My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PERINTAH JAMES UNTUK AUDREY



Seringkali Audrey dan yang lain mengatakan pada Elenora agar membiarkan saja semua itu di atas meja kerjanya, dan dibereskan setelah mereka bersiap untuk pulang kantor.


Tapi Elenora yang terbiasa rapi, bahkan dia akan melakukan itu meski dia hanya pergi untuk mengambil segelas kopi atau teh di pantry.


(Konsep pantry, yang di Indonesia disebut dengan dapur bersih, sebenarnya datang dari Eropa dan Amerika. Di negeri asalnya, fungsi utama pantry adalah untuk menyimpan berbagai peralatan memasak dan bahan-bahan makanan. Itu sebabnya, di sini banyak lemari dan kabinet.


Pantri (bahasa Inggris: pantry) adalah sebuah ruangan tempat penyimpanan bahan makanan dan minuman dan barang-barang terkait penyajian makanan seperti alat makan atau alat masak. Kata pantri diserap dari Bahasa Prancis Kuno paneterie; yang diturunkan ke dalam kata dalam Bahasa Prancis modern pain, yang berasal dari kata Bahasa Latin panis dengan makna "roti".


Secara garis besar, perbedaannya dengan dapur yaitu, dapur digunakan untuk membuat masakan atau makanan yang prosesnya lebih rumit sedangkan pantry untuk membuat masakan yang sifatnya gampang dan sederhana saja).


Sejak Ornado dan Cladia kembali dari berlibur, peraturan aneh yang dibuat oleh James memang resmi dihapuskan kembali.


Namun, setelah itu James memberi perintah khusus dan pribadi kepada Audrey, agar selama dia masih berada di kota B, Audrey diminta untuk selalu berada di dekat Elenora, terutama saat jam makan siang.


Dan yang membuat Audrey sedikit pusing adalah bagaimana James memerintahkan padanya untuk sebisa mungkin mencegah laki-laki lain makan siang bersama dengan Elenora, terutama Dodi.


Apa pak James juga tahu kalau sepertinya Dodi juga menyukai Elenora? Wah… insting pak James tajam juga ternyata. Apa laki-laki yang sedang jatuh cinta memang membuat instingnya jadi tajam seperti pak James ya? Mungkin begitu sih…


Audrey berkata dalam hati sambil menahan senyum gelinya mengingat bagaimana James akhir-akhir sering memberinya perintah aneh berkaitan dengan Elenora.


“Sudah? Ayo kita ke kantin sekarang. Aku sudah kelaparan sedari tadi, karena tidak sempat sarapan.” Audrey berkata sambil tangannya menepuk bahu Elenora yang sebentar kemudian bangkit berdiri.


“Eh, boleh tidak aku ikut makan siang bersama kalian?” Tiba-tiba Dodi bertanya sambil berjalan mendekat ke arah mereka.


“Tentu saja boL….”


“Waduh, maaf sekali ya Dodi, tadi ada beberapa perintah dari pak James yang sifatnya sedikit pribadi untuk kami berdua, jadi aku berencana membahasnya bersama Elenora sambil makan siang.” Audrey buru-buru memotong perkataan Elenora yang berencana mengijinkan Dodi untuk sekedar makan siang satu meja dengannya dan Audrey.


Kalau ada Dodi, biasanya akan ada Tina dan Alex. Dan jika mereka bertiga ada, Elenora merasa senang karena keberadaan mereka bertiga selalu membawa suasana ceria.


Tapi bagi Audrey yang sudah mendapatkan perintah langsung dari James untuk menjaga agar Elenora tidak makan siang dalam satu meja dengan laki-laki lain, membuat Audrey dengan segala cara selalu mencari alasan agar dia bisa menjalankan perintah James dengan baik.


“Wah, sayang sekali, padahal Tina dan Aex senang sekali begitu aku bilang aku akan mengajak Elen makan bersama siang ini dengan mereka.” Dodi berkata dengan nada terdengar kecewa, membuat Elenora langsung memandang ke arah Audrey.


Audrey bukannya tidak mendengar perkataan dari Dodi, tapi dia memiih untuk pura-pura tidak tahu dan tidak dengar, karena bagi seorang Audrey, perintah James menjadi prioritas utamanya untuk saat ini.


Hentikan kebiasaanmu untuk memanggil Elenora dengan panggilan Elen, Dodi! Kalau kamu terus-menerus melakukan itu, sepertinya kamu akan benar-benar dalam masalah kalau pak James kembali dari kota B.


Audrey berkata dalam hati sambil melihat ke arah meja Elenora yang sudah tampak rapi.


“Audrey, tidak bisakah masalah tugas dari pak James, kita bahas nanti setelah jam istirahat lewat? Aku sudah lama sekali tidak makan siang bersama mereka bertiga. Rasanya kangen juga.” Audrey yang mendengar perkataan Elenora sedikit melirik Dodi dengan tatapan mata terlihat sedikit kesal, karena sudah membuatnya harus berpikir keras agar Elenora membatalkan niatnya untuk makan siang bersama Dodi, Alex dan Tina.


*Kamu harus bisa mencegah Elenora untuk makan siang atau mengobrol terlalu lama dengan laki-laki lain. Kamu boleh memakai alasan apapun bahkan memakai namaku untuk mencegah itu terjadi. Tapi ingat satu hal, jangan sampai kamu memaksakan kehendakmu. Jangan sampai membuat Elenora tertekan bahkan marah dan sakit hati. Kamu harus menomorsatukan kenyamanan Elenora. *


Audrey kembali teringat pesan panjang lebar yang diberikan James, terkait dengan tugasnya itu.


Dan jujur saja, bagi Audrey itu kadang membuatnya cukup pusing. Seperti sekarang ini, melihat wajah memohon Elenora, dan juga wajah berharap Dodi.


Tapi di sisi lain, bayangan pesan-pesan James dan bagaimana marahnya James jika dia berani melanggar perintahnya, membuat tubuh Audrey bergidik ngeri.


“Maaf sekali Elenora, setelah jam makan siang, aku harus berangkat ke perusahaan A untuk bertemu dengan sekretaris pimpinan di sana, karena pak James ingin aku segera memberikan berkas perjanjian kerjasama kita pada mereka.” Akhirnya Audrey berkata sekenanya, padahal berkas yang dimaksud Audrey, bisa diberikan beberapa hari ke depan, tidak harus siang ini.


“Kalau begitu maaf ya Dodi, sepertinya kita harus pending dulu acara makan siang kita kali ini. Aku janji kalau aku sudah tidak sibuk, kita akan makan siang bersama dan aku yang akan traktir kalian.” Mata Dodi langsung berbinar cerah mendengar janji dari Elenora, sedang Audrey sedikit melototkan matanya tanpa disadari oleh Dodi maupun Elenora yang sedang saling tersenyum.


Elenora sepertinya sedang cari mati. Bisa-bisanya dia menjanjikan kepada Dodi untuk makan siang bersama. Dan celakanya bukan cuma Elenora, tapi aku akan berada dalam masalah besar kalau sampai pak James tahu perkataan Elenora pada Dodi.


Audrey berkata dalam hati sambil menelan ludahnya dengan susah payah.


Aist! Masa bodohlah! Yang penting hari ini aku selamat. Untuk besok aku akan memikirkan cara lain untuk mencegah Elenora makan siang bersama Dodi.


Audrey kembali berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang.


“Ayo Elenora, aku harus segera pergi setelah makan siang. Waktuku tidak banyak.” Perkataan Audrey membuat Elenora segera menjauhkan tubuhnya dari kursi kerjanya.


“Dodi, aku pergi dulu ya.” Elenora langsung berpamitan pada Dodi yang masih tersenyum karena mengingat janji Elenora untuk makan siang bersamanya dan yang pernah mereka lakukan dulu.


“Eh, kenapa tidak sama-sama saja?” Dodi bertanya sambil bersiap mendekat, berjalan di sisi Elenora.


“Eits…. Maaf Dodi, aku benar-benar dikejar waktu ini, jadi aku butuh waktu untuk bicara secara pribadi pada Elenora secepatnya.” Dengan buru-buru Audrey langsung menghalangi niat Dodi untuk berjalan berdampingan dengan Elenora.


“Ayo Elenora….” Audrey berkata sambil menggamit lengan Elenora yang mau tidak mau langsung mengikuti langkah-langkah Audrey untuk pergi ke kantin.


“Audrey, apa perintah penting dari pak James yang tadi kamu maksudkan?” Audrey sedikit tersentak mendengar pertanyaan yang dikatakan oleh Elenora padanya.


Namun, sebuah panggilan telepon di handphone Elenora membuat Audrey bernafas lega, karena memiliki sedikit lagi waktu untuk berpikir.


“Hallo.”


“Elenora, devi tornare subito in Italia. È successo qualcosa di brutto qui.” (Elenora, kamu harus kembali ke Italia sekarang juga. Ada hal buruk yang sudah terjadi di sini). Sebuah suara dari orang yang cukup dikenalnya langsung menyambut sapaan dari Elenora dengan suara yang terdengar begitu gelisah.