
“Ad, kami akan segera kembali ke resort untuk bersiap-siap. Alex sudah mengatakan padaku, bahwa dia telah mengaturkan jadwal penerbangan untuk kami secepat yang dia bisa.” Begitu sampai di dekat Ornado, James langsung berkata sambil tangannya merapikan rambutnya dengan jari-jari tangan kanannya, seolah menjadikan jari-jari tangannya seperti sisir.
Elenora maupun Serafina yang memandang ke arah James, sama-sama terdiam dengan tatapan mata terpukau karena sosok James yang terlihat tampan dan mempesona dengan gerakan tubuh yang baru dilakukannya di depan mereka.
James benar-benar pria sempurna…. Bukan hanya wajah dan bentuk tubuhnya, tapi dengan kekayaan yang dimilikinya, dan nama besar keluarga Xanderson, dia merupakan pria impian bagi para wanita. Hidupku akan menjadi sempurna jika aku bisa benar-benar memilikinya sebagai suamiku di masa depan. Jika aku berhasil menikah dengannya, aku akan bisa menjadi seorang wanita yang tidak perlu mengkhawatirkan apapun di masa depan.
Serafina berkata dalam hati, sedikit menyesal karena sudah memutuskan untuk tidak pergi bersama Elenora dan James, sehingga kehilangan kesempatan untuk mencoba mendekati James dan segera menyingkirkan Elenora dari dekat James.
Namun Serafina dengan segera menyadarkan dirinya sendiri bahwa ke depannya dia juga akan dengan mudah mendapatkan banyak kesempatan untuk mendekati James, jika dia berhasil mendapatkan dukungan dari Cladia dan Ornado.
Hah, James… kamu selalu saja tampil dengan sejuta pesona yang kamu miliki. Membuatku semakin terkagum-kagum padamu. Kamu memang selalu tampil memukau dimana saja dan kapan saja.
Sebuah pujian diucapkan Elenora dalam hatinya, sambil sedikit mengalihkan pandangannya dari James, jika tidak ingin James mengetahui bahwa dia begitu mengagumi laki-laki itu, hingga membuatnya tidak bisa memikirkan laki-laki lain dalam hidupnya.
Ditambah lagi hutang nyawa yang pernah terjadi antara dirinya dan James di masa lalu, yang membuat hati Elenora benar-benar terikat dengan sosok James.
“Sebenarnya kalian tidak perlu terburu-buru sampai siang ini juga harus kembali ke kantor. Tapi semuanya terserah kalian berdua saja.” Ornado berkata sambil memasukkan kedua tangannya pada saku celana jenis short denim yang dikenakannya bersama dengan kemeja slim fit lengan pendek berwarna pastel yang menunjukkan otot-otot lengan dan tubuhnya, membuatnya tampil kasual, namun tetap terlihat elegan dan mempesona.
(Celana short denim merupakan celana jeans yang terbuat dari bahan denim yang merupakan bahan katun kasar. Bahan denim ini pertama kali dibuat di wilayah Genoa, Italia. Bahan denim masih satu rumpun dengan kanvas, hanya saja denim lebih dulu terkenal dibanding kanvas. Orang-orang Italia zaman terdahulu menggunakan denim sebagai seragam para pekerja tambang.
Orang Prancis awalnya menyebut denim dengan sebutan Genoa yang pengucapannya terdengar seperti “Genes” dalam Bahasa Inggris. Kemudian orang Inggris menyebut bahan denim dengan sebutan jeans yang kini sudah melekat di kuping semua orang di seluruh dunia. Celana pendek jeans juga sering disebut dengan celana denim short).
“Lebih baik kita tidak menundanya Ad. Meskipun kita berharap bahwa kita bisa bertahan beberapa hari. Kita tidak boleh meremehkannya. Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Bersiap sebelum mereka kembali menyerang. Kita bereskan lebih dahulu agar kita bisa lebih tenang.” James berkata sambil memandang ke arah Ornado tanpa perduli dengan keberadaan Serafina di dekatnya, yang berusaha menarik perhatian James dengan terus menggerakkan tubuhnya agar James melihat bagaimana menariknya dia dalam balutan pakaian pantainya yang tampak seksi.
“Oke, aku ikut saja dengan pemikiranmu.” Jawaban dari Ornado, membuat James langsung menoleh ke arah Elenora, lagi-lagi tanpa memperdulikan kehadiran Serafina di dekatnya.
“Kalau begitu aku akan kesana sebentar untuk berpamitan.” Elenora langsung menanggapi perkataan James.
“Eh, tunggu Ele…” Baru saja Elenora bermaksud menemui Cladia, namun tiba-tiba saja dia merasakan pergelangan tangannya dipegang oleh seseorang, membuatnya tersentak kaget.
Untung saja James langsung melepaskan kembali cekalan tangannya dan mendekatkan bibirnya ke arah telinga Elenora, meskipun pada akhirnya, tindakan James yang ini juga membuatnya sedikit tersentak kaget.
“Tolong jangan katakan masalah hacker kepada Cladia. Bilang saja ada meeting mendadak yang tidak bisa ditunda harus aku hadiri, jadi kamu sebagai sekretarisku harus ikut pulang bersamaku. Ornado tidak akan membiarkan ada hal yang mengganggu pikiran Cladia dan membuatnya khawatir. Beberapa waktu ini, kamu tinggal bersama mereka, kamu pasti tahu bahwa kehamilan Cladia membuat tubuhnya sedikit lemah.” James berbisik pelan, yang tanpa disadarinya hampir saja membuat Elenora tidak bisa bernafas karena hembusan hangat nafas James yang berbisik menerpa telinganya, menimbulkan getaran hebat dalam dadanya.
Astaga James… sejak berapa hari ini, kamu selalu saja membuat jantungku hampir saja meloncat keluar dari tempatnya.
Elenora melenguh dalam hati karena tindakan James yang tanpa disadari oleh James sudah membuat jantung dan pikiran Elenora tidak bekerja dengan normal.
“Ele…” Sebuah bisikan pelan sekali lagi diucapkan oleh James karena dilihatnya Elenora yang tidak bereaksi sama sekali terhadap permintaan yang dia ucapkan sebelumnya.
“Eh… ya James… tadi Alex sudah memperingatkanku… tentang hal seperti itu padaku….” Jawaban dengan sikap gugup dari Elenora, yang meyebutkan nama Alex, hampir saja membuat James mendengus kesal, apalagi semalam James bisa melihat bagaimana mata Alex yang menatap penuh kekaguman kepada Elenora yang sudah berhasil mengalahkan hacker hanya dalam hitungan detik.
Dan James bisa melihat bahwa tatapan mata itu, bukan hanya menunjukkan rasa kagum, tapi menunjukkan bahwa bagi Alex, sosok Elenora sepertinya menempati tempat khusus di hati laki-laki itu.
Alex… hah… tentu saja akan selalu ada nama dia disebutkan selama itu berhubungan dengan yang namanya IT. Dan Ornado berencana memindahkan Elnora ke devisi IT? Aku tidak akan pernah membiarkan hal seperti itu terjadi. Awas saja! Mulai sekarang aku akan mengawasi perilaku Alex, terutama saat berada di dekatmu. Lihat saja akibatnya kalau dia berani mencuri kesempatan dalam kesempitan saat bersamamu.
James berkata dalam hati dengan kesal, karena baginya keberadaan Alex yang menunjukkan kalau laki-laki itu menyukai sekaligus mengagumi Elenora membuat dada James terasa panas dengan seketika.
Dan tanpa sadar, pemikiran James tentang Alex membuat laki-laki tampan yang biasanya selalu tampil ceria dan ramah itu menunjukkan wajah kusut, dengan matanya yang melirik ke arah Elenora dengan tatapan tidak rela, apalagi setelah beberapa hari ini, dia disuguhkan dengan penampilan cantik Elenora yang sebelumnya tidak pernah dia lihat atau lebih tepatnya tidak pernah dia sadari.