My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PENYESALAN ORNADO



"Aku akan ke mansion sekarang juga! Ini pasti perbuatan gila Dario! Kalau sampai terjadi apa-apa pada amore mio dan Bee, dengan tanganku sendiri, aku yang akan membunuhnya!" Ornado berkata dengan suara yang terdengar sarat dengan emosi, dan sekaligus dipenuhi dengan kekhawatiran yang begitu besar tentang kondisi Cladia.


Amore mio... maaf... aku sudah benar-benar lalai menjagamu. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika sampai ada hal buruk yang terjadi padamu.... Ah... amore mio... mungkin ini adalah perminataan dariku yang begitu egois, tapi tolong... jangan sampai kamu dan Bee terluka.


Ornado berkata dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca. Rasa takut yang begitu besar jika Cladia terluka, membuat Ornado tidak bisa menahan gejolak dalam dadanya yang baginya terasa begitu menyesakkan, membuatnya begitu sulit untuk bernafas.


"James.... aku benar-benar ceroboh. Harusnya aku memberitahukan kepada papa tentang Dario, sehingga bisa memperketat keamanan di mansion. Aku terlalu lambat berpikir, hingga mengorbankan kesalamatan Cladia." James yang berada di samping Ornado langsung mengulurkan tangannya untuk memeluk Ornado dari samping.


Jika itu berkaitan dengan Cladia, Ornado bisa menjadi orang yang betul-betul terlihat rapuh, menunjukkan bahwa bagi Ornado Cladia adalah segalanya untuknya. Dimana dia tidak akan bisa menjalani kehidupan ini tanpa adanya wanita itu disisinya.


Memikirkan hal itu membuat James yang mengerti perasaan Ornado saat ini memilih untuk diam, membiarkan Ornado terus menyalahkan dirinya sendiri sampai merasa puas.


James berharap dengan melakukan itu, saat Ornado sudah lebih tenang, dia bisa segera memikirkan bagaimana cara untuk segera menyelamatkan dan membawa kembali Cladia di sisinya.


Begitu pintu lift terbuka, Ornado kembali berlari ke arah bagian depan gedung perkantoran miliknya, sedang James dengan setia tetap mengikuti di sampingnya.


Saat Ornado melihat mobilnya sudah siap di depan pintu keluar gedung perkantoran miliknya, dia segera masuk ke dalam mobil dan meminta sopirnya untuk pergi menuju mansion keluarganya.


"James, minta Afro untuk berangkat ke gedung tempat acara lelang perhiasan diadakan. Minta dia menemui Alvero di sana." Ornado yang mulai bisa menata hatinya kembali segera memberikan perintah kepada James.


"Alvero akan datang ke tempat itu?" James langsung bertanya dengan wajah yang terlihat heran.


"Dia akan membantu kita menyelesaikan masalah perhiasan palsu itu. Atur saja seperti kataku. Maaf James... aku masih belum ada energi untuk menjelaskan apa yang akan dilakukan Alvero disana. Aku harus memikirkan cara untuk segera menyelamatkan amore mio. Yang pasti kehadiran Alvero akan membuat rencana Dario untuk menjatuhkan kita di acara lelang gagal total." James akhirnya hanya mengangguk, apalagi dilihatnya sikap Ornado sudah seperti orang yang kehilangan separuh nyawanya karena berita penculikan Cladia.


"Baik Ad, aku akan segera menghubungi Afro agar mengurus semuanya dengan baik. Karena kedatangan Alvero sebagai raja Gracetian, pasti akan menarik publik maupun orang-orang yang duduk di pemerintahan Italia. Aku akan segera meminta Afro mengaturkan keamanan lebih untuk menyambut kedatangan Alvero di sana." Perkataan James hanya dijawab oleh sebuah anggukan asal dari Ornado yang segera memutar otak agar dia bisa segera menyelamatkan Cladia dan tahu dimana posisi Cladia.


"Oke Ad." James segera menjawab permintaan Ornado.


Begitu sampai di mansionnya, Ornado langsung berlari ke arah ruang keluarga, dimana tampak Jeremy yang duduk termenung dengan Alberto yang duduk tepat di hadapannya dengan wajah yang terlihat lelah, membuatnya tampak terlihat jauh lebih tua dari biasanya.


"Ad... maafkan papa. Papa tidak menyangka sudah membesarkan dan merawat manusia berhati iblis di tengah-tengah keluarga kita." Dengan suara penuh dengan penyesalan, Alberto yang sudah mendengar semuanya dari Jeremy berkata sambil menatap ke arah Ornado yang baru saja menghentikan gerakan berlarinya di antara Jeremy dan papanya.


"Jer... bagaimana hal seperti itu bisa terjadi pada amore mio? Bukankah kamu bersamanya tadi? Bagaimana bisa orang-orang Dario mendapatkan kesempatan untuk membawa pergi amore mio darimu?" Ornado berkata sambil menatap ke arah Jeremy yang terlihat menarik nafas panjang, dengan matanya yang terlihat memerah karena baru saja menangis.


"Maafkan papa nak. Itu semua salah papa, Jeremy tidak tahu apa-apa tentang hal itu." Alberto langsung menjawab pertanyaan Ornado, mewakili Jeremy.


"Kenapa Papa bisa berkata seperti itu?" Kali ini pandangan mata Ornado berpindah dari Jeremy kepada Alberto yang tampak begitu sedih, karena menghilangnya menantu dan calon cucunya.


"Sebenarnya, tadi Dario berkunjung ke tempat ini. Dia mengatakan ingin mengunjungi papa. Papa benar-benar tidak menyangka dia melakukan semua itu karena ingin mengalihkan perhatian papa. Di luar sana, ternyata orang-orang Dario menyerang para penjaga mansion, dan mengganti pakaian mereka dengan para penjaga yang sudah berhasil mereka lumpuhkan." Ornado menarik nafas panjang, karena tanpa perlu papanya melanjutkan ceritanya, dia sudah bisa menebak apa yang terjadi sehingga dia mendapatkan laporan bahwa Cladia diculik tepat di depan pintu gerbang mansionnya oleh orang-orang yang menyamar sebagai petugas keamanan di mansionnya.


"Maaf Ad, itu tidak akan terjadi jika aku berani dan nekat melawan mereka dan...."


"Jangan konyol Jer, mereka orang-orang bersenjata, sehebat apapun kemampuan beladirimu, kamu tidak akan bisa melawan mereka dengan tangan kosong." Ornado langsung memotong perkataan dari Jeremy.


"Kalau kamu melakukan itu dan sampai terluka, amore mio justru akan merasa bersalah. Aku tidak mau hal seperti itu terjadi. Kalau ada yang bisa disalahkan, itu murni kesalahanku. Harusnya aku memberitahu papa tentang siapa sebenarnya Dario. Harusnya aku memperketat keamanan di mansion ini begitu kamu menceritakan bagaimana kejam dan nekatnya tindakan Dario untuk bisa mendapatkan dan memiliki amore mio. Harusnya aku tidak mengijinkan amore mio menjauh dariku barang sedetikpun." Ornado berkata dengan nada suara yang terdengar parau dan menyedihkan, karena menahan gejolak hebat dalam dadanya saat ini.


Kehilangan Cladia bagi seorang Ornado sama dengan kehilangan tujuan hidup dan nyawanya sendiri.