My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
TERNYATA ORNADO TAHU SEMUANYA



Kondisi James setelah mendengar perkataan Ornado langsung terlihat seperti orang yang sedang menderita anemia.


(Anemia adalah salah satu penyakit gangguan darah yang ditandai dengan kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh manusia. Itu sebabnya, kondisi ini disebut juga sebagai penyakit kurang darah (tidak sama dengan darah rendah). Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika seseorang tidak memiliki cukup sel darah merah, maka organ tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen dan tidak mampu bekerja dengan baik.


Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan hemoglobin, dan umumnya disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi atau vitamin B12 dan asam folat. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Jika tubuh kekurangan asupan zat besi dari makanan, hemoglobin akan terganggu. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah pada darah. Penyebab anemia lainnya adalah perdarahan, kehamilan, kegagalan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah, sel darah merah banyak yang pecah, dan penyakit ginjal kronis.


Pada umumnya, gejala anemia adalah : merasa mudah marah, merasa lemah atau lelah lebih sering dari biasanya, sakit kepala, sulit berkonsentrasi atau berpikir).


"Lagi pula, kamu kan tahu, aku sudah mengirimkan beberapa orang-orang terbaik kita untuk membantumu di sana? Aku sudah berusaha agar kerjamu lebih mudah karena keberadaan orang-orang itu. Apa ada bagian penting yang masih membutuhkan bantuan staff lain? Biar aku segera mengaturkan untukmu." Dengan nada tenang Ornado berkata, sambil mendekati sofa yang ada di kamarnya, dan duduk di sana sambil menyilangkan kedua kakinya.


Aku cuma butuh Ele! Bukan yang lain! Bagaimana caranya agar kamu tahu itu Ad!


James berteriak dalam hati dengan kesal, karena Ornado yang tidak mengerti sedikitpun bahwa dia sungguh menginginkan keberadaan Elenora di dekatnya saat ini, karena yang dia keluhkan saat ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan.


"Kalau kamu ingin aku mengirim Elenora kesana sebagai sekretarismu untuk membantumu, tunggu sampai aku kembali ke perusahaan agar aku bisa mengatur ulang hal itu untukmu." James yang hampir saja berteriak melakukan protes keras pada Ornado, langsung menghembuskan nafas leganya begitu mendengar kata-kata Ornado yang dianggapnya sebuah janji berharga baginya.


Ternyata Ad tidaklah sebodoh yang aku kira, sepertinya dia mengerti kalau saat ini yang aku butuhkan adalah Ele.


James berkata dalam hati dengan senyum di wajahnya, merasa mendapat angin segar karena kata-kata Ornado


Jangan harap semudah itu aku akan membiarkanmu bersama Elenora tanpa kamu harus memperjuangkannya.


Sambil tersenyum licik, Ornado berkata dalam hati, karena saat ini dia sudah menemukan cara terbaik untuk memberi pelajaran James, membalas sekaligus mempertangungjawabkan semua tindakannya pada Elenora di masa lalu, yang bagi Ornado terlihat sungguh keterlaluan, dalam hal James yang memperlakukan Elenora dengan seenaknya dan tidak berperasaan.


"Lagipula James, sebenarnya... kenapa harus Elenora yang aku kirimkan padamu? Apa kamu mau membuat perintah aneh lagi... seperti melarang orang masuk ke kantornya masing-masing karena kamu masih mau menikmati waktu makan pagimu berdua dengan Elenora, atau... perintah konyol bahwa selama jam istirahat tidak ada seorangpun boleh mendekatti wilayah kantormu agar Elenora dan Audrey bisa menikmati makan siang kiriman dari Matilda untuk mereka?" Ornado berkata dengan nada mengejeknya.


Perkataan Ornado kali ini benar-benar membuat James tersentak kaget, sehingga matanya membulat sempurna karena itu.


"Ad.... Darimana kamu..."


"Sejak kapan kamu meragukan kemampuanku untuk bisa mengendalikan segala sesuatunya dengan baik, dan tahu tentang hal-hal sekecil apapun itu jika aku memang ingin tahu?" Pertanyaan Ornado kali ini benar-benar membuat James mati kutu.


"James... James... kamu ini sudah sebegitu parahnya jatuh cinta pada Elenora, tapi tetap saja bersikap sok gengsi, sok arogan, sok cuek untuk menutupi perasaanmu. Ah, sudahlah, terserah kamu saja. Aku mau istirahat sekarang, besok masih ada yang harus aku lakukan bersama dengan yang lain. Untuk masalah Elenora, aku tegaskan sekali lagi, untuk menolak permintaanmu kali ini. Kita bahas lagi masalah ini setelah aku kembali ke kantor." Ornado berencana mengakhiri panggilan teleponnya dengan James, namun tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Eh, James... untuk sementara aku akan berkantor di Sanjaya."


"Lho, kenapa Ad? Apa ada sesuatu yang buruk yang sudah terjadi pada Cladia?" James langsung bertanya.


"Tidak, tidak ada. Hanya saja, Edo dan Edi diinfokan meninggal secara bersamaan di sel penjara mereka masing-masing, dan sepertinya ada yang tidak wajar dengan kematiannya." James kembali tersentak kaget mendengar perkataan dari Ornado.


"Ad! Masalah sepenting itu, kenapa baru memberitahuku sekarang?" James bertanya dengan nada suara khawatir, karena pada akhirnya Ornado sudah menceritakan kepada James tentang kondisi Cladia dan juga masa lalunya ketika terakhir kali Edi berusaha menyerang Cladia di rumahnya waktu itu.


"Ist... aku tidak tega mengganggumu, karena sedang sibuk mengurusi masalah di pabrik penyamakan." Ornado langsung menjawab pertanyaan James.


"Hah! Kamu ini keterlaluan Ad! Masalah ini bahkan tidak kalah penting dari masalah pabrik penyamakan kita!" Seolah mendapatkan angin segar bisa membalas omelan Ad, James langsung mengomeli Ornado.


"Aduh James, jangan terlalu berlebihan. Masalah istrimu saja kamu belum berhasil membereskannya dengan baik, kamu sudah minta aku memberimu pekerjaan tambahan? Yang benar saja James. Kalau pekerjaanmu masih kurang, aku bisa memberikan tugas baru padamu. Berangkatlah ke Italia, bantu Afro menemui orang-orang yang sudah aku tentukan itu." Perkataan balasan dari Ornado sukses membuat James tidak berkutik dan langsung terdiam dengan sukses.


Ke Italia? Jelas saja aku tidak mau! Kecuali Ele ikut bersamaku ke sana agar aku bisa menyelesaikan masalah kami dan keluarga kami di sana.


James langsung menolak dengan tegas permintaan Ornado, tapi sayangnya hanya berani di dalam hatinya kalau tidak ingin Ornado kembali melakukan skak mat padanya.


"Lebih baik aku selesaikan masalah di sini secepatnya, setelah aku pulang dan menemui Elenora, aku akan mengajaknya bersamaku ke Italia." Akhirnya James berkata sambil menahan nafasnya beberapa saat, untuk menerima nasib sementara waktu ini, dia hanya bsia menemui Elenora lewat mimpi dan angan-angannya saja.


"Hmmm...." Ornado hanya bergumam pelan untuk menanggapi perkataan James dengan nada frustasi dan putus asanya, yang sebenarnya membuat Ornado ingin tertawa puas, sudah berhasil membuat James seperti itu, tapi dia sengaja menahan tawanya sebisa mungkin.


"James, ini benar-benar sudah dini hari, dan aku harus tidur. Kalau ada waktu, besok kita sambung lagi pembicaraan kita." Ornado berkata sambil mulutnya menguap lebar, menunjukkan bahwa dia memang benar-benar sudah mengantuk.