My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MULAI SULIT MENYEMBUNYIKAN PERASAAN



Apa sebenarnya James marah dan terlihat kesal karena aku ingin membatalkan kepergianku dengannya? Apa sebenarnya James benar-benar mengharapkan aku untuk bisa ikut dengannya? Apa? Hah, sepertinya aku sungguh mulai berharap James mulai memiliki sedikit perhatian padaku.


Elenora berkata dalam hati dengan berusaha keras menahan senyum bahagianya, sungguh berharap bahwa apa yang baru saja dia pikirkan barusan adalah benar. Bahwa hati James mulai tergerak padanya.


Apa mungkin James juga ingin aku tetap ikut bersamanya bukan sekedar sebagai asistennya? Kalau tidak, dia bisa memilih Audrey atau Dea yang lebih professional. Akh… kenapa aku mulai terlalu berani berkhayal? Sadarkan dirimu Elenora. Ini masih terlalu dini untuk menganggap James ada sedikit rasa suka padaku.


Walaupun Elenora tidak yakin bahwa James melakukan itu karena menginginkan dia ikut karena alasannya lebih dari seorang pemimpin mengajak sekretarisnya, memikirkan bahwa paling tidak James ingin tetap mengajaknya dengan kemampuan seadanya yang dia miliki sebagai sekretaris, membuat dada Elenora berdetak dengan kencang tanpa bisa dia kendalikan.


Hatinya dipenuhi oleh rasa bahagia yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, bahkan hanya dengan membayangkan bahwa James mulai memberikan perhatian padanya, sudah membuat dirinya seakan terbang ke awan-awan.


"Ini Pak James, semuanya sudah ada di sini." Audrey berkata sambil menyerahkan tumpukan kertas beserta flash disk di hadapan James.


"Elenora, Audrey akan mengajarimu bagaimana cara menghandle meetingku selama kita pergi. Apa kamu sudah mempersiapkan diri untuk pergi bersamaku besok?" James berkata sambil menatap tajam ke arah Elenora, berharap gadis itu tidak lagi mengucapkan perkataan yang mengarah pada pembatalan keikutsertaannya besok.


"Baik Pak James, saya akan berusaha sebisa mungkin belajar dengan cepat. Saya sudah siap untuk keberangkatan besok." Mendengar jawaban Elenora yang juga berarti menunjukkan bahwa dia akan tetap berangkat sebagai asistennya, membuat James sedikit mengulum senyum di bibirnya.


Tanpa disadari oleh dirinya sendiri, James merasa begitu senang ternyata Elenora memutuskan untuk tetap ikut bersamanya.


Bagi James, asal Elenora pergi bersamanya, dia akan bisa selalu mengawsinya agar tidak terlalu banyak kontak dengan Alex, daripada Elenora ditinggalkannya di kota ini dan menjalani pelatihan bersama Dodi dan Fred, tanpa James bisa mengawasi sendiri gerak gerik calon istrinya itu.


Upst… lagi-lagi James menempatkan diri Elenora sebagai calon istrinya tanpa sengaja. Sebuah pengakuan yang tiba-tiba saja dia munculkan dalam hatinya tentang status Elenora.


“Oke, Audrey, ajak Elenora kembali ke tempatnya, dan ajari dia sebisa mungkin agar saat aku berlibur, rencana kerja dan meetingku tetap bisa berjalan dengan baik. Berkas ini, aku sudah membacanya dengan baik, sekarang giliran kamu mengajari Elenora bagaimana cara mempelajari berkas-berkas ini.” James mengambil berkas di depannya, menutupnya dan menyerahkannya kepada Audrey dengan sikap percaya diri.


Sedang Audrey sendiri tanpa sadar, langsung mengernyitkan dahinya begitu melihat berkas yang diserahkan James, sebenarnya dalam posisi terbalik jika dibaca dari sisi James.


Melihat kernyitan dahi Audrey, dan juga mata Audrey yang menatap berkas yang baru diserahkannya, James langsung melirik ke arah berkas yang ada di tangan Audrey itu.


“Ah, aku lupa, tadi setelah selesai membaca berkas itu, aku berencana membiarkan Elenora membacanya sebelum kamu datang ke sini.” Dengan cepat James berkata sambil menunjuk kea rah berkas-berkas itu.


Walaupun Audrey tahu bahwa sikap James terlihat salah tingkah dan membuatnya terlihat aneh, yang pasti, Audrey hanya bisa diam tanpa berani mengatakan apapun.


Sedang Elenora yang tahu pasti bahwa James memang sedari tadi berpura-pura membaca berkas-berkas itu, padahal posisinya terbalik, hanya bisa menahan senyumnya sebisa mungin agar tidak membuat James merasa ditertawakan dan kembali marah padanya.


“Kalau begitu kami pergi dulu Pak. Ayo Elenora….” Audrey segera berpamitan kepada James, sambil mengajak Elenora pergi bersamanya untuk diberikannya arahan.


“Oke.” James menjawab singkat dengan sudut matanya melirik kea rah Elenora yang tanpa tahu James sedang meliriknya, tanpa sadar sedikit melepas kacamatanya, karena ada yang mengganjal di matanya.


James berkata dalam hati sambil teringat kembali tentang wajah Elenora yang sempat dilihatnya sekilas ketika kacamatanya lepas di acara pesta pindah rumah Dario.


“Eh, Elenora…” Panggilan dari James membuat Elenora dengan cepat memperbaiki posisi kacamatanya, baru berani menatap ke arah James.


“Ya Pak James?” Dengan sikap tidak percaya dirinya, Elenora langsung menjawab panggilan dari James.


“Lain kali, jika ada waktu, konsultasilah dengan dokter mata, mungkin kamu bisa mengganti kacamatamu dengan softlens, agar kamu lebih bebas bergerak....” James berkata seperti itu karena dia tanpa sadar melihat lentiknya bulu mata Elenora yang tertutup keindahannya oleh kacamata tebal yang dipakainya.


Dan bisa sedikit mengubah penampilan culunmu.


James menyambung perkataannya dalam hati.


(Softlens atau lensa kontak sebenarnya adalah silikon atau plastik kecil berbentuk bulat dan cekung, digunakan untuk memperbaiki ketajaman penglihatan. Softlens dapat digunakan untuk rabun dekat, rabun jauh, dan astigmatisme. Lensa kontak bisa juga merupakan lensa korektif, kosmetik, atau terapi yang biasanya ditempatkan di kornea mata. Lensa kontak terbuat dari plastik yang mengandung air. Lensa kontak perlu perawatan yang serius karena jika kotor akan menyebabkan iritasi pada mata bahkan menimbulkan penyakit serius.


Lensa kontak biasanya mempunyai kegunaan yang sama dengan kacamata konvensional atau kacamata biasa, tetapi lebih ringan dan bentuknya tak tampak saat dipakai. Banyak lensa kontak diwarnai biru untuk membuat mereka lebih mudah terlihat saat dibersihkan, disimpan atau saat dipakai. Lensa kontak kadang-kadang secara sengaja dibuat warna lain untuk mengubah penampilan mata pemakainya.


Diperkirakan ada 125 juta orang di dunia yang menggunakan lensa kontak (2% dari jumlah manusia) termasuk 28-38 juta di Amerika Serikat dan 13 juta di Jepang).


Elenora sedikit tersentak kaget mendengar perkataan dari James barusan.


Kenapa dia mengatakan hal seperti itu? Apa dia mulai menyadari bahwa kacamata yang aku kenakan adalah kacamata dengan lensa kosong yang aku sengaja aku gunakan hanya sebagai aksesoris? Atau dia mulai curiga tentang siapa gadis yang dia selamatkan malam itu?


Elenora mulai menebak-nebak dalam hati, dengan sikap gugupnya.


“Baik Pak James, lain kali jika ada waktu akan saya konsultasikan ke dokter.” Akhirnya Elenora menjawab sebisa mungkin sebelum James semakin mengamatinya dengan tatapan mata menyelidiknya.


Apa pak James ada rasa suka terhadap Elenora ya? Sikap pak James barusan terlihat sedikit aneh bagiku. Biasanya pak James meskipun ramah, tidak akan pernah menegur atau memberi masukan terhadap penampilan fisik orang lain, apalagi jika itu seorang gadis.


Audrey yang melihat sekilas bagaimana tatapan mata James yang menunjukkan perhatian saat mengatakan usulnya, membuat Audrey bertanya-tanya dalam hati, dan hal itu tanpa sadar membuatnya menyungingkan senyum tipis di bibirnya.