My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MENGAMBIL ALIH PENYELIDIKAN



“Ad… maaf jika yang akan aku katakan selanjutnya akan mengganggu kenyamananmu di acara liburanmu kali ini. Tapi, sepertinya aku tidak bisa lagi menundanya, karena lebih baik kamu tahu tentang hal ini. Dan menurutku, kamu juga lebih berhak untuk mengetahuinya dibanding orang lain.” Akhirnya Jeremy mungucapkan hal itu setelah dia berpikir dengna cepat mana yang terbaik untuk dilakukannya.


Jika aku tidak memberitahukan hal ini kepada Ornadi secepatnya, aku takut jika di kemudian hari aku menyesal jika ada sesuatu yang buruk terjadi jika aku terus menyembunyikan kebenaran ini. Meskipun semuanya masih belum jelas seratus persen. Dia adalah suami Cladia, yang artinya juga merupakan anggota keluargaku juga. Apalagi hal ini sepertinya berkaitan erat dengan Cladia.


Jeremy berkata dalam hati sambil mencari kata-kata yang tepat untuk menceritakan kepada Ornado tentanga apa yang sudah dialaminya akhir-akhir ini, terkait pesan tanpa nama dan juga hasil penyelidikannya tentang hal itu.


“Apa yang ingin kamu katakan padaku Jer?”


“Ah… darimana aku harus memulainya ya…”


Untuk beberapa saat Jeremy terdiam, untuk kemudian dia mulai menceritakan dari awal tentang pesan-pesan tak bertuan, dan juga keputusannya untuk menyewa tenaga detektif untuk menyelidiki apakah memang ada yang mencurigakan dengan hasil penyelidikan tentang kasus kecelakaan orangtua Jeremy waktu itu.


Aku benar-benar tidak menyangka, bahwa kecelakaan kedua mertuaku, ada seseorang yang mungkin sudah sengaja mengaturnya. Ah, amore mio, sepertinya kehidupanmu benar-benar penuh dengan lika-liku. Wanita sebaik kamu, siapa yang sudah menginginkan dirimu celaka?


Ornado berkata dalam hati sambil mengingat satu persatu peristiwa yang mungkin dapat memberinya petunjuk apa yang sedang terjadi.


Beberapa kali Jeremy terlihat menghela nafasnya saat menceritakan semuanya pada Ornado yang sesekali mengernyitkan dahinya, atau kadang menggigit bagian bawah bibirnya sambil mendengarkan dengan detail,s emua yang diceritakan oleh Jeremy padanya.


Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa sepertinya sekarang sedikit demi sedikit, semua masalah yang ada hubungannya dengan masa lalu mulai bermunculan satu persatu? Apakah pelaku dari semua kejadian itu adalah satu orang, atau ada beberapa orang yang terlibat dan tidak saling berhubungan? Mereka memiliki motifnya sendiri-sendiri? Tapi siapapun mereka, aku pastikan mereka akan menerima ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya. Siapapun, tidak ada yang akan aku biarkan mengusik amore mio, baik di masa lalu, masa sekarang ataupun di masa depan.


Ornado kembali berkata dalam hati dan mulai melakukan analisa dalam hati sambil melipat salah satu tangannya di depan perutnya.


“Ad, aku benar-benar khawatir dengan Cladia. Apa mungkin… ada orang yang sedang mengincar Cladia? Padahal sejak kecil kamu tahu Cladia bukan orang yang dengan mudah menjadikan orang lain musuhnya, sehingga ada yang menyimpan dendam padanya. Kamu harus melakukan sesuatu tentang hal ini Ad. Jangan sampai ada apa-apa dengan Cladia, dan juga….”


“Tenang Jer. Kendalikan dirimu, jangan berpikir terlalu jauh. Aku tahu pasti tentang siapa istriku dan bagaimana dia hidup selama ini. Aku pastikan jika ada yang berniat mencelakai amore mio, itu murni dilakukan orang karena ornag itu memiliki hati yang jahat, bukan karena ada dendam karena amore mio pernah menyakitinya.”


“Biar aku yang mengurus semuanya untuk kasus ini. Aku akan mengerahkan tim terbaikku untuk mulai menyelidiki kasus ini. Aku berharap secepatnya semua segera terbongkar. Dan jika aku menemukan ada orang yang memang ingin mencelakai amore mio, aku tidak akan pernah membiarkan orang itu bebas berkeliaran dan menghirup udara kebebasannya lagi.” Ornado berkata dengan suara tetap tenang, tapi Jeremy tahu kalau Ornado serius dengan kata-katanya, dan dia memang laki-laki yang tidak akan pernah membiarkan begitu saja orang yang berani mengusik istrinya.


“Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu Ad?”


“Serahkan saja data dari detektif yang sudah kamu terima padaku agar timku bisa segera melakukan penyelidikan. Dan kamu tenangkan dirimu, fokus saja pada rencana pernikahanmu. Aku tidak mau hal seperti ini membuatmu terganggu dan merusak acara pernikahanmu.” Perkataan Ornado membuat Jeremy menghela nafasnya, karena hal yang seperti dikatakan oleh Ornado, mudah untuk diucapkan, tapi tidak mudah untuk dilakukan.


“Jer, aku pastikan semuanya akan baik-baik saja, termasuk amore mio. Kamu hanya perlu lebih berhati-hati sekarang, karena bisa jadi, jika dia mengincar amore mio, dia juga sedang mengincar orang-orang di sekitar amore mio, termasuk aku dan kamu. Aku akan bantu kamu dengan tim keamanan dari Bumi Asia….”


“Jangan repot-repot Ad, aku bisa menjaga diriku sendiri dengan baik.” Jeremy langsung memotong perkataan Ornado.


“Jangan keras kepala Jer. Kita tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh orang itu. Lebih baik berjaga-jaga. Dan kamu tahu, tim keamanan milik perusahaanku sangat terlatih. Aku jamin, tidak ada jasa keamanan yang bisa mengalahkan tim keamananku di seluruh pelosok negeri ini.” Ornado tetap bersikeras, memmbuat akhirnya Jeremy hanya bisa menarik nafas panjang.


“Terserah padamu Ad. Aku percaya kamu mampu melakukan itu lebih baik dari siapapun yang aku kenal.” Jeremy berkata dengan nada pasrah.


“Dan ada kemungkinan besar, karena perkembangan kondisi saat ini, untuk sementara waktu, aku akan bekerja di kantor Sanjaya….”


“Ahhh… kapan rencanamu Ad? Aku akan memikirkan kantor yang bisa kamu tempati selama di kantor Sanjaya.” Jeremy langsung menanggapi perkataan Ornado dengan nada senang.


“Tidak perlu repot-repot Jer, aku bisa sekantor dengan amore mio.” Ornado berkata sambil membayangkan bagaimana menyenangkannya karena dia bisa kembali bersama dengan Cladia dalam satu kantor.


“Ist… bagaimana aku bisa membiarkanmu bekerja di kantor Cladia yang terlalu sempit dan sederhana seperti itu untukmu. Apa kata orang kalau seorang Ornado Xanderson bekerja di tempat seperti itu?” Ornado langsung tertawa mendengar penolakan dari Jeremy dengan alasan yang bagi Ornado sungguh terdengar sangat menggelikan