
“Ck ck ck, sepertinya suamimu perlu banyak belajar tentang bagaimana bersikap baik pada istrinya yang sedang hamil. Hal kecil seperti itu, kenapa harus marah dan tersinggung? Bukankah pada dasarnya seorang suami sebisa mungkin memang harus memenuhi kebutuhan dan keinginan istri? Masalah ternyata pada akhirnya itu membuat istri tidak senang, lakukan hal lain yang bisa membuatnya senang. Kalau benar cinta, harusnya hal kecil begitu tidak boleh membuat seorang suami marah, apalagi kepada istri yang sedang hamil. Harusnya bersyukur istrinya dengan rela mengandung anaknya selama hampir 10 bulan. Kalau bukan karena kebaikan seorang istri, dia tidak bisa mendapatkan anak. Apa dia tidak tahu bahwa hamil bukanlah hal yang mudah bagi kalian para wanita?” Kepala pelayan itu hanya bisa tersenyum mendengar perkataan dari Ornado yang menasehatinya dengan panjang lebar, tanpa henti, membuat para pelayan hanya bisa terdiam seribu Bahasa.
Tidak seperti biasanya, majikan laki-lakinya itu biasanya lebih banyak diam dan tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan para pelayan di rumah itu.
Tapi hari ini, dengan perkataan panjang lebar dan melihat apa yang sudah dilakukan Ornado untuk menyenangkan istrinya, membuat para pelayan itu merasa heran, sekaligus semakin kagum dengan begitu besarnya perhatian dan cinta tuan mereka kepada nyonya mereka.
Jika mendengar cerita orang seperti ini, mungkin beberapa suami memang ada yang merasa jengkel dan merasa sudah dikerjai oleh istrinya yang sedang hamil. Tapi bagiku, itu adalah bentuk sikap mencari perhatian dan sikap manja dari seorang istri, dan menunjukkan bahwa istrinya sangat membutuhkan dan mencintai suaminya. Lagian, yang membuat istrinya hamil siapa coba? Harus berani bertanggung jawab dong sebagai seorang suami. Jangan mau bagian enaknya saja.
Ornado berkata dalam hati sambil tersenyum dengan wajah terlihat lega, karena dia tahu, Cladia melakukan itu semua di luar kendalinya karena pengaruh hormon kehamilannya.
Ornado sendiri, yang dengan mata kepalanya melihat bagaimana kondisi tubuh Cladia yang tidak sesehat biasanya setelah dia hamil, bahkan sempat terlihat begitu kurus karena kehilangan berat badanya akibat muntah, membuatnya semakin mencintai dan menghargai perjuangan Cladia dalam mengandung anak mereka.
“Benar Tuan.” Kepala pelayan itu langsung menjawab perkataan Ornado yang memang mereka lihat terlihat begitu menyayangi dan menghargai istrinya.
“Ah, sudah, kenapa aku jadi mengobrol dengan kalian, sedang istriku sendirian di kamar. Aku pergi dulu, tolong bereskan semuanya dengan baik. Lain kali aku berharap bisa melakukannya dengan lebih baik lagi.” Ornado berkata sambil berlalu pergi, meninggalkan para pelayan yang langsung menelan ludahnya.
“Baik Tuan. Selamat malam.” Semua pelayan yang ada di situ langung menjawab serempak sebelum sosok Ornado semakin menjauh.
Dalam hati para pelayan itu, masing-masing sungguh berharap, agar malam ini sungguh akan menjadi pertama dan terakhir kalinya majikan laki-lakinya itu menginjakkan kakinya di dapur untuk memasak dan membuat dapur yang biasanya selalu terlihat rapi dan bersih itu jadi seperti kapal pecah.
# # # # # # #
“Ist, apa maunya orang ini sebenarnya? Benar-benar membuat tidak tenang.” Jeremy mengomel sambil melemparkan handphonenya pelan ke meja yang ada di depannya.
Niela yang sedang berdiri di sampingnya sambil membuka hasil desain perhiasan yang akan ditunjukkannya kepada Jeremy langsung menoleh ke arah Jeremy.
“Pesan dari orang itu lagi?” Nielan langsung bertanya.
“Iya.” Jeremy menjawab singkat sambil menarik nafas panjang.
“Sebenarnya siapa orang itu? Kenapa dia terus menerus mengirimkanmu pesan-pesan aneh?” Niela membalikkan tubuhnya, lalu menahdarkan dirinya di meja kerja Jeremy sambil melipat kedua tangannya di depan perutnya.
Pesan-pesan yang dia terima dari orang tidak dikenal beberapa waktu ini, sungguh membuat Jeremy merasa tidak nyaman sekaligus merasa terganggu.
“Sebenarnya? Apa kamu pernah bertanya kepada orang itu kenapa dia menyembunyikan jati dirinya?”
“Pernah. Dan dia menjawab kalau dia tidak bisa mengatakan dengan terus terang siapa dirinya, karena jika dia membuka jati dirinya, nyawanya sendiri akan berada dalam bahaya.” Jeremy menjelaskan alasan kenapa orang itu tidak pernah mau berterus terang tentang siapa dirinya yang sebenarnya.
“Dan yang membuatku bertambah terganggu, akhir-akhir ini orang itu menuliskan pesan agar aku kembali menyelidiki kecelakaan yang terjadi tujuh tahun lalu pada kedua orangtuaku.”
“Eh, kenapa orang itu mengungkit-ungkit masalah kecelakaan itu? Bukankah polisi mengatakan dari hasil penyelidikan, kejadian itu adalah murni kecelakaan? Akibat kelalaian seorang sopir truk yang mabuk malam itu?” Jeremy yang menutup matanya sejak Niela menyebutkan kembali kecelakaan yang dialami oleh kedua orangtuanya, hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Niela.
Bagi Jeremy yang saat itu masih muda, kejadian nahas malam itu, dimana kedua orangtuanya bersamaan mengalami kecelakaan dan sama-sama meninggal di tempat kejadian sungguh merupakan peristiwa yang sebenarnya tidak ingin dia ingat atau dia bicarakan lagi.
Kejadian itu masih meninggalkan rasa sedih sedemikian rupa, sehingga sebisa mungkin Jeremy tidak ingin orang lain mengusik lagi cerita tentang malam itu.
Tapi orang tidak dikenal itu justru mengingatkannya terus tentang peristiwa itu dan memintanya untuk mengajukan penyelidikan ulang, kalau perlu orang itu mengatakan bahwa Jeremy harus menyewa seorang tenaga detektif professional.
“Aku tidak tahu. Aku sungguh pusing memikirkan gangguan dari orang itu. Aku ingin memblokir nomernya, tapi di satu sisi, aku begitu penasaran dengan orang ini. Dan semakin hari, aku semakin ingin benar-benar menyelidiki kebenaran tentang apa yang dia katakan. Aku ingin tahu apakah itu benar atau tidak.” Jeremy berkata sambil mengetuk-ketukkan ujung-ujung jari tangannya ke atas meja kerjanya.
“Orang itu juga mengatakan bahwa jika sebaiknya, aku memberitahukan kepada Ornado tentang semua yang dia katakan padaku dan meminta bantuannya untuk mulai melakukakn penyelidikan. Dia juga memberitahukan padaku untuk lebih memperhatikan keselamatan Cladia, karena seseorang sedang mengincarnya. Sepertinya orang itu mengenal baik tentang keluargaku.” Niela menganggukkan kepalanya sambil menggigit bagian bawah bibirnya.
“Sepertinya orang itu tahu betul tentang keluarga kalian. Bahkan dia tahu bahwa Ornado adalah suami Cladia, dan dia yang paling bisa melindungi Cladia lebih dari siapapun. Dia pasti orang yang sebenarnya berada di dekat kalian, entah siapapun dia. Kenapa kamu tidak mencoba mengatakan tentang hal ini kepada Ornado?” Perkataan Niela membuat Jeremy mengernyitkan dahinya.
“Aku mana bisa mengatakan hal seperti itu pada Ornado. Jika dia mengetahui ada hal ini dia pasti tidak akan membiarkan Cladia pergi kemanapun tanpa pengawasannya, bahkan untuk sekedar pergi bekerja. Dan hal itu pastinya akan membuat Cladia tertekan dan bertambah khawatir, sedang dia dalam kondisi hamil. Aku juga ingin melindungi adikku, bukan hanya Ornado sebagai suaminya.” Jeremy mengakhiri kata-katanya dengan satu tarikan nafas yang begitu panjang.