
"Kalau begitu... kenapa kamu tidak membantu James dengan mencari tahu tentang apa yang sudah terjadi waktu itu? Elenora mungkin sedang mengalami suatu hal yang sulit atau buruk saat itu." Cladia berkata dengna wajahnya yang terlihat serius, mencoba berpikir jika dia berada di posisi Elenora, apa kira-kira yang membuatnya tiba-tiba menghilang seperti itu.
"Haruskah aku ikut campur terlalu dalam dengan urusan percintaan orang lain?" Ornado langsung mempertanyakan keinginan Cladia yang memintanya menyelidiki masalah antara James dan Elenora.
Ornado adalah orang yang tidak terlalu suka mencampuri urusan orang lain, kecuali orang itu meminta bantuannya.
Sebagai saudara sepupu James, Ornado memang perduli dan selelau memperhatikan dengan baik kehidupan James.
Akan tetapi Ornado tidak mau terlibat terlalu dalam agar tidak dianggap oleh James terlalu ikut campur, meskipun sedikit banyak dia tetap memberikan sumbang sih berupa pendapat pribadinya.
"Apakah James adalah orang lain bagimu? Ayolah Al... bantu mereka kali ini. Kalau bukan kamu, memang siapa yang bisa menemukan jawaban untuk peristiwa bertahun-tahun lalu?" Cladia berkata dengan wajah memohonnya.
"Aku akan mencoba mendekati Elenora dan mencari tahu juga. Kita lakukan bersama, ok?" Perkataan Cladia pada akhirnya membuat Ornado hanya tersenyum dan kembali mengacak rambutnya.
# # # # # # #
Sepanjang perjalanan yang mereka lalui, James dan Elenora lebih banyak saling berdiam diri.
Sesekali terdengar deheman kecil dari James, tapi Elenora tetap terdiam, tanpa berani membuka pembicaraan dengan James.
Elenora justru sibuk berkutat dengan hatinya yang masih saja berdebar-debar meskipun tangan James tidak lagi menyentuh wajahnya.
Sesekali James tampak menahan nafasnya, atau menghela nafasnya, atau menarik nafas panjang, semuanya dia lakukan untuk bisa mengendalikan detak jantungnya yang masih saja berpacu saat ingatannya kembali pada ingatan tentang betapa cantiknya Elenora tadi.
Elenora... dimana aku pernah bertemu gadis dengan wajah seperti Elenora tanpa kacamatanya? Di pesta? Di sekolah? Di kantor? Hanya sekedar berpapasan? Ah.... aku benar-benar tidak bisa mengingatnya dengan baik.
James yang berkutat dalam pikirannya yang sibuk menerka-nerka merasa sedikit kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak bisa mengingat dengan baik tentang apa yang pernah terjadi sebelumnya.
Tapi... Elenora benar-benar terlihat cantik tanpa kacamatanya. Andai saja bisa, aku ingin saat dia berada di dekatku, atau paling tidak sepanjang perjalanan ini dia melepas kacamatanya. Namun jika dia sering-sering mepelas kacamatanya, berarti akan ada banyak orang yang memiliki kesempatan untuk menatap dan menikmati wajah cantiknya. Huh, itu pasti akan menjadi hal yang sangat menyebalkan untuk dilihat. Aist... apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus mempercepat pernikahanku dengannya? Apakah aku memang sudah jatuh cinta padanya dan menginginkannya sebagai istriku?
Pada akhirnya, James sibuk sendiri dengan pikirannya yang melayang kemana-mana, pikiran yang tidak jelas silih berganti memenuhi otaknya.
Begitu memasuki area parkir resort dan menghentikan laju mobilnya, James melirik ke arah handphone di sampingnya yang mengeluarkan nada panggilan.
"Elenora, kamu masuk saja lebih dahulu, aku akan memarkir mobil dan menerima panggilan teleponku." James berkata tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar handphonenya.
Pasti itu panggilan telepon dari Serafina. Aku harus bergegas atau Serafina akan memarahiku, karena sudah membiarkannya menunggu dan tidak menjawab panggilan teleponnya.
Elenora berkata dalam hati sambil dengan gerakan buru-buru membuka pintu mobil di samping kirinya, dan dengan gerakan cepat keluar dari mobil.
James sendiri pada akhirnya tidak terlalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh Elenora karena sedang menerima panggilan telepon dari Alex.
"Apa Pak Ornado sudah tahu tentang hal itu?" James bertanya pada Alex sambil mengeryitkan dahinya.
Alex baru saja memberinya info bahwa ada seseorang yang sedang mencoba memasuki sistem keamanan data perusahaan cabang milik kantor Bumi Asia yang bergerak di bidang pembuatan leather yang beberapa waktu sebelumnya sempat terjadi kesalahan dalam sistem produksi yang mengakibatkan turunnya standar kualitas leather yang diperiksa oleh Ornado.
"Belum pak. Saya masih memberikan info ini kepada Pak James saja, dan tim keamanan di kantor Bumi Asia, agar mereka sementara melakukan blokir terhadap usaha peretasan data itu." Alex segera menjawab pertanyaan James.
"Apa kalian sudah berhasil menemukan sumbernya? Darimana mereka melakukan proses peretasan itu?" James kembali bertan
"Menurut pendapat saya, mungkin itu dilakukan oleh orang dalam Pak James. Mungkin mereka adalah satu komplotan, antara orang yang beberapa waktu lalu sempat memprovokasi karyawan lain agar tidak menjalankan sistem produksi dengan benar, dan orang yang sekarang sedang berusaha menembus sistem keamanan data kita." Alex yang sedang melakukan pembicaraan melalui telepon dengan James berusaha memberikan analisa dan pendapatnya.
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu Alex?"
"Karena jika melihat bagaimana cara dia berusaha meretas data kita, terlihat jelas bahwa dia meletakkan suatu alat pendeteksi di dekat ruang tempat server data kita berada, yang bisa mengirimkan info kepada pihak peretas itu begitu layar kommputer dinyalakan. Dan yang bisa melakukan hal seperti itu pastilah orang dalam. Paling tidak orang yang bekerjasama dengan orang dalam perusahaan, yang memiliki akses untuk bisa mendekati ruang server di sana." James menghembuskan nafasnya dengan sikap kesal mendengar pendapat Alex, yang merujuk adanya seorang pengkhianat di tengah-tengah mereka.
“Pemikiranmu sungguh masuk akal Alex. Aku dan pak Ornado akan segera menemuimu untuk membahas kasus hari ini.” James berkata sambil melirik ke arah sekeliling halaman tempat parkir, namun mobil Ornado belum telihat sama sekali, termasuk mobil Dave dan juga mobil yang ditumpangi oleh keluarga kerajaan Gracetian.
Sepertinya Ornado datang sedikit terlambat dibandingkan denganku dan Elenora. Semoga mereka cepat kembali sebelum terlambat. Aku dan Ornado harus segera mengecek apa yang baru saja dikatakan oleh Alex. Jika diteruskan, mereka benar-benar bisa membobol sistem keamanan data kami.
James berkata dalam hati, dan menarik nafas dalam-dalam.
“Aku akan menemuimu setelah berganti pakaian. Tolong kamu info kepada pak Ornado secepatnya sebelum terlambat. Laporkan detail semua yang sudah kamu temukan. Biarkan pak Ornado yang memutuskan, apakah kita perlu bantuan IT dari Italia, atau cukup ditangani oleh orang-orang kita di negara ini.” Akhirnya James melanjutkan bicaranya karena dirasakan selama ini memang tim IT mereka di Italia dikenal dengan kehebatannya dalam mengakses, menjaga, mengubah, menangani apapun yang berkenaan dengan keamanan data ataupun pecarian data komputer.
“Baik Pak James.” Alex menjawab cepat perkataan James yang sudah membuka pintu mobil, melangkah keluar, dan meninggalkan halaman parkir.
Siapa yang sudah begitu kurangajar berniat meretas data perusahaan? Benar-benar cari mati orang itu!
James memaki dalam hati sebelum akhirnya dengan lari-lari kecil berniat kembali ke kamarnya, dan berganti pakaian yang lebih santai sebelum bertemu dengan Ornado dan Alex untuk membahas server yang sedang coba diretas oleh orang luar itu.