
"Aku tidak keberatan jika Serafina ikut berlibur dan tidur besamamu Elenora. Toh kamu menempati kamarmu itu sendiri atau berdua, biayanya akan tetap sama. Mungkin Serafina sedang rindu dengan adiknya. Karena kesibukannya aku yakin kalian jarang bertemu. Biarkan saja dia kali ini menyusul ke tempat ini." Perkataan Ornado pada akhirnya membuat Elenora tidak lagi memiliki alasan untuk menolaknya.
"Terimakasih Ad. Maaf sudah merepotkanmu." Dengan nada tulus Elenora mengucapkan terimakasihnya, meskipun sebenarnya dia merasa malu karena harus membuat Ornado mengijinkan Serafina yang ingin ikut berlibur tanpa diundang.
Sedangkan Elenora sendiri sadar bahwa kehadirannya di tempat ini juga karena statusnya sebagai sekretaris James, bukan memang karena ikut berlibur dari awal.
"Jangan terlalu sungkan tentang hal sekecil itu. Santai saja. Anggap saja aku sedang mentraktir Serafina sebagai teman Amadea sekaligus karena hubungan dekat kedua keluarga kita. Apalagi kamu adalah calon istri James." Ornado membalas cepat perkataan Elenora sambil memberi tanda dengan gerakan kepalanya ke samping, agar yang lain segera masuk kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan.
Perkataan Ornado tentang Elenora sebagai calon istri James, mau tidak mau membuat wajah Elenora memerah, dan buru-buru menggerakkan tubuhnya ke samping, bersiap melangkah pergi ke tempat parkir, sedang James berdehem pelan sambil membuang wajahnya ke samping, berpura-pura memperhatikan para tamu dari Gracetian yang sudah hampir semuanya kembali ke mobil mereka untuk mengurangi rasa canggungnya.
"Ayo kita segera pergi dari sini." Ornado berkata sambil membiarkan mereka berjalan melewatinya.
Sampai pada giliran James yang berada pada urutan paling belakang berjalan di depannya, dengan gerakan cepat Ornado menarik pergelangan tangan James, menahannya untuk berhenti sebentar.
"James, kamu tahu bahwa Serafina bukanlah seorang kakak yang memiliki hubungan cukup baik dengan Elenora sejak mereka sama-sama masih kecil. Kali ini, awasi dengan benar semua tindakan Serafina selama bersama kita. Aku tahu pasti ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh gadis bermata licik itu." Ornado berkata pelan kepada James yang langsung menganggukkan kepalanya.
“Hah, kamu masih saja memanggilnya dengan sebutan gadis bermata licik.” James tertawa geli mendengar perkataan Ornado tentang Serafina barusan.
“Apa kamu keberatan kalau aku menyebut calon kakak iparmu seperti itu James? Jangan-jangan kamu lebih menyukai Serafina dibandingkan dengan Elenora? Apa jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta pada Serafina?” James langsung melotot mendengar pertanyaan dari Ornado dengan nada menyindirnya.
James tahu, bahwa sejak mereka masih sama-sama anak-anak, , Ornado tidak terlalu suka dengan Serafina, yang seringkali disebutnya dengan julukan gadis bermata licik.
Ketika James menanyakan tentang kenapa Ornado menyebutnya dengan sebutan aneh tersebut, dengan santai Ornado mengatakan bahwa dia tidak menyukai bentuk mata dan cara Serafina melihat sesuatu, terlihat aura licik yang begitu pekat baginya.
Apalagi Ornado pernah tanpa sengaja melihat Serafina yang langsung menendang pot bunga dan membanting handphonenya begitu mendengar Amadea yang memenangkan lomba fashion ketika mereka masih sama-sama remaja dan mulai menyukai dunia model, padahal di depan Amadea, Serafina selalu memuji-muji dan bersikap begitu manis, seperti seorang sahabat baik.
Tanpa segan Serafina mengatai Elenora sebagai gadis kampungan, bodoh, menyedihkan, dan semua perkataan kasar yang bagi Ornado tidak pantas diucapkan oleh seorang anak baik-baik, apalagi kepada adik kandungnya sendiri.
“Jangan bicara sembarangan Ad. Serafina dan Elenora, sifat mereka sudah seperti langit dan bumi. Kita berdua mungkin saja tidak akan menyangka kalau mereka berdua adalah kakak beradik kalau kita tidak mengenal keluarga mereka dengan baik. Diantara keluarga kita, hanya Amadea yang mau berteman dengannya. Itupun karena tuntutan profesi, kalau tidak pasti dia juga tidak akan mau berteman dengan gadis berkarakter aneh seperti Serafina.” Perkataan James membuat Ornado menarik nafas lega.
Huft... untung saja Amadea cukup cerdik dan memilih untuk menjaga jarak, dan tidak terlalu dekat dengan Serafina. Nama Serafina yang berarti malaikat, tapi sayang sekali, karakternya tidak menunjukkan sisi malaikat sedikitpun.
Ornado berkata dalam hati sambil melepaskan cekalan tangannya pada James.
“Karena kita sudah sama-sama tahu bagaimana sifat buruk gadis itu. Aku tidak keberatan dia berlibur bersama kita. Mungkin saja dia bisa bersikap baik kepada Elenora setelah dewasa. Aku harap sih begitu…, tapi kita harus tetap berjaga-jaga jangan sampai Serafina menyakiti Elenora. Paling tidak, bagaimanapun karena Elenora adalah teman kita.” Ornado kembali memperingatkan James tentang sosok Serafina yang sebenarnya tidak terlalu disukai oleh Ornado.
Ornado menerima Serafina kali ini karena tidak ingin Elenora terus terpojok akibat permintaan kakaknya, dan sekaligus berharap dengan semakin bertambahnya usia, Serafina bisa bersikap lebih dewasa dan menyayangi adiknya.
James hanya bisa mengangguk mendengar peringatan dari Ornado yang kadang menyebutkan Serafina dengan sebutan iblis berwajah malaikat karena bagi Ornado, hati Serafina tidaklah secantik wajahnya.
"Semoga semua akan baik-baik saja. Jaga Elenora baik-baik atau kamu akan menyesal seumur hidupmu." Sebuah tepukan pelan Ornado berikan pada bahu James sebelum dia berjalan ke arah mobilnya, langsung membuka pintu di bagian penumpang.
Dan Ornado langsung tersenyum begitu melihat sosok istrinya yang masih duduk bersantai di dalam mobil dengan kaki berselonjor, terlihat begitu menikmati lagu-lagu yang sedang dia dengarkan melalui earphone yang terpasang di telinganya.
(Earphone adalah penerus dari headphone. Jika headphone memiliki desain yang besar, maka earphone secara efektif merupakan speaker in-ear. Dimasukkan ke dalam saluran telinga, earphone akan menyediakan koneksi yang lebih langsung ke sumber suara. Mereka memindahkan udara lebih sedikit daripada headphone).
“Lagu apa yang sedang kamu dengarkan amore mio?” Ornado berkata sambil meraih salah satu earphone yang ada di telinga kanan Cladia, dan memasangkannya pada telinga kirinya sendiri.