
“Kalau begitu, aku akan berusaha lebih keras lagi untuk secepatnya dapat menemukan info tentang siapa dalang di balik semua kejadian ini.” James akhirnya berkata sambil bersiap untuk menutup panggilan teleponnya dengan Ornado, karena dia baru saja melirik kea rah jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan angka 12 baik jarum jam pendek maupun panjang.
Saat ini adalah waktu makan siang di kantor Bumi Asia, dan itu artinya itu adalah jam makan siang Elenora, dimana James pagi tadi sudah berpesan pada Audrey agar menghalangi Dodi atau pria manapun makan bersama Elenora di kantin perusahaan seperti biasanya.
Bahkan, sejak kepergiannya, James selalu meminta Matilda untuk mengirimkan makan siang pada Elenora, sekaligus untuk Audrey, agar Audrey bisa makan bersama Elenora sekaligus menemani Elenora, sehingga tidak ada alasan bagi Elenora untuk makan siang bersama yang lain di kantin, dan akhirnya menjadikan adanya kemungkinan untuk Dodi atau pegawai laki-laki lain yang menemani makan siang Elenora.
Awalnya, Audrey cukup kaget mendengar perintah dari James yang baginya terdengar aneh sekaligus betul-betul menunjukkan bukti bahwa memang ada hubungan istimewa antara James dan Elenora, seperti yang sudah diduganya selama ini.
Tapi pada akhirnya, dengan bijaksana, Audrey memilih untuk mengikuti arus, dengan melaksanakan perintah James tanpa banyak bertanya.
Toh, dia juga mendapatkan keuntungan dengan melakukan itu, karena dia ikut mendapatkan makan siang yang terhitung mewah setiap harinya.
“Mmm… aku percaya kamu bisa melakukannya dengan baik seperti biasanya James.”
“Tenang saja Ad, secepatnya aku akan berusaha mendapatkan info tentang perusuh itu. Kalau begitu, sampai jumpa Ad….”
“Urusan kita belum selesai James!” Suara Ornado yang diucapkan dengan nada sedikit keras membuat James sedikit tersentak kaget.
“Haist! Jangan membuatku kaget Ad. Memang ada masalah apalagi sekarang?” James berkata sambil salah satu tangannya memegang dadanya karena kaget akibat teriakan dari Ornado.
“Urusan perusahaan memang sudah selesai, Tapi, urusan kita yang lain baru saja akan kita mulai bahas sekarang.” Mendengar kata-kata Ornado yang terdengar misterius, membuat bulu kuduk James berdiri.
Aduh, suara Ad serius sekali. Kira-kira apa yang ingin dibicarakannya denganku? Bukankah dia belum tahu tentang pernikahanku dengan Elenora yang aku paksakan?
James mulai menebak-nebak dalam hati dengan wajah terlihat begitu serius.
“Jangan terus berkelit James. Aku tahu kamu sudah melakukan suatu hal yang buruk di belakangku.” Ornado sengaja membuat kata-katanya berputar-putar, untuk membuat James mau mengatakan apa yang sudah terjadi antara dia dan Elenora, mencoba memberikan kesempatan pada James untuk mengatakan yang sebenarnya dengan jujur.
“Eh, Ad? Apa maksud perkataanmu? Seperti kamu mengatakan bagaimana kamu begitu mempercayai Dave, kamu tahu bahwa aku akan melakukan hal yang sama seperti yang akan dilakukan Dave untukmu.” Ornado langsung mendengus mendengar perkataan James.
“Ist! Siapa yang akan memintamu melakukan pengorbanan sebesar itu untukku? Aku tidak mungkin membiarkan Elenora menjadi janda secepat itu....”
“Eh… Ad… itu… emmm... um….” Perkataan Ornado langsung membuat James gugup tanpa bisa mengucapkan kata-katanya dengan benar.
“Ad, darimana… kamu tahu tentang hal ini?” Dengan sikap penasarannya James langsung bertanya kepada Ornado.
“Tentu saja dari Fred! Tapi awas ya! Jangan coba-coba untuk memarahi apalagi memberikan hukuman pada Fred! Dia justru akan mendapatkan hukuman dariku jika dia tidak secepatnya memberitahukan hal konyol seperti ini!” Ornado kembali mengomel setelah menjawab pertanyaan James.
Ah, tentu saja Fred yang memberitahu Ad. Tidak mungkin Ele yang berani melakukan itu. Gadis itu tidak mungkin seberani itu, sedangkan biasanya saja jika tidak ditanya, dia tidak akan memgeluarkan suaranya. Konyol sekali jika aku mencurigai Ele. Untuk ke depannya, sepertinya keputusanku untuk menjadikan Audrey sebagai informanku adalah tindakan yang benar daripada Fred terus melaporkan apa yang aku lalukan kepada Ornado di belakangku.
James berkata dalam hati dengan sikap frustasi karena Ornado terdengar benar-benar marah dan kecewa padanya.
“Kamu ini benar-benar keterlaluan! Bagaimana bisa kamu memaksa Elenora menikah dengan cara konyol seperti itu! Kamu sudah begitu beruntung Elenora tidak marah ataupun membencimu. Tapi jangan pikir kamu bisa menyembunyikannya dariku dan orang lain selamanya.” Ornado berkata dengan nada suara terdengar tinggi, membuat di sana James menahan nafasnya sambil menggaruk-garuk alisnya.
“Ad! Tidak mungkin aku menyembunyikan status pernikahanku dengan Elenora selamanya. Aku hanya sedang….”
“Mempermainkan hati seorang gadis?” Ornado langsung menyambar kata-kata James, membuat James benar-benar tidak berkutik di hadapan Ornado saat ini.
"Kamu benar-benar tidak berpikir panjang? Tidak memikirkan bagaimana perasaan Elenora? Dia pasti sakit hati dan kecewa! Apa kamu pernah berpikir apa yang akan terjadi apda orangtuamu dan orangtua Elenora jika mendengar tentang hal ini? Kamu sudah menganggap remeh keberadaan mereka! Mungkin dia memang tidak menolak saat dijodohkan denganmu. Tapi yang pasti, aku jamin, dia juga tidak ingin menikah denganmu dengan cara seperti itu! Kamu ini benar-benar keterlaluan James!" Mendengar omelan panjang dari Ornado, James langsung terdiam.
Bagaimanapun, semua yang dikatakan oleh Ornado memang benar. Cara yang digunakan oleh James untuk menikahi Elenora memang tidak pantas dia lakukan pada wanita yang dicintainya.
Dan sayangnya, waktu itu James benar-benar tidak berpikir panjang sampai ek sana. Saat itu yagn dia inginkan agar segera mengikat Elenora di sampingnya, sehingga tidak lagi pergi meninggalkannya, kembali ke Italia, dan menemui Gavino.
Pikiran James yang saat itu sungguh kalut karena ketakutan akan kehilangan Elenroa, membuatnya mengambil jalan pintas tanpa memikirkan yang lainnya.
"Seharusnya kamu menghormati wanita yang kamu cintai, bukan justru membuat sakit hatinya!" Ornado masih saja mengomel, membuat James menarik nafas panjang sebelum mengeluarkan kata-katanya.
"Aku memang bersalah Ad." James berkata dengan suara pelan.
"Dan kamu! Apa sudah meminta maaf padanya? Sudah mengatakan bahwa semua itu kamu lakukan karena kamu begitu mencintainya?" James tersentak kaget mendengar pertanyaan dari Ornado yang sungguh menohok dadanya.
"James....! Jangan katakan kalau kamu belum melakukan apa yang baru saja aku tanyakan!" Teriakan dari Ornado membuat James kembali tersentak.
"Aist... bagaimana bisa kamu bertindak sekejam itu pada Elenora? Aku tidak habis pikir, bagaimana seseorang bisa berbuat setega itu pada orang yang dicintainya. Sepulang dari kota B, lebih baik kamu berlutut di depannya dan meminta maaf kalau tidak ingin dia akhirnya benar-benar meninggalkanmu lagi!" Kata-kata Ornado membuat dada James berdetak dengan keras, karena bayangan bagaimana rasa sakit hatinya saat Elenora pergi tanpa pesan itu, dan juga kata-kata Elenora di telepon dengan Gavino, yang mengatakan bahwa dia akan segera ke Italia, membuat dada James terasa nyeri.