My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
BANTUAN DATANG!



Kejadian itu membuat Dario melotot kaget, karena bukan di kaki atau di tangannya yang hanya akan menjadi luka ringan bagi mereka yang sudah terbiasa menghadapi kejamnya dunia mafia, tapi Roberto sengaja menembak orang itu tepat d perutnya, membuat orang itu langsung tumbang dengan memegang perutnya yang mengeluarkan darah segar dari luka tembak yang diberikan Roberto padanya.


“Sedikit saja aku melihat gerakan aneh dari kalian! Itu artinya kalian menghantarkan nyawa kalian! Yang kedua, aku pastikan kepala kalian yang akan ditembus oleh peluru, bukan sekedar perut kalian!” Roberto berteriak dengan suara lantang.


“Roberto! Apa yang sedang kamu lakukan? Bukannya kita sudah memiliki kesepakatan sebelumnya?” Dario bertanya dengan wajahnya yang masih menunjukkan rasa kaget dan tidak percaya denga napa yang baru saja dia lihat, dan kata-kata yang dia dengar dari Roberto.


“Hah! Kenapa denganmu Dario? Apa ada yang aneh bagimu sekarang?” Roberto berkata sambil tatapan matanya yang tajam seperti elang, mengamati pergerakan orang-orang yang sedang berdiri di depannya, memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang sedang mencoba untuk melakukan hal bodoh, seperti orang yang baru saja dia tembak perutnya barusan.


“Roberto! Kamu sudah menyatakan kesedianmu untuk bergabung bersama Dario dan kami! Ornado bukan bagian dari kelompok mafia. Dan sudah seharusnya kita tidak lagi membiarkan dia memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk ikut serta dalam masalah di dunia mafia kita.” Salah seorang dari ketua mafia yang tadi ikut datang bersama Roberto segera berteriak mengutarakan kekecewaannya karena Roberto ternyata berkhianat dan tidak memihak Dario seperti yang sudah mereka sepakati dari awal.


“Sayangnya aku bukan orang bodoh seperti kalian! Untuk apa aku memihak kepada seseorang yang kemampuannya tidak ada apa-apanya dibanding dengan seorang Ornado Xanderson? Kalian yang terlalu bodoh untuk mau mengikuti permintaan Dario. Selama ini, Ornado tidak pernah ikut campur dengan urusan kita para mafia, kecuali jika itu sesuatu yang bisa membuat pertikaian dan menjadi polemik diantara kita orang-orang yang berada di dunia mafia. Kondisi menjadi kondusif sejak adanya Ornado sebagai penengah diantara kita. Lalu, apa yang kalian inginkan sekarang? Menguasai duni mafia dengan kekuatan kecil kalian?” Roberto berkata sambil matanya berkeliling menatap mereka yang berdiri di depannya.


“Bukan aku, tapi kalianlah yang sudah menjadi pengkhianat karena berusaha menggulingkan kekuasaan Ornado tanpa alasan yang jelas. Dan aku dengan sengaja berpura-pura ikut dalam rencana kalian, agar aku tahu siapa saja diantara kita yang ingin menyingkirkan Ornado! Dan sekarang kalian yang ada di sini. Aku akan mengingat dengan jelas wajah dan nama-nama kalian dengan baik mulai sekarang!” Roberto kembali melanjutkan kata-katanya, yang sukses membuat para ketua mafia yang lain tersentak kaget, karena setelah ini, mereka tahu mereka akan menjadi orang-orang yang disingkirkan, atau bahkan diburu di dunia mafia karena sudah dicap sebagai pengkhianat.


Roberto sendiri, sengaja berpura-pura ikut berpihak kepada Dario, karena jika tidak, sampai detik ini dia tidak akan bisa tahu siapa saja mafia yang lain yang memihak kepada Dario, karena baru hari ini mereka dipertemukan setelah Dario sebelumnya menego mereka satu persaru, itupun dengna proses yang cukup panjang, untuk memastikan bahwa mereka benar-benar memihaknya.


Untuk membuat Dario percaya bahwa dia memang berpihak pada Dario, sebelumnya Roberto bahkan harus melakukan beberapa kegiatan kotor agar Dario tidak curiga bahwa dia memiliki maksud terselubung.


"Semuanya! Angkat tangan kalian ke atas dan segera berlutut!” Tiba-tiba saja terdengar suara keras dari arah belakang kumpulan anak buah Dario maupun para mafia yang berada di pihak Dario tadi yang datang bersama Roberto.


“Dor!” Berikutnya, teriakan itu disusul dengan suara sebuah tembakan yang diarahkan ke udara, membuat para anak buah Dario dan para mafia yang berpihak padanya, langsung meoleh ke belakang, untuk melihat apa yang sudah terjadi.


Puluhan orang berpakaian khas pasukan khusus datang dengan menodongkan senapan laras panjang mereka ke arah kumpulan anak buah Dario dan para mafia yang datang bersama Roberto.


Di depan puluhan orang itu, tampak James dengan pistol di tangan kanannya berjalan memimpin mereka.


Di samping kanan dan kiri James, tampak dua orang laki-laki tampan berwajah mirip, seperti pinang dibelah dua, dengan pistol di tangan mereka, berjalan dengan langkah percaya diri mengiringi langkah James.


Ornado langsung menyunggingkan senyumnya melihat kedatangan James bersama dengan pasukan khusus, dan juga Erich dan Ernest yang menunjukkan bahwa Alvero juga sudah melakukan apa yang direncanakannya di Italia untuk menolongnya.


Bagi Ornado, kedatangan Alvero kali ini untuk membantunya menyelesaikan masalah perhiasan palsu sudah lebih dari cukup baginya, sehingga kedatangan Erich dan Ernest bersama James, merupakan kejutan besar bagi Ornado, yang menunjukkan bahwa Alvero sungguh perduli padanya, dan tidak setengah-setengah dalam membantunya.


Belum lagi Dario dan para pengikutnya sadar dari rasa kaget dengan kedatangan James dan pasukan khususnya, dari arah belakang, menyusul puluhan orang berpakaian hitam, seperti para pemimpin mafia yang datang sebelumnya dengan membawa sandera para penjaga mansion Dario, yang satu persatu mereka lumpuhkan dan seret dengan paksa ke tempat itu, tanpa memiliki kesempatan untuk melawan sama sekali.