
"Hallo Ad. Bisakah aku meminta bantuanmu sore nanti?" Dario segera menjawab sapaan Ornado dengan suara ramah.
"Apa yang bisa kubantu Dario?" Ornado berkata sambil menarik pergelangan tangan Cladia, membuat Cladia bangun dari duduknya, mengikuti Ornado untuk berjalan ke arah sofa kecil yang ada di depan meja kerjanya, dan mengajak Cladia duduk berdampingan dengannya di sofa itu.
Tangan kiri Ornado yang bebas tanpa memegang handphone langsung menarik kepala Cladia agar bersandar di bahunya, sembari dia sendiri melakukan pembicaraan dengan Dario melalui telepon.
"Aku ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuk kepindahanku di penthouse baruku hari ini. Aku belum memiliki teman akrab di kota ini. Bisakah kamu membantuku untuk mengajak James, Elenora, tante Ema dan mungkin beberapa teman dekatmu?" Dario berkata sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya yang ada di salah satu ruangan mewah dari penthousenya yang sengaja dia jadikan ruang kerja pribadinya.
"Apa kamu akan merasa nyaman jika mereka yang datang adalah orang-orang yang mungkin tidak terlalu kamu kenal?"
"Tenanglah Ad. Temanmu berarti temanku juga. Tidak lucukan kalau pestaku tidak ada yang meramaikannya?" Perkataan Dario membuat Ornado menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Dario sambil tangan kirinya mengelus-elus rambut di Cladia dengan lembut.
Namun sebentar kemudian Cladia menegakkan kembali kepalanya, sedikit menjauh dari bahu Ornado sambil meraih berkas yang tadinya dia letakkan di atas meja yang ada di depan mereka.
"Kalau kamu tidak keberatan aku juga akan mengundang Jeremy dan Niela untuk menghadiri acaramu nanti." Ornado berkata sambil memainkan rambut Cladia yang tergerai sampai ke pinggang.
Digulung-gulungnya rambut hitam lurus milik Cladia ke telunjuk tangan kirinya, dilepasnya, lalu digulung-gulungnya kembali, begitu dilakukan Ornado berulang-ulang.
Sedang Cladia sendiri, memilih untuk berkutat dengan berkas-berkas yang harus dia periksa, yang sudah berpindah ke pangkuannya.
"Ah, ya, kenapa aku bisa melupakan dua orang penting itu? Bahkan sejak kedatanganku, aku belum bertemu dengan Jeremy dan mengobrol dengannya. Aku juga penasaran sekali dengan sosok calon istrinya Niela. Apa dia secantik Cladia?" Dario berkata sambil tertawa ringan.
"Sembarangan saja! Tidak ada wanita yang lebih cantik dari istriku!" Ornado berkata sambil melirik ke arah Cladia yang tampak tersipu karena perkataan Ornado barusan.
"Percaya... aku percaya sepenuhnya tentang itu. Dan sepenuhnya aku mendukung pernyataanmu barusan." Perkataan Dario disertai dengan tawa yang semakin keras mendengar protes dari Ornado.
Wanita tercantik yang pernah ada bagiku. Dan hanya dia yang tercantik di mataku. Cladia Sanjaya... tentu saja itu adalah satu-satunya hal yang membuatku sepemikiran denganmu Ad.
Dario berkata dalam hati sambil memejamkan matanya untuk beberapa saat, menahan gejolak dalam dadanya membayangkan sosok Cladia yang baginya memang selalu terlihat begitu cantik dalam penampilan apapun.
"Ad.... Kalau saja bisa, aku juga ingin mengundang Laurel. Apa kamu bisa menjadi perantaraku untuk mewakiliku mengundangnya?" Dario kembali mengucapkan kata-katanya dengan nada terdengar serius, menyampaikan keinginannya untuk mengundang Laurel ke acara pestanya.
Dario berharap dengan kehadiran Laurel di pestanya nanti malam, dokter cantik itu juga akan datang bersama suaminya, Dave.
Sehingga Dario bisa berkenalan dengan pemimpin tertinggi dari Grup Shaw yang merupakan perusahaan farmasi nomer satu di Irlandia yang juga menguasai hampir seluruh kawasan Eropa dan Amerika di bidang farmasi.
Bagi Dario, jika dia bisa berkenalan dengan Dave Alexander Shaw dan menjalin hubungan baik dengan Grup Shaw, itu akan sangat menguntungkan bagi bisnisnya di masa depan.
Dan yang pasti, jika bisnisnya semakin sukses, Dario yakin impiannya untuk membangun kerajaan bisnisnya yang bisa menguasai dunia bisa segera tercapai.
Termasuk juga impian terbesarnya untuk mendapatkan wanita impiannya juga bisa dengan segera dia wujudkan.
"Ok, aku akan mengundangnya. Tapi jangan kecewa jika dia tidak bisa hadir karena undangan yang terlalu mendadak. Kamu tahu sendiri bahwa Laurel sekarang merupakan dokter spesialis yang cukup sibuk dengan para pasiennya. Apalagi rumah sakit tempatnya bekerja merupakan rumah sakit swasta terbesar dan termodern yang ada di negara ini."
"Baiklah, setelah ini aku akan segera menghubunginya dan mencoba meminta waktunya. Aku akan katakan bahwa kamu juga ingin mengetahui kabarnya setelah begitu lama tidak bertemu dengannya."
"Terimakasih Ad. Aku harap Laurel masih mengingatku dengan baik walaupun sudah lama kami tidak bertemu. Kalau begitu, aku akan menunggu kabar tentang Laurel. Sekarang aku harus mengurus persiapan acara malam ini." Dario berkata tanpa bisa menyembunyikan bahwa dia sungguh berharap Laurel mau menerima undangannya.
Apalagi Dario tahu bagaimana di masa kecil, Laurel begitu dekat dengan Cladia. Dario berharap bisa mendapatkan banyak info tentang Cladia dari Laurel.
Info yang tentu saja tidak mungkin dia tanyakan kepada orang lain seperti James atau Jeremy, apalagi Ornado.
Dario tahu bahwa untuk saat ini, jika dia salah melangkah, justru akan membuat Ornado bergerak cepat dan menghalangi setiap langkahnya.
Membangunkan seekor singa yang sedang tidur, bagi Dario akan sangat berbahaya baginya. Lebih baik dia membuat singa itu lumpuh terlebih dahulu, sehingga saat singa itu terbangun, singa itu tidak lagi bisa menggunakan kekuatannya untuk melawan.
"Apa kamu membutuhkan sesuatu? Aku bisa meminta Fred dan yang lain untuk membantumu menyiapkan pestamu hari ini." Ornado segera menawarkan bantuan kepada Dario yang dia tahu belum begitu familiar dengan kondisi kota ini.
"Tidak. Tidak perlu Ad. Aku bisa mengurus semuanya dengan baik. Apalagi beberapa orang yang baru saja aku pekerjakan di sini cukup membantuku." Dario langsung menolak penawaran Ornado.
Karena jauh-jauh hari sebelum kedatangannya ke Indonesia, Dario memang sudah menyewa sebuah tempat di sebuah gedung perkantoran. Dario mengirimkan dua orang kepercayaannya dari Italia untuk mengurus kantor tersebut dan merekrut beberapa orang pegawai baru untuk mulai melakukan survey pasar.
"Baiklah kalau begitu, kalau kamu membutuhkan bantuan, setiap saat kamu bisa menghubungiku. Jangan sungkan untuk itu."
"Baik, jangan khawatir. Aku pasti benar-benar akan merepotkanmu saat aku membutuhkan itu." Dario membalas perkataan Ornado dengan santai.
"Ok, persiapkan acara pestamu sengan baik, jangan mengecewakan para tamu undangan yang akan hadir nanti malam." Ornado sedikit menggoda Dario sebelum akhirnya mengakhiri panggilan teleponnya dengan Dario.
"Apa kamu akan mengundang Laurel? Apa mungkin Dario ingin mengetahui bagaimana kabar Laurel sekarang?" Cladia langsung bertanya kepada Ornado yang baru saja menekan tombol menghentikan panggilan di teleponnya.
"Iya. Sepertinya Dario bukan ingin sekedar bertemu dengan Laurel, tapi ingin bisa berkenalan dengan Dave, sebagai sosok penting dalam Grup Shaw. Aku akan menghubungi Laurel, menanyakan apakah ada waktu luang malam ini." Ornado berkata sambil menepuk pelan, lalu mengelus pipi Cladia yang langsung tersenyum.
"Hallo Ad. Tumben di jam kerja kamu menghubungiku? Apa kamu sedang dalam perjalanan ke rumah sakitku dan mau mengajakku makan siang?" Mendengar celoteh Laurel begitu dia mengangkat panggilan telepon dari Ornado, langsung membuat Ornado tersenyum.
"Eh, bu dokter, apa kamu sedang menganggur sekarang? Ini belum waktunya istirahat, tapi bagaimana bisa kamu dengan cepat menerima panggilan teleponku, bahkan sebelum nada panggilan berdering untuk kedua kalinya?" Ornado dengan spontan langsung menggoda Laurel begitu panggilan teleponnya langsung diterima oleh Laurel.
Padahal biasanya sebelum jam istirahat, Ornado tahu itu merupakan saat dimana Laurel sedang sibuk-sibuknya melayani para pasien di klinik penyakit dalam di rumah sakit milik suaminya. Tempat Laurel bekerja, sebagai dokter spesialis penyakit dalam.
Dan jika Ornado menelpon Laurel di jam-jam itu, biasanya akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama sebelum Laurel menerima panggilan teleponnya.
Atau bahkan kadang Laurel hanya akan menerima panggilan teleponnya hanya untuk mengatakan bahwa dia sedang sibuk dan nanti dia akan langsung menghubungi Ornado kembali begitu dia sudah memiliki waktu luang.