My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
ALASAN UNTUK SELALU MENCINTAIMU



Elenora mencoba memejamkan matanya, tapi sepertinya malam ini menjadi malam panjang yang meresahkan baginya.


Karena ingatan tentang kejadian masa lalu tiba-tiba saja kembali teringat dengan jelas malam ini, dan membuatnya hanya bisa mendesah, menarik nafas panjang, memijat kepalanya yang terasa pening karena ingatan itu.


Elenora begitu ingat bagaimana dia yang ketika itu sudah berdandan cantik untuk bertemu dengan James, begitu keluar dari pintu taksi yang sudah berhenti di dekat pintu masuk café tempatnya berencana bertemu dengan James, tiba-tiba saja dua orang laki-laki mendekatnya, dan menarik pergelangan tangannya dengan kasar dan membawanya pergi ke gedung kosong itu, dimana di sana ternyata sudah menunggu dua orang yang lain.


Waktu itu Elenora tidak tahu kenapa dia bisa mengalami kejadian seperti itu.


Akan tetapi ketika salah satu dari keempat orang itu melakukan panggilan telepon dengan orang yang memerintahkannya, Elenora mulai bisa menebak bahwa mereka melakukan itu untuk menghalanginya bertemu dengan James, entah apa alasan orang itu melakukannya.


Saat itu Elenora sempat berpikir tentang kemungkinan bahwa orang itu adalah kekasih James, atau mungkin gadis yang menyukai James, tapi Elenora langsung menepis kemungkinan itu.


Karena James bahkan mengatakan kepadanya agar tidak memebritahu siapapun bahwa malam ini mereka akan pergi berdua ke pesta ulang tahun temannya.


Meskipun sampai saat ini Elenora tidak tahu siapa yang sudah berencana ingin mencelakainya, tapi saat itu Elenora mendengar bahwa keempat pria itu meminta tambahan uang pembayaran kepada orang yang memerintahkan mereka.


Dan jika orang yang memerintahkan kepada mereka tidak bisa memenuhi permintaan mereka, mereka mengancam akan membunuh Elenora.


Entah apa yang terjadi, Elenora tidak tahu pasti, tapi sepertinya para penjahat itu tidak berhasil membujuk orang yang memberi mereka perintah kepada mereka untuk membayar lebih, sehingga keempat orang itu, awalnya ingin menyerah dan melepaskan Elenora begitu saja.


Tapi karena usul dari salah satu dari mereka yang begitu tergoda oleh kecantikan Elenora, membuat yang lain juga ikut-ikutan berniat untuk memperkosa Elenora.


Bahkan hanya dengan mengingat kejadian malam itu, tubuh Elenora masih saja menggigil menahan malu, amarah, juga ketakutan.


Karena kejadian itu, dan juga intimidasi yang terus dilakukan oleh Serafina, membuat tidak pernah sekalipun Elenora mau berdandan lagi untuk menunjukkan kecantikannya kepada orang lain.


Bagaimana bisa aku berpikir untuk dapat jatuh cinta dan menyerahkan diriku pada laki-laki lain, sedangkan jika saja waktu itu tidak ada James, hidup dan masa depanku pasti sudah hancur tanpa bisa diperbaiki lagi. Sejak hari itu, bagiku kamu adalah satu-satunya laki-laki yang berhak atas diriku dan seluruh cintaku, laki-laki yang akan selalu aku cintai seumur hidupku.


Elenora berbisik dalam hati, mengingat lagi apa yang membuatnya begitu bersikeras untuk hanya mencintai James sampai dengan saat ini.


Elenora menarik nafas dalam-dalam sambil memandang ke arah tas koper miliknya, dimana di salah satu bagian dari tas itu tersimpan jas yang pernah dipinjamkan James padanya malam itu.


Setiap kali Elenora selalu membawa jas itu bersamanya, kemanapun dia pergi.


Beberapa kali Elenora selalu mencari kesempatan untuk dapat mengembalikan jas itu kepada James, dan mengucapkan terimakasih atas pertolongan James saat itu.


Tapi saat kesempatan itu datang, keberanian Elenora selalu saja hilang dan menguap begitu saja.


Bagaimanapun, Elenora sadar, dia bukan gadis pemberani, yang berani mengeluarkan pendapatnya atau menyatakan keinginannya seperti Cladia, apalagi Laurel.


Meskipun Cladia memiliki traumanya sendiri, tapi dia wanita yang memiliki karakter kuat dan mandiri, dan juga mampu memimpin orang lain dan tidak mudah ditindas atau diintimidasi oleh orang lain.


Dengan percaya diri Cladia akan berdiri sebagai dirinya sendiri dan dia juga sudah bekerja dengan sangat baik dalam mengembangkan perusahaan Sanjaya milik keluarganya.


Berbeda dengan Elenora yang terbiasa melakukan apa yang diminta orang lain, seolah tidak memiliki keinginan pribadi, dan selalu saja tidak berani mengungkapkan isi hati dan keinginan pribadinya.


Sehingga setelah bertahun-tahun berlalu, Elenora masih saja menyimpan jas milik James, tanpa berani untuk mengembalikan pada James dan menceritakan tentang kebenaran bahwa gadis kecil yang sudah ditolong James waktu itu adalah dirinya.


Apa kamu sudah pulang dari pesta Dario? Apa kamu sudah tidur?


Sebuah pesan masuk dari Gavino membuat Elenora yang tadinya sedang menunggu kantuk datang menyerangnya sambil memain-mainkan handphonenya menjadi terdiam dan membaca pesan dari Gavino.


Aku sudah pulang, dan bersiap untuk tidur.


Elenora segera membalas pesan dari Gavino, berharap dengan mengatakan dia bersiap untuk tidur, Gavino menghentikan tindakannya untuk terus mengirimkan pesan padanya.


Kalau begitu selamat malam, semoga mimpi indah. Dan semoga malam ini aku bisa masuk ke mimpimu dan membuatmu memberikan jawaban yang aku inginkan untuk pernyataan cintaku.


Pesan balasan dari Gavino membuat Elenora menarik nafas dalam-dalam.


Kenapa Gavino keras kepala sekali? Bagaimana caranya membuat dia mengerti bahwa aku tidak akan pernah bisa membalas cintanya?


Elenora berkata dalam hati sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Aku bisa menjawabnya sekarang juga, tanpa harus menunggumu muncul dalam mimpiku malam ini.


Elenora kembali membalas pesan dari Gavino.


Tidak, aku tidak mau jawaban itu sekarang. Aku sudah pernah katakan padamu bahwa aku mau jawabannya, kamu katakan ketika kita bertemu. Dan tunggu saja sampai aku membereskan urusanku di sini. Aku akan segera menyusulmu ke Indonesia.


Mata Elenora benar-benar terbeliak, dan rasa kantuk yang awalnya mulai sedikit menyerangnya langsung hilang tidak berbekas karena pesan dari Gavino, yang mengatakan


Gavino...


Baru saja Elenora mengetikkan kata-kata Gavino dan belum sempat untuk melanjutkannya, ketika dilihatnya sebuah pesan baru dari Gavino terkirim kepadanya.


Jangan diteruskan apa yang akan kamu tuliskan, atau sekarang juga aku akan datang ke Indonesia dan mengatakan kepada Ornado aku ingin mengajakmu bergabung di perusahaanku, dan membawamu kembali ke Italia.


Membaca pesan dari Gavino, Elenora hanya bisa diam tanpa ada niat untuk kembali menuliskan pesan untuk Gavino.


Kalau Gavino benar-benar menjalankan ancamannya, hubunganku dengan James pasti akan semakin menjauh. Dan aku tidak akan lagi memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati James. Aku harus secepatnya mencari cara untuk membuat Gavino berhenti untuk mengharapkanku.


Elenora berkata dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.


Sedang Gavino langsung tersenyum puas begitu melihat pesan terakhirnya sudah dibaca oleh Elenora, namun gadis itu menuruti perkataannya untuk tidak menuliskan pesan tentang jawaban atas pernyataan cinta Gavino terhadap Elenora.


"Buonasera Elenora. Ti auguro sogni d'oro stanotte." (Selamat malam Elenora. Semoga kamu mimpi indah malam ini). Gavino menuliskan pesannya dengan memberikan icon bergambar mr smile yang sedang memejamkan matanya dengan hurup z z z z di bagian atas kepalanya.