My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
SANDIWARA SERAFINA



"Oooo." Akhirnya hanya itu yang bisa diucapkan oleh Serafina, karena dia juga melihat seseorang mendekat ke arah mereka berdua, nyonya Rose yang langsung tersenyum ke arah Elenora yang dilihatnya terlihat cantik dengan topi yang dikenakannya saat ini.


Topi itu terlihat begitu cocok dengan warna kulit dan pakaian yang dikenakan oleh Elenora saat ini.


"Kamu sudah datang Nona Elenora?" Nyonya Rose yang sudah sepakat untuk menggunakan panggilan santai antara dia dan Elenora langsung menyapa Elenora dengan ramah.


Serafina yang mendengar info dari Ernest bahwa nyonya Rose merupakan salah satu pelayan pribadi sejak Alvero masih baru lahir dan merupakan salah satu orang penting dalam istana yang dipercaya oleh Alvero dan keluarganya, berusaha ikut menyungingkan senyum di wajahnya.


Nyonya Rose sendiri langsung membalas senyuman dari Serafina yang diketahuinya merupakan kakak kandung dari Elenora yang tadi pagi sudah ikut bergabung dalam acara makan pagi bersama yang lain.


"Halo Nyonya Rose. Apa aku terlambat? Aku harus membereskan pekerjaannku hari ini sebelum datang ke tempat ini." Elenora langsung menyambut sapaan nyonya Rose.


"Ah, tentu saja tidak. Kami masih bersantai-santai menikmati keindahan pantai Kelingking di bawah sana dari atas sini." Nyonya Rose berkata sambil menoleh ke arah Alvero dan yang lain yang masih menikmati waktu berdua dengan pasangan mereka, menikmati keindahan alam di sekitar mereka sambil Alaya sesekali mengambil foto mereka.


"Iya Nyonya Rose, aku dengar dari yang lain, yang mulia Alvero, Ornado dan dokter Dave akan turun ke pantai Kelingking untuk berenang di bawah sana. Tapi sepertinya mereka masih sibuk dengan istrinya." Elenora berkata sambil mengulum senyum geli karena dilihatnya ketiga pria itu memang sedang sibuk bersikap mesra pada istrinya, membuat beberapa mata yang memandang mereka, terutama yang tidak memiliki pasangan memandang mereka dengan tatapan iri.


Dan itu mungkin termasuk dirinya.... Memikirkan tentang itu membuat Elenora tersenyum kecil.


"Sepertinya mereka sengaja menunggu tuan James untuk memulai aktifitas itu." Nyonya Rose berkata sambil melirik ke arah Serafina yang wajahnya tampak memerah karena sengatan panas matahari.


"Nona Serafina lupa membawa topi? Sayang sekali sepertinya tidak ada topi cadangan di sini." Perkataan nyonya Rose tiba-tiba saja membuat Serafina menoleh ke arah Elenora dan menatapnya dengan tajam.


"Eh, apa kakak mau meminjam topikuuu..."


"Ele, dimana tas berisi pakaian renangku yang aku titipkan padamu tadi?" Tiba-tiba saja James sudah datang mendekat dan memotong perkataan Elenora yang berniat meminjamkan topinya pada Serafina.


Serafina sendiri langsung terlihat terdiam begitu mendengar James memanggil nama Elenora dengan sebutan Ele, sesuatu yang bvelum pernah didengarnya James menyebutkan hal seperti itu selama dia mengenal James.


"I... iya James, tunggu sebentar." Begitu mendengar pertanyaan dari James, Elenora yang memang tadi memegang tas berisi pakaian renang beserta perlengkapan James untuk berenang, termasuk kacamata renang, handuk dan yang lainnya langsung menggerakkan tubuhnya ke samping untuk mengambil tas yang tadi diletakkannya di atas salah satu kursi yang ada di sana.


"Ini tasnya." Elenora segera menyerahkan tas ransel berisi perlengkapan James ke arah laki-laki itu.


"Terimakasih Ele. Ah..." Setelah mengucapkan terimakasihnya, James tiba-tiba menghentikan langkah kakinya dan memandang ke arah kepala Elenora.


"Ternyata pilihanku benar-benar tidak pernah salah. Topi itu benar-benar cocok untuk kamu pakai. Jaga baik-baik topi itu ya. Lain kali kita pergi ke pantai, aku ingin kamu mengenakan topi itu lagi." James berkata sambil tersenyum ke arah Elenora, tanpa perduli keberadaan Serafina yang hampir saja mendengus karena tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari bibir James.


Sejak kapan James yang selalu mengatakan bahwa Elenora adalah gadis culun begitu perhatian pada Elenora? Selama ini James tidak pernah menunjukkan sikap suka apalagi mesra pada Elenora, bahkan sebelum Elenora menghilang malam itu. Tapi sekarang... dia sengaja membelikan topi Elenora? Yang benar saja. Apa James sudah salah makan sesuatu tadi pagi?


Serafina berkata dalam hati dengan sikap bingung, karena sepengetahuannya, selama ini James merupakan orang yang paling rajin mengolok-olok Elenora dengan sebutan gadis culun, kampungan ataupun kutu buku.


Apa James sengaja melakukan itu untuk menarik perhatianku? Ingin agar aku terpancing dan menunjukkan rasa sukaku padanya? Ah... baiklah kalau begitu, aku akan mulai bertindak. Apa sebaiknya aku berpura-pura perhatian kepada Elenora ya? Sepertinya James suka dengan gadis yang terlihat dekat dan memiliki hubungan baik dengan saudaranya.


Serafina kembali berkata dalam hati, mencoba menerka-nerka apa yang ada dalam pikiran James saat ini.


"Benar James, Elenora terlihat cocok sekali memakai topi itu. Sungguh serasi dengan pakaian yang dia kenakan sekarang." Serafina tiba-tiba ikut mengomentari kata-kata James, yang membuat Elenora merasa sedikit kaget dengan sikap Serafina yang tumben ikut memujinya.


Satu hal yang tidak penah dilakukan oleh Serafina kepadanya, membuat Elenora semakin diam seribu bahasa.


"Tuh kan…. Kamu dengar sendiri kan Ele? Bahkan Serafina yang seorang model terkenal ikut memuji betapa cocoknya kamu mengenakan topi itu. Ah… sepertinya bakatku di bidang fashion belum memudar sama sekali." James berkata sambil tersenyum, membuat Serafina semakin besar kepala, berpikir bahwa James sedang tersenyum padanya, dan juga mengagumi pesonanya sebagai seorang model terkenal.