangan tangannya, dan mulai melihat wajah lelah dan mengantuk dari beberapa diantara mereka yang memang baru saja melakukan perjalanan jauh.


“Alvero, sebaiknya kamu dan yang lain beristirahat terlebih dahulu. Kalian harus melawan jetlag kalian juga. Pasti kepala kalian belum terasa nyaman setelah perjalanan jauh.” Alvero yang sedari tadi sudah menghentikan makannya karena sudah merasa sangat kenyang langsung memandangi satu persatu keluarganya yang lain, termasuk Deanda yang langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Ornado barusan.


Harus diakui oleh Deanda, perjalanan panjang yang dilaluinya, meskipun cukup nyaman karena menggunakan pesawat jet pribadi milik kerajaan Gracetian, tetap saja membuatnya merasa sedikit lelah, dan semua makanan enak yang dia nikmati malam ini, cukup membuatnya mengantuk, sehingga beberapa kali Deanda tampak menguap.


(Untuk orang yang sehat, mengantuk setelah banyak makan bukanlah hal yang aneh apalagi berbahaya. Makanan dan minuman yang telah dikonsumsi oleh seseorang akan dicerna oleh lambung dan usus. Saat proses pencernaan berlangsung, tubuh akan melepaskan hormon tertentu seperti serotonin dan melatonin. Peningkatan kedua hormon tersebut bisa menimbulkan rasa kantuk setelah seseorang makan.


Selain faktor hormonal, perubahan aliran darah pada otak yang terjadi setelah makan juga seringkali disebut sebagai penyebab munculnya fenomena habis makan seseorang menjadi mengantuk.


Karena setelah makan, aliran darah akan lebih banyak dialihkan ke saluran pencernaan agar tubuh dapat mengolah dan menyerap energi serta nutrisi dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.


Ketika hal tersebut terjadi, aliran darah pada otak akan sedikit berkurang dan menyebabkan seseorang menjadi sering menguap dan mengantuk guna mencukupi kebutuhan oksigen di otak. Hal ini normal terjadi dan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat


Satu hal lagi, jenis makanan tertentu, menyebabkan seseorang lebih mudah mengantuk setelah memakannya. Meski semua makanan dicerna dengan cara yang sama, namun tidak semua makanan mempengaruhi tubuh dengan cara yang sama. Ada beberapa yang membuat orang cepat mengantuk setelah mengkonsumsinya. Jenis makanan tersebut umumnya mengandung protein tinggi seperti ikan yang mengandung asam amino triptofan, yang digunakan oleh tubuh untuk memproduksi serotonin yang berperan besar terhadap rasa kantuk).


Sejak menikah dan mereka saling menyatakan cinta dan menyerahkan diri mereka kepada pasangannya, Deanda memang seringkali tidur sambil memeluk lengan Alvero dengan erat, seperti anak kecil yang tidur dengan memeluk lengan orangtuanya agar merasa nyaman dan terlindungi.


Alvero sendiri, setelah ada Deanda yang selelu tidur menemani di sampingnya, tidak pernah lagi mengalami mimpi buruk yang bisa membuatnya sulit untuk tidur dan membuatnya selalu terjaga semalaman.


“Kalau begitu, aku akan mempersilahkan kalian semua untuk beristirahat. Para pelayan dan pengawal itu akan menunjukkan kamar kalian masing-masing.” Ornado berkata setelah melihat bahwa tanpa mengatakan apapun, mereka semua yang datang bersama Alvero tampak setuju dengan anjuran Ornado agar mereka bisa beristirahat untuk sementara waktu, setelah perjalanan panjang mereka.


“Malam ini kita tidak akan ada acara karena kalian harus beristirahat, sehingga besok pagi tubuh kalian bisa segar saat kita menuju destinasi wisata pertama kita di pulau ini.” Ornado melanjutkan kata-katanya sambil bangkit berdiri dan memberikan tanda melalui gerakan tangannya agar para pengawal dan pelayan menunjukkan kamar untuk masing-masing pasangan dan tamu yang ada.


“Silahkan menikmati istirahat kalian, semoga nanti malam bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak malam ini. Jika butuh seesuatu, silahkan hubungi para pelayan atau pengawal yang akan selalu siap sedia di sekitar kamar kaiian dan sewaktu-waktu siap melaksanakan perintah apapun dari kalian.” Alvero langsung mengangguk-anggukkan kepalanya begitu mendengar perkataan dari Ornado barusan.


“Kalau begitu, kami permisi dulu Ad. Kami akan beristirahat cukup malam ini, agar besok kita bisa melanjutkan acara berlibur kita. Dan aku yakin semua yang aku ajak berlibur saat ini juga tidak sabar untuk melihat apa saja yang akan kamu pamerkan kepada kami. Yang kami yakin pasti merupakan tempat-tempat indah dan unik.” Perkataan Alvero membuat Ornado tersenyum dengan wajah telihat percaya diri, yakin bahwa Alvero tidak akan menyesal menyerahkan acara liburan mereka kepadanya.


Dengan gerakan cepat namun tidak terlihat tergesa-gesa, yang lain, termasuk Deanda, Alaya dan yang lain mengikuti gerakan Alvero untuk berdiri dan mulai berjalan mengikuti para pelayan dan pengawal yang akan mengantar mereka di kamar masing-masing.


“Kamu pasti sudah lelah sekali sweety. Aku harap bayi kita tidak rewel hari ini. Semoga dia jadi anak baik dan membiarkan mamanya tidur dengan nyenyak.” Alvero berkata pelan sambil matanya melirik ke perut istrinya, sedang salah satu tangannya langsung bergerak ke arah punggung Deanda dan menuntunnya berjalan berdampingan dengannya.


"Apa kamu yakin akan membiarkanku tidur nyenyak malam ini?" Deanda sedikit berjinjit dan membisikkan kata-kata yang berhasil membuat wajah Alvero tanpa sadar terlihat sedikit memerah.