
Akhirnya gak tahan juga gak up episode baru. Maaf ya, hanya 1 episode untuk mengobati rasa kangen author menulis dan rasa kangen para pembaca. Semoga suka, Kalau keadaan sudah membaik, author akan rajin update lagi. Selamat menikmati.
Merasa ada yang sedang mengamatinya dari arah samping tempatnya berdiri dengan cukup intens, Elenora sedikit menolehkan kepalanya, membuat James sedikit tersentak karena tidak menyangka Elenora tiba-tiba saja memalingkan wajah ke arahnya, sehingga Elenora bisa melihat bahwa matanya tanpa sadar sedang mengamati wajah gadis itu.
"Ehem...."
Seolah seperti seorang pencuri yang tertangkap basah, James sedikit berdehem dan langsung mengalihkan pandangan matanya dan juga wajahnya.
James jelas tidak ingin Elenora melihat bahwa baru saja dia sempat mengakui bahwa bulu mata milik Elenora memang lentik dan sungguh bagus, bertengger di atas matanya yang berwarna coklat dan terlihat indah jika diamati untuk waktu yang sedikit lebih lama.
Karena bulu mata maupun mata indah itu selalu tertutup oleh kacamata tebal, dengan bingkainya yang juga tebal dan membuatnya semakin tidak menarik, sehingga selama ini James tidak sadar keindahan di balik kacamata tebal itu.
James sendiri, selama ini tidak pernah memiliki keinginan untuk mengamati mata yang ada di balik kacamata yang baginya tampak aneh dan memperkuat kesan culun pada Elenora selama ini.
"Ehem...." Suara deheman dari Ornado yang baru saja masuk dan bergabung di ruang meeting itu, beserta tatapan mata tajam dan langkah-langkah kakinya yang menunjukkan wibawanya sebagai pimpinan tertinggi di tempat itu, membuat semua yang ada di situ langsung terdiam.
Berbeda sekali dengan sosok James, yang selalu terlihat ramah dan dekat dengan para staff lain, sosok Ornado menjadi sosok yang disegani karena terlihat serius dan begitu berwibawa. Dan tatapan matanya yang terlihat tajam dan tidak pernah menunjukkan sikap ragu saat melakukan atau sedang fokus menatap sesuatu, membuat orang segan saat berhadapan dengannya.
Tanpa harus menjelaskan apapun tentang dirinya, bahkan orang yang untuk pertama kalinya bertemu dengan Ornadopun, dari penampilan dan gerak geriknya, akan bisa langsung menilai bahwa laki-laki tampan bak artis itu merupakan pria tajir melintir yang memiliki kekuasaan besar di tangannya.
Tidak banyak staff yang bahkan berani memulai pembicaraan dengan Ornado jika laki-laki itu bukan yang memulai lebih dahulu dan membuka kesempatan kepada orang lain untuk berbicara padanya.
Sosok Ornado selalu membuat orang segan dan takut untuk bersikap ramah dan sok dekat dengannya. Walaupun sebenarnya, sebagai bos besar mereka, semua orang di perusahaan itu tahu bahwa Ornado merupakan pemimpin yang begitu menghargai kinerja anak buahnya, dan cukup royal dan murah hati dalam memberikan bonus untuk siapa saja yang memiliki performa bagus dalam melakukan pekerjaannya.
Orang yang tidak mengenal dekat sosok Ornado, tidak akan pernah menyangka bahwa di hadapan istrinya, sosok Ornado bisa berubah seratus delapan puluh derajat. Menjadi seorang laki-laki yang begitu lembut dan begitu romantis.
Ornado akan menjadi seorang laki-laki yang selalu bersikap mesra kepada istrinya, menunjukkan bahwa laki-laki itu begitu mencintai istrinya.
"Ada seseorang yang mengatakan padaku, kalau saja semangat bekerja kalian sebesar semangat bergosip kalian, maka perusahaan ini akan semakin cepat besar dan berkembang melebihi target dan ekspektasi kita. Dan aku sangat setuju dengan pendapat orang yang sudah mengatakan hal itu. Jangan membuang-buang energi kalian hanya untuk urusan yang tidak menghasilkan apapun, selain menguap tanpa bekas di udara." Kata-kata Ornado sukses membuat para staff yang ada di dalam ruangan itu terdiam dan tidak adalagi yang berani mengeluarkan suara sedikitpun.
Terutama tiga orang staff wanita yang tahu betul, siapa yang pernah mengeluarkan kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Ornado barusan. Perkataan yang dulunya pernah diucapkan Cladia untuk menegur mereka di toilet wanita karena sudah berani menggosipkan tentang Ornado yang disangka oleh mereka sedang berselingkuh dengan Cladia.
Karena waktu itu, kecuali James dan Robi, seluruh pegawai di kantor Bumi Asia tidak mengetahui bahwa Cladia adalah istri sah Ornado, sehingga perlakuan istimewa Ornado terhadap Cladia sempat membuat mereka yang melihat salah paham.
"Hari ini kita kedatangan tiga staff baru di perusahaan ini. Sebagai senior, berikan bimbingan terbaik dari kalian. Dan kalian bertiga sebagai yunior, tunjukkan semangat belajar dan performa kerja kalian." Ornado menghentikan bicaranya sebentar sambil memandang ke setiap wajah yang hadir di sana dengan tatapan mata birunya yang tajam, tanpa senyum.
Menunjukkan bagaimana sebagai pemimpin, Orando terlihat begitu berwibawa dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.
"Siapapun diantara kalian yang bekerja denganku tahu aturan jelas di perusahaan ini. Yang membuat kinerja kalian diakui bukan masalah senioritas, tapi performa kerja. Tidak ada istilah orang yang berusia lebih tua atau bekerja lebih lamalah yang berhak menduduki posisi tertentu. Semua ditentukan oleh hasil kerja yang bisa kalian tunjukkan. Meskipun sebagai yunior, kalian juga harus menghormati senior kalian. Dan sebagai senior, kalian harus membantu yunior kalian. Apa kalian semua mengerti?" Perkataan Ornado langsung disambut dengan anggukan kepala dari semua yang hadir di ruang meeting.
"Aku kira perkenalan hari ini cukup sampai di sini. Jika kalian ingin lebih mengenal sosok rekan baru kalian, lakukan pendekatan secara pribadi saat jam istirahat nanti. Kalian bisa saling bertanya tentang kehidupan pribadi masing-masing. Untuk sekarang, silahkan bubar dan kembali ke tempat kalian masing-masing. Selamat pagi, selamat bekerja." Ornado mengucapkan kata-katanya untuk menutup meeting perkenalan staff baru pagi ini.
Kata-kata Ornado, membuat dengan gerakan cepat mereka semua mulai bangkit berdiri dari duduknya dan berbaris rapi, berjalan ke arah pintu keluar ruang meeting untuk kembali pada posisi mereka masing-masing.
"Elenora, tunggu di sini sebentar." Ornado langsung mencegah Elenora yang bersiap ikut keluar meninggalkan ruang meeting bersama yang lain.
Setelah mengucapkan perintahnya kepada Elenora, Ornado langsung mengambil posisi duduk, dan meletakkan salah satu tangannya di atas meja meeting, dan sedikit mendongakkan kepalanya ke arah James.
"Kalian berdua duduklah, ada yang ingin aku bicarakan sebentar dengan kalian berdua." Ornado berkata sambil tangannya memberi kode kepada James dan Elenora secara bergantian untuk duduk.
Begitu James dan Elenora sudah duduk, Ornado menggerakkan kursi yang didudukinya sedikit mendekat ke arah mereka berdua.
"Kalian mulai sekarang harus kompak dan memiliki kerjasama yang bagus. Elenora, menjadi asisten James, secara tidak langsung, kamu juga menjadi asistenku. Karena James di sini adalah tangan kananku. Jika tidak aku aku, James adalah pimpinan tertinggi di perusahaan ini." James dan Elenora memandang serius ke arah Ornado yang masih belum menyampaikan maksud dari perkataannya barusan.
"Saat aku tidak ada sini, kesibukan maupun wewenang James tidak akan ada bedanya denganku. Elenora, kamu harus bisa mengikuti kecepatan maupun cara kerja James. Belajarlah banyak dari James tentang apapun yang biasa aku kerjakan, aku butuhkan, bahkan yang biasa aku pikirkan." Ornado melanjutkan bicaranya sambil melirik ke arah James yang hanya terdiam, mendengarkannya dengan serius.
Ornado yakin, setelah ini, dia akan mendengar protes dari James setelah menyatakan keinginannya tentang mereka berdua.
"Karena itu... aku harap, James, kamu membiarkan Elenora bekerja dan berada satu kantor denganmu agar memudahkan koordinasi untuk kalian berdua." Perkataan Ornado sukses membuat mata James melotot dengan wajah protesnya.
Sedang Elenora juga tampak kaget, tapi lebih ke arah merasa tidak nyaman karena sikap James yang terlihat tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ornado. Dan penolakan itu terlihat jelas pada wajah James yang terlihat keningnya bekerut dengan bibir terlihat sedikit mengerucut.