
Dengan berjalannya waktu, Ornado bisa melihat dan merasakan dengan jelas, bahwa sentuhan fisik diantara mereka berdua tidak lagi menimbulkan ketakutan pada Cladia.
Mungkin hanya sesekali jika Cladia akan tersentak kaget, tapi setelah melihat bahwa yang menyentuhnya adalah Ornado, Cladia akan langsung tersenyum dengan wajah terlihat bahagia.
Beberapa kali Ornado justru melihat bagaimana Cladia mulai berani mulai berinisiatif terlebih dahulu untuk menyentuhnya, dan membalas sikap mesranya, dengan tidak kalah mesra.
“Al, kalau kamu mengijinkan. Aku ingin ikut berlibur sampai akhir bersama yang lain. Aku juga ingin merasakan liburan panjang selagi bisa dan ada kesempatan. Apalagi ada Laurel menemaniku. Dan permaisuri Gracetian itu, sungguh wanita yang menyangnkan untuk diajak berteman. Boleh?” Ornado sedikit tersentak mendengar permintaan Cladia, untuk tetap ikut berlibur.
Padahal rencana liburan kali ini akan memakan waktu lebih dari 10 hari, belum lagi kalau ternyata ada rencana lain dari Alvero sehingga acara liburan diperpanjang.
“Apa kamu akan baik-baik saja dengan itu? Sebelumnya kamu yang meminta padaku agar kita hanya 3-4 hari berlibur bersama mereka.” Ornado bertanya dengan sikap ragu, karena dia tahu beberapa waktu ini, kondisi Cladia boleh dibilang jarang sekali terlihat fit karena kehamilannya.
Belum lagi masalah makanan, sejak hamil, Cladia begitu rewel. Tidak cocok sedikit saja pasti akan langsung mual dan muntah.
“Kamu lihat kan, aku dan Bee baik-baik saja. Bahkan sepertinya dia cukup menyukai acara liburan kali ini. Kamu lihat mual dan muntahku jauh berkurang sejak datang ke tampat ini, meskipun masih muncul sesekali. Tapi tidak sesering biasanya. Makankupun kamu lihat lebih banyak yang bisa masuk dibanding dengan biasanya.” Mau tidak mau Ornado membenarkan perkataan Cladia dalam hati.
“Aku tidak akan membiarkan kamu berlibur sendirian dan aku kembali, untuk itu aku harus mengatur ulang jadwal kerjaku jika kita berencana memperpanjang liburan kita kali ini….”
“Apakah bisa Al? Aku juga tidak akan ikut melanjutkan liburan jika kamu tidak ada bersamaku.” Pertanyaan Cladia dengan suara lembutnya membuat Ornado langsung mengelus lembut rambut di puncak kepala Cladia dengan tangannya yang masih bebas.
“Tenang saja. Aku akan segera mengaturnya setelah ini. Jangan khawatir amore mio, aku akan mengaturnya dengan baik sehingga kamu bisa dengan puas menikmati liburan kali ini. Dengan satu syarat jangan memaksakan diri, kesehatanmu dan Bee harus jadi yang terutama. Kali ini sepertinya aku akan merepotkan Afro agar dia bisa menghandle semua meeting dan agenda kerjaku dari Italia sana.” Ornado berkata sambil mengecup puncak kepala Cladia, dengan tangannya mengelus lembut bagian belakang kepala Cladia.
“Atau mungkin… kita harus mengirim balik James ke kantor secepatnya?” Ornado berkata sambil tersenyum geli membayangkan betapa kecewanya James, jika dia benar-benar melakukan itu pada James.
Meminta James untuk kembali ke kantor, sedang dia dan Cladia tetap melanjutkan liburan, Ornado yakin akan membuat James yang sudah begitu menantikan liburan kali ini akan mendongkol padanya.
James memang terkenal sebagai seorang yang suka melakukan travelling, sehingga liburan kali ini dia begitu menantikannya.
Selain karena beberapa tempat memang belum sempat dia kunjungi, kepergian kali ini bersama Ornado, Dave dan keluarga Alvero adalah momen langka yang jika saja dia lewatkan begitu saja, belum tentu suatu ketika kelak dia bisa mendapatkan kesempatan seperti ini lagi.
“Sepertinya kamu salah besar amore mio. Dari awal… ah… dari kami remaja, James sudah menunjukkan bahwa dia begitu perduli dengan Elenora, meskipun sejak remaja penampilan Elenora tidak jauh berbeda dengan sekarang. Jadi, perubahan Elenora dalam tampilannya bukan hal utama yang membuat James menyukainya, itu hanyalah sekedar bumbu penambah manis saja.”
“Begitukah? Hah… semoga mereka berjodoh. James akan beruntung jika memiliki istri sebaik dan sepengertian Elenora.” Cladia mengakhiri kata-katanya sambil memejamkan matanya untuk dapat beristirahat.
“Mengenai keberuntungan seorang pria, aku adalah pria paling beruntung karena memiikimu amore mio. Ti amo.” Ornado berbisik pelan, untuk kemudian mencium bibir Cladia dengan lembut, meninggalkan sebuah senyum bahagia di bibir Cladia yang memilih untuk tetap memejamkan matanya, menikmati sensasi dari sentuhan hangat oleh bibir Ornado kepadanya.
# # # # # # #
Elenora sudah tidak lagi menerima panggilan telepon ataupun pesan yang harus dia baca, namun matanya masih menatap ke layar handphone yang sedang dia pegang dengan wajah terlihat susah.
Ingatan gadis itu kembali kepada panggilan telepon yang baru saja dia terima dari Serafina.
Model cantik itu sengaja menghubungi Elenora untuk menyampaikan bahwa dia sudah berada di Indonesia saat ini, dan berencana menyusul Elenora ke Bali.
Hal itu membuat Elenora bingung sekaligus sakit kepala, karena Serafina memaksa agar dia bisa mengikuti acara liburan bersama Elenora dan yang lain.
Bagi Elenora tidak akan masalah jika itu adalah rencana liburan keluarga mereka sendiri, yang pastinya justru akan mengajak Serafina ikut bersama mereka.
Tapi ini adalah liburan yang dilakukan oleh Ornado untuk menyambut para tamu kehormatan dari Gracetian, dan Elenora sadar, bahwa dia maupun Serafina merupakan orang luar yang tidak memiliki hubungan apapun dengan Ornado, meskipun saat ini ada rencana perjodohan antara dia dan James.
Bagi Elenora, rasanya akan sangat tidak sopan jika tiba-tiba dia menyampaikan keinginan Serafina untuk ikut berlibur bersama mereka tanpa diundang.
Dan bukan hanya merasa tidak sopan, tapi Elenora juga merasa hal itu akan terasa sangat memalukan baginya, harus meminta hal seperti itu kepada Ornado.