My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KEBENARAN TENTANG JAMES DAN ELENORA YANG MENGANGETKAN (1)



"Iya, benar istri James. Elenora adalah istri James. James sudah menikah dengan Elenora." Ornado berkata sambil tertawa kecil begitu melihat ekspresi kaget keempat orang yang terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado.


“Yang benar saja Ad? Kenapa James tidak mengundang kami?” Laurel langsung menyatakan protesnya, membuat Ornado semakin lebat tertawanya.


"Serius, benar yang dikatakan Al. Mereka memang menikah dengan diam-diam waktu itu. Bahkan ketika kita semua masih berlibur bersama waktu itu." Cladia menambahkan perkataan Ornado yang membuat mereka yang lain langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Tenang saja, aku jamin, dalam waktu dekat, undangan pasti akan meluncur ke alamat kalian masing-masing. Jangankan kalian, keluarga mereka saja baru tahu tentang pernikahan mereka berdua baru-baru ini.” Ornado kembali memperjelas kondisi yang terjadi antara James dan Elenora, membuat keempat orang yang lain saling berpandangan dengan wajah tidak percaya mereka.


"Wah, James benar-benar ya.... Diam-diam dia ternyata bergerak cepat juga akhirnya. Kalian para Xanderson memang kalau sudah cinta, maunya cepat-cepat mengikat agar tidak direbut orang lain." Laurel berkata sambil melirik ke arah Ornado yang langsung tersenyum lebar mendengar sindiran Laurel.


"Apa kamu sedang membicarakan suamimu juga Laurel? Apa kamu tidak ingat bahkan Dave menikahimu disaat umurmu masih belasan tahun. Menikahi gadis yang masih bau kencur. Bukankah itu lebih parah? Apa bedanya dengan aku dan James. Ah... tentu saja beda, karena waktu itu pengantin wanita melarikan diri di hari pernikahannya." Dave langsung tersenyum geli melihat Ornado yang berhasil menyerang balik Laurel yang masih saja merasa canggung dan malu jika ada yang mengingatkan tentang bagaimana awal pernikahannya dengan Dave dulu.


Deanda dan Cladia ikut tersenyum mendengar bagaimana Laurel dan Ornado yang selalu membuat pembicaraan diantara mereka selalu terasa hidup dan seru.


“Ayo, kita mengobrol di dalam saja sambil menunggu pengantin baru yang kita bicarakan datang menyusul kita. Aku juga harus segera menemui papa dan Jeremy, untuk memberitahukan kabar terbaru tentang apa yang sudah terjadi. Juga keputusanku terhadap hukuman yang harus diterima oleh Dario.” Ornado berkata sambil mengajak yang lain untuk berjalan ke arah ruang bersantai milik keluarganya, dimana mereka bisa menikmati indahnya pemandangan taman dan juga segarnya air terjun buatan di dekat tempat itu.


“Hah, aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu James. Aku akan meminta dia menceritakan bagaimana dia bisa tiba-tiba menikah tanpa mengundang kita.” Gumaman pelan dari Laurel membuat Ornado tersenyum geli.


“Nanti habisi saja dia Laurel.  Bukan saja dia menikah diam-diam, tapi dia sudah memaksa Elenora menikah dengannya tanpa diketahui oleh siapapun, termasuk kedua orangtua mereka berdua.” Ornado menambahkan kata-kata yang membuat Laurel langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Wah… James benar-benar harus kita habiskan malam ini Ad. Bisa-bisanya berbuat arogan seperti itu.” Dengan sikap tidak sabar Laurel berkata, membuat yang lain langsung tertawa, dan merasa penasaran, sekaligus tidak sabar, membayangkan bagaimana nanti Laurel akan menggoda dan mengerjai James habis-habisan hingga tidak berkutik.


# # # # # # #


Dengan langkah ragu, Elenora berjalan tepat di samping James, memasuki pintu masuk gedung perkantoran Bumi Asia.


“Kamu adalah wanita yang cantik dan hebat ti amore. Melangkahlah dengan percaya diri. Tidak boleh adalagi orang yang memandangmu rendah dan meremehkanmu, karena kamu adalah istri dari seorang Xanderson. Aku akan selalu berada di sampingmu untuk menjaga dan membelamu.” James langsung berkata lirih untuk memberikan dukungan pada Elenora yang dilihatnya masih terlihat canggung dan tidak percaya diri.


“Eh, siapa perempuan cantik yang sedang bersama pak James itu?”


“Iya, cantik sekali.”


“Lalu bagaimana rumor yang menyebutkan bahwa pak James sempat menyukai Elenora?”


“Apa perempuan itu kekasih pak James? Karena sepertinya dia juga orang bule. Mungkin kekasih pak James dari Italia.”


“Benar, mana mungkin pak James menyukai Elenora yang kampungan itu.”


Berbagai suara bisik-bisik langsung terdengar mempertanyakan siapa wanita yang terlihat sangat cantik, yang sedang berajalan di samping James.


Wanita cantik berpakaian modis dan mengenakan sepatu high heels, dengan rambut panjangnya yang tersanggul rapi, memperlihatkan leher jenjangnya yang berkulit putih, mata yang indah dan disempurnakan oleh bulu mata yang lentik dan alis yang melengkung sempurna, terlihat menyempurnakan penampilan dari wanita yang membuat karyawan lain tidak mengenali bahwa wanita itu adalah Elenora.


“Hah, rasanya lega sekali melihat ada wanita cantik sebagai kekasih pak James, daripada si culun Elenora.” Suara Dea yang menurut Audrey sudah keterlaluan, membuat Audrey menyenggol lengan atas Dea, yang langsung menoleh ke arah Audrey.


“Kenapa? Bukannya yang aku katakan benar? Dan pastinya banyak yang setuju dengan pendapatku. Mana pantas gadis culun dan gagap seperti Elenora menjadi kekasih pak James?” Suara Dea yang cukup keras membuat Elenora menoleh ke arahnya, namun tetap tersenyum kepada Dea.


Dea yang tidak menyadari bahwa wanita yang sedang bersama James adalah Elenora, langsung membalas senyuman Elenora.