
"Ah, iya Ad. Aku juga harus segera kembali ke hotel untuk beristirahat, agar besok aku bisa mengerjakan tugasku dengan baik, dan bisa segera pulang." Perkataan James membuat Ornado tersenyum geli.
Ornado bisa membayangkan bagaimana tersiksanya menahan rindu karena berjauhan dengan istri yang dicintainya, seperti yang sedang dialami James saat ini.
"Kalau begitu selamat beristirahat, dan jangan lupa, peluk saja bantal di kamar hotelmu dan bayangkan dia sebagai Elenora." James langsung melotot mendengar kata-kata Ornado yang mengejeknya.
"Haist! Sembarangan saja kamu Ad. Kamu ini...!"
"Ha ha ha ha." Tanpa perduli dengan omelan James, Ornado langsung memotong perkataan James dengan tawanya, sekaligus menutup panggilan teleponnya dengan James, tanpa perduli di seberang sana James masih mengomelinya.
"Ah, dasar James, bagaimana bisa dia menyia-nyiakan wanita yang dicintainya, yang sudah menjadi istrinya seperti itu." Ornado yang sudah kembali mendekat di tempat tidurnya, berkata pelan sambil berlutut di samping tempat tidur, dimana Cladia masih tertidur lelap.
”Amore mio... Ti voglio molto bene. Hai è la felicità, niente è più bello che con te." (Amore mio... aku sangat mencintaimu. Memilikimu adalah kebahagiaan, tidak ada yang lebih indah dibanding bersamamu).
Ornado yang berlutut dengan salah satu kakinya di samping tempat tidur, berbisik lembut ke telinga Cladia dan mengecup sekilas telinga istrinya itu, membuat tubuh Cladia tiba-tiba menggeliat pelan, sehingga dengan buru-buru tapi berhati-hati, Ornado bergerak menjauh karena takut mengganggu tidur istrinya.
Tapi begitu Ornado melihat bagaimana Cladia tetap tertidur lelap setelah menggeliat, sambil menyunggingkan senyum manis setelah bisikan Ornado tadi, membuat Ornado tersenyum dengan tatapan penuh cintanya pada Cladia.
"Sei il mio tesoro amore mio." (Kamu adalah hartaku amore mio) Ornado kembali berbisik pelan, dengan tangan mengelus lembut bagaian atas kepala Cladia, sebelum akhirnya Ornado bangkit dari berlututnya, dan berjalan ke sisi lain tempat tidur, untuk membaringkan tubuhnya di samping Cladia.
Sebentar kemudian Ornado memiringkan tubuhnya, menghadap ke arah Cladia, sambil memeluk erat wanita tercintanya itu.
Dan tanpa diduga oleh Ornado, dengan gerakan pelan, tetap dalam kondisi tertidur, tiba-tiba saja tangan Cladia terulur ke depan, dan memeluk erat pinggang Ornado.
Mendapatkan pelukan hangat dari Cladia, Ornado mengecup pelan kening Cladia sambil tersenyumm, sampai akhirnya Ornado ikut tidur terlelap bersama Cladia dengan posisi saling berpelukan.
# # # # # # # #
"Ah, rasanya belum rela aku meninggalkan negara ini." Alaya berkata sambil tangannya memeluk tangan Larena dengan manja.
Mendengar perkataan putrinya, Larena dan Vincent langsung saling berpandangan dengan senyum terlihat di wajah mereka.
Bagi Larena dan Vincent, liburan kali ini memang terasa begitu istimewa, karena menjadi liburan pertama bagi mereka dimana mereka sudah dipertemukan sebagai satu keluarga yang utuh, setelah bertahun-tahun mereka terpisah.
Apalagi sekarang Alvero sudah menikah dengan Deanda, dan Larena maupun Vincent juga sedang menanti kehadiran cucu mereka, sebagai generasi penerus tahta kerajaan Gracetian selanjutnya.
"Kamu sudah menghabiskan banyak waktu di wakatobi begitu lama. Apa masih kurang?" Larena berkata sambil menepuk-nepuk pelan pipi Alaya yang sebelumnya menggembungkan pipinya karena perkataan Alvero yang mengingatkannya tentang begitu banyak hal yang harus dia pelajari tentang tata cara hidup dan semua pengetahuan sebagai putri Gracetian.
(Menjadi destinasi favorit para pelancong, Wakatobi memiliki empat pulau dengan keindahan yang menawan, yaitu Pulau Binongko, Kaledupa, Tomia, dan Wangi-wangi. Bukan rahasia jika kepulauan ini menjadi salah satu tempat menyelam dan snorkeling terbaik di dunia.
Hampir seluruh perairan Wakatobi ini bisa menjadi tempat menyelam atau snorkeling. Tetapi yang juga paling populer adalah Onemohute yang berada di Wangi-Wangi dan juga Roma atau Roma's Reef di Tomia. Kalaupun Anda tak bisa menyelam, Anda bisa snorkeling atau melihat lumba-lumba yang muncul di atas permukaan.
Wakatobi berada di dalam pusat segitiga karang dunia, sekaligus sebagai jantung dunia. Kekayaan alamnya pun tak main-main, dari 820 jenis karang yang ada di dunia, 750 jenisnya ada di Wakatobi. Artinya, 90% jenis karang di dunia terdapat di Wakatobi. Wakatobi sudah terkenal di kancah internasional sejak lama).
Karena seumur hidupnya, sebelumnya Alaya tinggal di luar negeri, meskipun statusnya adalah seorang putri Grecetian, adik kandung dari Alvero sebagai Raja Gracetian sekarang, membuat Alaya tidak banyak mengetahui tentang seluk dan belum tahu bagaimana harusnya menjadi seorang putri.
"Kakak tahu semua pelajaran dan pelatihan itu membuat otakku panas dan tidak memiliki kesempatan untuk aku menghabiskan waktuku dengan sesuatu yang aku suka." Alaya berkata dengan sikap menggerutu, membuat Deanda tersenyum, karena dia pernah berada di posisi Alaya.
"Tenang saja Alaya, kalau kamu mau belajar, pasti bisa kok." Perkataan Deanda membuat Alaya meringis.
"Aku sungguh salut dengan Kak Deanda, yang bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan tata cara hidup di istana. Itu semua pasti karena Kak Deanda begitu mencintai kak Alvero, sehingga rela melakukan apapun untuk kak Alvero. Kalau aku... bagaimana jadinya kalau ke depannya aku hanya akan menikah dengan laki-laki yang biasa-biasa saja, bukan dari kalangan bangsawan?"
"Alaya... jangan bermimpi hal seperti itu." Alvero langsung memotong perkataan Alaya.
"Kenapa? Apa ada hukum dari Gracetian yang mengatakan bahwa seorang putrti Gecetian tidak boleh menikah dengan laki-laki dari kalangan rakyat biasa?" Alaya tetap ngotot.
"Boleh saja, asal kamu bisa membawanya di hadapanku, agar aku bisa menyelidikinya, dan dia memang pantas untuk mendampingimu." Alvero berkata dengan santai, meskipun dalam hati dia sungguh tidak ingin Alaya menikah dengan laki-laki dengan status di bawahnya, agar dia bisa membantunya menjaga kestabilan dalam kerajaannya.
Suatu pemikiran yang Alvero tahu itu cukup egois, tapi sebagai seorang raja dia tahu bahwa itu adalah hal yang tidak bisa dihindari oleh seorang dengan status putri di belahan dunia manapun.
Jika Alaya seorang pangeran, Alvero tidak perlu bersusah payah memikirkan itu, tapi di kerajaan Gracetian yang menganut budaya patriarki dimana kedudukan dan status seorang wanita mengikuti kedudukan dan status dari suaminya.
(Patriarki disebut sebagai budaya sebab diwariskan dari generasi ke generasi tanpa disadari. Mulai dari lingkup keluarga, misalnya, seorang ayah sebagai kepala keluarga yang memutuskan segala pilihan untuk seluruh anggota keluarganya. Patriarki merupakan sebuah sistem yang menempatkan laki-laki dewasa pada posisi sentral atau yang terpenting, sementara yang lainnya seperti istri dan anak diposisikan sesuai kepentingan the patriarch (laki-laki dewasa tersebut). Dalam sistem patriarki, perempuan diposisikan sebagai istri yang bertugas mendampingi, melengkapi, menghibur, dan melayani suami (the patriarch), sementara anak diposisikan sebagai generasi penerus dan penghibur ayahnya).