My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
HASIL PENYELIDIKAN



Peringatan....!!! Episode ini adalah area 21+++. Mohon bijak dalam memilih bacaan, untuk pembaca yang masih di bawah umur, harap skip episode ini, agar tidak merusak pikiran kalian.


“Kenapa memalingkan wajahmu ti amore? Bukannya kamu sudah melihat semuanya, menyentuh, merasakan dan juga menikmatinya kan?” James yang melihat bagaimana dengan sikap malu-malu Elenora memalingkan wajahnya langsung menggoda istrinya itu, membuat Elenora semakin kikuk dan tidak tahu apa yang harus dikatakannya kepada James.


“Tap… tapi tetap saja James… itu….” Elenora berkata dengan gugup, karena dia tidak bisa menjelaskan tentang bagaimana dia melupakan semua rasa malunya karena tadi mereka berdua sudah dipenuhi dengan hasrat dan gairah.


Tapi saat ini dia dalam keadaan sadar sepenuhnya, apalagi, sebelumnya, tidak pernah sekalipun dia melihat laki-laki tanpa seehelai kainpun, seperti yang sedang dilakukan oleh James saat ini.


Apalagi, Elenora yang sekilas tadi sempat melihat tubuhnya sebelum menutupinya dengan selimut, matanya bisa dengan jelas melihat bahwa tubuhnya dipenuhi dengan warna merah, dan juga beberapa yang bahkan menunjukkan sedikit warna kebiruan, terutama di bagian dadanya.


Semua tanda cinta dan kepemilikan yang sengaja dibubuhkan James hampir di seluruh tubuhnya itu, membuat Elenora mau tidak mau mengingat bagaimana cara James membuat semua tanda itu pada tubuhnya, dan itu membuat pikiran Elenora kembali mengingat bagaimana tadi dia tanpa perduli berusaha membalas ciuman panas James, menggeliat, mendesah, bahkan menjambak rambut, dan menarik tubuh James, seolah dengan itu dia ingin mengatakan pada James bahwa dia begitu menikmati itu dan meminta James untuk melakukan lebih dari sekedar memberikan stempel kepemilikannya.


Bagi Elenora, tindakannya tadi sudah seperti wanita nakal, tapi mengingat bagaimana dia melakukan itu hanya kepada James yang memang sudah seharisnya mendapatkan semua yang terbaik darinya, membuat Elenore mendesah pelan sambil menyembunyikan senyum bahagianya.


“Ah… tidak masalah jika kamu masih merasa canggung, asal seperti yang kamu katakan tadi, kita akan melakukannya lagi setelah kamu membersihkan dirimu sebentar. Ayo….” James berkata sambil menahan tawa gelinya, dan dengan gerakan cepat, kedua lengannya bergerak mengangkat tubuh Elenora yang langsung tersentak kaget, dan kedua tangannya dengan erat tetap menutupi tubuhnya dengan selimut, di dalam gendongan James.


Dan untuk saat ini, James sengaja membiarkan Elenora melakukan itu. Toh pada saatnya nanti mereka mengulang kegiatan panas mereka, selimut itu akan tergeletak begitu saja, di salah satu pojok tempat tidur, atau teronggok di lantai seperti barang yang tidak diperlukan.


# # # # # # #


Dengan gerakan pelan, Elenora yang baru saja membuka matanya, berusaha menggerakkan tubuhnya yang berada dalam pelukan James.


“Mmmm….” Suara lenguhan kecil terdengar dari bibir James begitu Elenora berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya itu.


“Hoahem…. Ti amore… apa sudah pagi? Kamu mau kemana?” James berkata sambil menguap karena rasa kantuk yang masih begitu mendominasinya.


“Sudah pagi James….” Elenora berbisik pelan, membuat James memicingkan kedua matanya, sebelum akhirnya terbuka lebar.


Melihat James mengatakan hal tentanga apa yang sudah mereka lakukan tadi malam dan matanya memandang ke arah dadanya tanpa berkedip, membuat Elenora dengan reflek langsung menutupi kembali selimut yang awalnya sedikit melorot sehingga menunjukkan bagian atas tubuhnya yang masih polos itu.


“Ah, ti amore, andai saja tidak banyak urusan yang harus kita selesaikan hari ini, aku akan membuatmu tidak keluar kamar seharian ini.” James berkata sambil menggerakkan tubuhnya ke samping, dan duduk di pinggiran tempat tidur sebelum akhirnya meraih celana boxernya, dan mengenakannya sebelum berjalan ke arah kamar mandi.


Kemarahan dan rasa tidak terima kembali menghantam dada James begitu mengingat tentang Serafina yang akan datang ke rumah hari ini.


# # # # # # # #


Jeremy menahan nafasnya dalam-dalam, saat ini kepalanya terasa begitu pening dengan dadanya yang berdetak dengan keras terasa sesak. Tanpa terasa, airmatanya turun membasahi pipinya.


“Bagaimana bisa?” Jeremy berteriak kencang sambil kepalanya mendongak ke atas, kedua tangannya berkacak pinggang.


Niela yang melihat itu hanya bisa terdiam, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mendekat ke arah Jeremy, dan menepuk pelan bahunya.


“Benar-benar bukan manusia!” Jeremy berkata sambil membanting lembaran kertas yang ada di tangannya ke atas meja yang ada di depannya.


“Tenangkan dirimu Jer….” Niela berkata lirih.


“Bagaimana aku bisa tenang? Aku harus segera ke Italia, menyusul Ad dan Cladia, untuk memberitahukan semuanya tentang hal ini kepada mereka!” Jeremy berkata sambil salah satu tangannya mengacak rambutnya.


Setelah Ornado turun tangan untuk melakukan penyelidikan, hasil penyelidikan begitu cepat didapatkan, dan untuk hasilnya, Ornado memang sengaja meminta tim penyelidiknya untuk memberitahukannya kepada Jeremy terlebih dahulu, karena Ornado menganggap dia yang lebih berkepentingan dengan hasil penyelidikan itu.


Dan hasilnya… dari penyelidikan itu mereka bisa menemukan siapa orang yang dengan sengaja sudah memberikan pesan tak bertuan pada Jeremy, dan apa alasannya melakukan itu pada Jeremy.